ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
79


__ADS_3

Alex keluar dari mobilnya segera berjalan menuju sebuah rumah yang terlihat sepi.


"Boss... anda sudah datang?" tanya salah satu anak buah Alex yang berbadan kekar.


"Dimana dia?"


"Istri anda berada dikamar biasa boss."


"Jangan menyebutnya istriku karena dia bukan istriku lagi." geram Alex membuat anak buahnya bergindik takut.


Alex berjalan memasuki kamar dan melihat Hanna duduk disebuah kursi dalam keadaan terikat dan matanya masih terpejam.


"Ambilkan satu ember air." perintah Alex pada salah satu anak buahnya.


Setelah mendapatkan satu ember air, Alex segera menguyurkan ke tubuh Hanna membuat Hanna terbangun dan terlihat shock.


"Sudah bangun Heh?" tanya Alex sinis.


"Sayang, kenapa aku disini? dan kenapa kau mengikatku seperti ini?" tanya Hanna dengan suara lembut dan memelas.


"Berhentilah membual! aku jijik mendengar kau memanggilku sayang, apa kau lupa? bahkan kemarin kau menceraikanku saat tau aku lumpuh!" kata Alex mengingatkan.


"Aku khilaf sayang, maafkan aku! kau pasti mau kan memaafkanku? bukankah kau sangat mencintaiku?" tanya Hanna dengan wajah memelas.


"Berhentilah menyebut kata cinta! wanita pembunuh sepertimu tak pantas mendapatkan cinta dariku." kata Alex menatap Hanna tajam.


"Sayang, apa maksudmu? aku tak mengerti." kata Hanna dengan raut wajah takut, Hanna cukup tau tempat apa ini karena dulu Hanna pernah ikut melihat orang orang yang disiksa ditempat ini dan sekarang dirinya lah yang ada disini, Hanna takut dan tak bisa membayangkan jika Alex akan menyiksanya seperti orang orang yang pernah Ia siksa disini.

__ADS_1


"Berhentilah pura pura bodoh! aku sudah tau semuanya, bahkan ternyata kau dalang dibalik kematian papah."


"Tidak, kau salah! aku sudah dijebak, kumohon percaya padaku." Hanna memohon pada Alex.


"Bagaimana aku bisa percaya pada wanita yang bahkan akan membunuh madunya sendiri?" tanya Alex membuat Hanna terkejut, Alex tau jika Ia berencana membunuh Ella?


Tunggu...


Hanna menginggat jika tadi Ia sedang berada dirumah Ella hendak menusuk Ella dengan pisau yang Ia bawa namun tiba tiba Ia tak ingat lagi dan sekarang Ia sudah berada disini, Sial... dirinya kalah ternyata.


"Selama ini aku bahkan tak menganggap dia maduku? kenapa? apa kau marah jika aku membencinya? ya aku memang membencinya dan aku berniat untuk membunuhnya!" kata Hanna dengan suara penuh amarah, ketakutan Hanna hilang digantikan oleh emosi yang memuncak kala Alex menyebut nama Ella dengan madu, rasanya sangat menyakiti hati Hanna.


Alex menatap Hanna geram, tangannya sudah mengepal penuh emosi, masih tak percaya bahkan Hanna sudah mengakuinya.


"Kau pintar menyimpan madu mu itu, jika tidak mungkin Ia akan mati sejak dulu!" sinis Hanna yang seketika membuat tangan Alex melayang ingin memukul Hanna namun Ia urungkan.


"Kenapa kau hanya diam? bukankah seharusnya kau sadar jika kau sudah menyakiti ku selama ini? kau menduakanku dan kau tidak adil memperlakukanku Alex, kau tidak adil sebagai suami!" teriak Hanna penuh emosi.


Alex hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Hanna membuat Hanna terkejut, Hanna pikir setelah mendengarkan keluh kesahnya selama ini yang baru saja Ia keluarkan akan membuat Alex menyadari namun nyatanya Ia hanya tersenyum sinis.


"Kau bilang aku telah menyakitimu dan kau juga bilang aku tidak adil? lalu bagaimana dengan dirimu? pernahkah kau menyadari apa kau sudah menjadi istri yang baik untuk ku?" tanya Alex, membuat Hanna diam seketika.


