
Selesai sholat subuh, Ella kembali kekamar untuk melihat apakah Alex masih demam atau sudah sembuh karena seharian kemarin Alex hanya berbaring diranjang, bangun pun hanya sebentar untuk menemui Sandi.
"Syukurlah, sudah tidak demam!" batin Ella hendak bangkit namun tangannya ditahan oleh Alex, lalu ditarik dan jatuh dalam pelukan Alex.
"Kamu sudah bangun?" tanya Ella hendak memberontak namun sia sia karena Alex memeluknya sangat erat.
"Hmmmm."
"Lepaskan, aku harus membuatkan sarapan." kata Ella yang masih berusaha memberontak.
"Hmm, aku masih sakit, biarkan seperti ini." kata Alex.
"Tapi aku harus membuatkan sarapan untuk kita." kata Ella.
"Biarkan Bik Sumi yang membuatkan sarapan."
"Tapi itu bukan tugas Bik Sumi." protes Ella.
"Ya sudah delivery order saja." kekeh Alex.
Ella hanya mendesah pasrah, protes pun juga tak akan ada gunanya.
...
Nisa hendak bangun namun Ia merasakan ada sebuah tangan dan kaki yang menggajal di dada dan perutnya.
Nisa mengerjap melihat keatas langit dan Ia sadar ini bukan kamarnya bukan juga kamar Sandi, lalu dimana dia? mengingat ingat, ah iya Nisa sedang berada dikamar Mak lampir itu.
Semalam Entah mengapa Hanna memintanya untuk tidur dikamarnya menemaninya, awalnya Nisa pikir Hanna akan meminta nya tidur disofa namun Nyatanya Hanna meminta Nisa tidur seranjang dengan nya, sungguh membuat Nisa tercengang karena hal seperti ini tidak pernah terjadi pada Nisa sebelumnya. Pernah Nisa tak sengaja duduk diranjang saja sudah diamuk oleh Hanna tapi sekarang Hanna malah menyuruhnya tidur seranjang dengannya dan yang paling menyebalkan adalah Hanna yang sekarang memeluknya bagaikan sepasang kekasih.
Nisa melepaskan pelukan Hanna pelan pelan namun sia sia saja karena Hanna bukan nya bangun malah semakin nyenyak dan erat memeluknya.
Karena jengkel, Nisa akhirnya menyentak tubuh Hanna hingga Hanna terkejut dan bangun.
"Apa yang kau lakukan?" bentak Hanna yang terlihat masih mengantuk.
"Maafkan saya Nyonya, saya tidak sengaja." Kata Nisa.
"Dan kenapa kau bisa disini?" tanya Hanna.
"Bukankah Nyonya yang menyuruh saya kesini semalam?" tanya Nisa sedikit kesal karena Hanna lupa telah menganggu tidurnya dan membuatnya tidur disini.
"Benarkah?" Hanna mencoba mengingat kejadian semalam dan bergindik takut.
"Apa kau merasa ada kejadian janggal dikamar ini semalam?" tanya Hanna.
"Tidak Nyonya,"
__ADS_1
"Kau tidak diganggu semacam makhluk halus?" tanya Hanna lagi.
"Haa?" Nisa terkejut dengan pertanyaan Hanna.
"Seperti kuntilanak, pernahkah kau melihatnya?" tanya Hanna yang langsung membuat Nisa tertawa.
"Mana ada Nyonya, masa dimansion semewah ini ada kuntilanak," kata Nisa "Yang ada nenek.lampir nih didepan gue." Batin Nisa masih terkekeh.
"Kau tertawa? berani beraninya kamu menertawakanku!" kesal Hanna.
"Maafkan saya Nyonya." kata Nisa masih menahan tawanya.
"Sudahlah, sana pergi saja! memang percuma bicara denganmu itu!" kata Hanna sedikit membentak.
"Baiklah Nyonya." kata Nisa langsung keluar.
"Benar benar menjengkelkan!"
...
Nisa keluar dari kamar Hanna langsung memasuki kamarnya untuk mandi dan bersiap bekerja.
"Sayang, kau tidur disini?" tanya Nisa yang terkejut melihat Sandi tidur diranjangnya.
"Hmm," jawab Sandi dengan mata terpejam.
"Tidak, Tuan Alex sakit jadi tidak kekantor." jawab Sandi yang kini sudah bangkit dan merentangkan tangan pertanda ingin memeluk Nisa.