"Selama ini aku hanya diam, aku tidak peduli seburuk apa masa lalumu aku masih menerimamu, tidak peduli apakah kau juga mencintaiku atau hanya menginginkan hartaku dan aku tetap mencintaimu, tak peduli bagaimana semua orang melarangku berhubungan denganmu dan aku masih tetap bersamamu," Alex menghela nafas panjang, entah mengapa semua ini terasa sesak untuknya.


"Lalu saat Papa memintaku untuk menikah lagi, aku bahkan sudah bertanya padamu, kau bilang tidak mempermasalahkannya dan kau mengijinkanku lalu dimana letak kesalahanku Hanna? katakan dimana salahku hingga kau tega membunuh Papa? jika memang kau tidak menerima pernikahan kedua ku bukankah seharusnya kau melarangku sejak awal? tapi kenapa kau mengijinkan ku dulu dan sekarang kau bilang aku menyakitimu?" kata Alex menatap Hanna penuh kebencian sementara Hanna hanya diam menunduk merutuki dirinya sendiri.


"Kenapa kau hanya diam? jawab aku Hanna kenapa? kenapa kau tega membunuh Papa, bahkan Papa orang yang sangat mencintaimu setelah Mamaku! kenapa kau melakukan semua ini Hanna?"

__ADS_1


Hanna masih setia dengan kebisuannya, Ia merasa telah kalah. Alex memang benar tidak seharusnya Ia mengijinkan Alex menikah lagi dulu, ya harusnya Hanna tidak mengijinkan dulu.


"Dan lagi kau bilang aku tidak adil? seharusnya bukan kau yang mengatakan ini semua Hanna, seharusnya Ella yang mengatakan ini semua karena selama ini aku lah yang bersikap tak adil dengannya hanya karena aku lebih mementingkan dirimu, hanya karena kau lah wanita pertama untukku, aku bahkan sering mengabaikannya hanya demi dirimu! bagaimana bisa kau mengatakan aku tidak adil?" tanya Alex membuat Hanna menatap Alex tak percaya.


Benarkah? benarkah Alex seperti itu padanya? benarkah Alex selalu mementingkannya?.


"Kau bohong! kau bilang dulu tak akan mencintainya? tapi kau jatuh cinta padanya Alex! kau mengabaikanku dan jatuh cinta padanya!" Hanna kembali menangis.


"Kau tidak bisa menyalahkan ku karena jatuh cinta padanya Hanna! kau yang membuatku berpaling Hanna! kau yang membuatku melupakanmu, kau tidak pernah menyadari itu semua karena kau egois Hanna, kau egois!" kata Alex mengebu gebu.


"Kau menyalahkanku?" tanya Hanna tak percaya.


"Kau tak pernah bisa menyadari jika selama ini kau bukanlah istri yang baik Hanna, kau egois! kau lebih mementingkan semua hobi belanjamu itu dari pada suamimu ini! bahkan selama menikah pernahkah kau berusaha untuk menyenangkan aku, bahkan kau saja tidak bisa menghargai aku sebagai suamimu, kau egois Hanna, kau lebih mementingkan dirimu sendiri, kau tidak pernah memikirkan aku sedikit pun!" kata Alex dengan mata memerah, Alex menangis, Ya Alex menangis karena tak sanggup menahan semua isi hatinya selama ini yang terasa sesak.


Hanna diam membisu, Ia kembali memikirkan ucapan Alex. Hanna menyadari jika memang ucapan Alex benar, selama ini Ia hanya mementingkan hobinya, sibuk belanja dan berkumpul dengan geng arisannya tanpa memikirkan bagaimana suaminya. bahkan selama pernikahannya dengan Alex, Hanna sama sekali belum pernah memasak untuk suaminya, boro boro memasak menyiapkan baju Alex saja kadang Hanna menyuruh Nisa.


"Aku pikir semuanya sudah terjawab, jadi sekarang waktunya untuk mu mendapatkan hukuman dari semua perbuatan yang kau lakukan selama ini." Kata Alex menatap Hanna sebentar lalu keluar dari ruangan itu sementara Hanna terlihat menjerit ketakutan.


"Tidak Alex jangan lakukan ini padaku! ampuni aku Alex, aku memang bersalah! ampuni aku." jerit Hanna yang tak digubris oleh Alex.


"Jadi bagaimana bos?" tanya Anak buah Alex yang menunggu Alex diluar.


"Seret dia ke penjara," balas Alex membuat anak buahnya mengangguk paham.


BERSAMBUNG....


Yuk baca juga novel sekretaris culun milik ceo tampan...

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2