"Pagi pagi sudah mau ngajak mesum." cibir Nisa yang langsung mendekat dan memeluk Sandi.
"Lagian siapa suruh tidur dikamar nenek lampir itu." kesal Sandi mengingat semalam Nisa meninggalkannya hanya karena ingin tidur bersama Hanna.
"Aku juga nggak mau, tapi mau gimana lagi!" keluh Nisa.
"Tapi Aneh deh, masa tadi pagi si nenek lampir nanya nanya masalah hantu."
"Hantu apa maksudnya?" tanya Sandi.
"Katanya kuntilanak." jawab Nisa yang langsung membuat Sandi tertawa.
"Tuh kan kamu juga ketawa, tadi aja aku ketawa gini dimarahin coba sama nenek lampir itu." kesal Nisa.
"Kamu nggak tau sih, apa yang udah aku lakuin sampai bikin dia ketakutan gitu." kata Sandi masih tertawa.
"Emangnya kamu apain sih yank?" Nisa terlihat penasaran.
"Jadi gini, kemarin pas kamu bilang dia ngikutin aku, aku sasarin aja kerumah kosong, biar dia pikir itu rumah Non Ella, aku penasaran aja apa yang mau dia lakuin." jelas Sandi "Ee malemnya dia beneran datang, untung aku udah siapin orang buat ngerjain tuh mak lampir," cerita Sandi sambil terkekeh.
__ADS_1
"Emangnya kamu kerjain gimana?" tanya Nisa tak sabar.
"Aku bikin aja Kunti jadi jadian buat nakutin dia, makanya kamu disuruh tidur disana, mungkin dia ketakutan." kekeh Sandi.
"Ya ampun pantesan, tapi aneh ya yank masa setan takut sama setan." kata Nisa sambil tertawa membuat Sandi kembali terpingkal.
"Tapi untung aja dia nggak tau rumah Ella, kalau tau bisa habis dia." kata Sandi mengingat Sandi sudah tau rencana busuk Hanna untuk Ella.
"Emangnya malem malem dia mau ngapain yank kesana? apa mau ngelabrak non Ella karena Tuan Alex ada disana?" tebak Nisa yang langsung mendapatkan gelengan dari Sandi.
"Bukan itu, dia mau bakar rumah Non Ella soalnya kesana bawa bensin satu drigen sama koreknya juga." jelas Sandi membuat Nisa menutup mulutnya tak percaya.
"Aku tau Nyonya itu orang jahat tapi nggak nyangka aja sampai segitunya ingin membunuh orang." kata Nisa sebal.
"Aku ingin menceritakan ini semua dengan Tuan Alex tapi takut jika Tuan Alex tidak percaya." keluh Sandi.
"Tapi jika dibiarkan bukan kah malah membahayakan nyawa Non Ella?" tanya Nisa.
"Aku tau itu, tapi entahlah, aku masih menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan ini semua pada Tuan Alex." jelas Sandi.
"Baiklah, lepaskan aku sekarang karena aku ingin mandi dan segera bekerja sebelum nenek lampir itu mengamuk." kata Nisa melepaskan pelukannya.
"Ambilah libur 2 hari besok." pinta Sandi.
"Untuk apa? apa kita akan jalan jalan?" tanya Nisa.
"Tentu saja tidak." balas Sandi sambil tertawa.
"Kau benar benar menyebalkan! lihat saja nanti malam aku tidak akan memberikanmu jatah malam." ancam Nisa membuat Sandi gelagapan.
"Sayang, jangan seperti itu." kata Sandi menarik tangan Nisa hingga jatuh kepangkuannya.
"Aku tidak peduli, salah siapa pagi pagi sudah membuat moodku buruk!" kata Nisa dengan nada kesal.
"Baiklah sayang, baiklah! aku ingin mengajakmu pulang kerumahmu." kata Sandi "untuk melamarmu secara resmi agar kita segera menikah." kata Sandi.
"Baiklah, nanti aku akan meminta ijin." kata Nisa terlihat senang.
"Apa kau senang sekarang sayang?" tanya Sandi sambil membelai rambut Nisa.
"Tentu saja aku sangat senang, terimakasih sayang." kata Nisa.
"Untuk merayakan kesenanganmu ,bagaimana kalau satu ronde dulu?" ajak Sandi.
"Dasar mesum!"
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN