ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
173


__ADS_3

Ella hanya diam menatap Rey, Geram, marah dan kesal itulah yang saat ini Ella rasakan.


Bisa bisanya pria yang ada didepan matanya dengan santainya mengatakan itu padanya.


Ella terkekeh, nada kekehan terdengar mengejek membuat Rey mengerutkan kening heran.


"Jadi bagaimana? kau mau atau kau ingin suamimu mendekam dipenjara selamanya?" tawar Rey lagi yang membuat Ella semakin terbahak.


"Apa ada yang lucu? aku serius!" Rey mulai kesal.


"Kau lucu sekali, bisa bisanya kau mengajak wanita lain menemanimu sementara kau saja memiliki istri!" balas Ella "Ah aku tau, pasti istrimu tidak bisa memuaskan mu hingga kau meminta padaku?" tanya Ella dengan nada mengejek.


Rey mengepalkan tanganya, Ia tak menyangka Ella akan seberani ini padanya. Rey pikir Ella akan menangis lemah dan menyetujui permintaannya namun kenyataan nya Ella malah mengejeknya.


Meskipun didalam hatinya Ella sedikit takut, namun Ia harus terlihat berani didepan pria brengsek seperti Rey.


"Jadi kau menolak ku?" tanya Rey dengan nada sinis.


"Tentu saja! apapun yang ku miliki ini hanya milik suamiku seorang jadi sampai kapanpun aku tak akan menerima tawaran hina mu itu!" ketus Ella.


"Baiklah, jadi kau akan membiarkan suamimu itu mendekam selamanya dipenjara? apa kau yakin Nona? aku hanya akan memberi penawaran sekali ini saja." balas Rey sambil tersenyum licik.


Tidak, sungguh Ella tak ingin suaminya mendekam dipenjara namun Ia juga tak ingin merusak malighai rumah tangganya dengan hal kotor seperti ini. Ella yakin dan percaya semua akan baik baik saja, ya Seperti yang dikatakan pada Alex, Sandi serta Bik Sumi jika semua akan baik baik saja.


"Ya, aku yakin dengan keputusanku! sangat yakin karena aku percaya suamiku mempunyai cara sendiri untuk membebaskan dirinya!" kata Ella lalu bangkit dari duduknya "Aku pikir tidak ada yang perlu dibicarakan lagi jadi aku akan pergi sekarang." kata Ella hendak melangkah kan kakinya namun tangannya ditahan oleh Rey.


"Lepaskan tangan kotor mu itu dari tanganku!" kata Ella dengan nada sedikit bergetar.


"Kenapa? apa kau takut sekarang? dimana keberanianmu yang baru saja terlihat?" Rey meremehkan.


"Jangan macam macam padaku, atau aku akan berteriak!" ancam Ella.


Dengan geram Rey melepaskan tangan Ella, Rey merutuki dirinya sendiri karena mengajak Ella ditempat yang ramai seperti ini. Jika saja Ia mengajak Ella bertemu dihotel pasti semuanya akan mudah untuknya. Rey pikir Ella orang yang sangat mudah ditaklukan seperti Rhea namun Rey salah karena nyatanya Ella adalah wanita baik baik.


Rey melepaskan tangan Ella, Ia tak ingin jadi amukan massa jika sampai Ella berteriak ditempat umum seperti ini.

__ADS_1


Melihat tangannya sudah dilepaskan, Ella segera saja pergi dari tempat ini sebelum Rey kembali berbuat macam macam padanya dan Rey hanya bisa melihat kepergian Ella tanpa berhasil mendapatkan Ella.


"Sial, aku akan mendapatkanmu nanti." umpat Rey kesal dengan dirinya sendiri.


Sementara Ella kini sudah memasuki mobilnya lagi, tangannya sedikit bergetar dan wajahnya terlihat pucat.


"Apa Nona baik baik saja?" tanya Pak Tulus melihat ada yang aneh dari Nona mudanya itu.


"Aku baik baik saja pak, antar aku ke kantor polisi ya." pinta Ella.


"Tapi Nona, tadi mas Sandi berpesan pada saya agar tidak mengantar Nona ke kantor polisi untuk saat ini." jelas Tulus.


Ella hanya bisa menghela nafas, sudah pasti Alex tak akan membiarkan Ella datang menjenguk.


"Ya sudah, kita pulang saja!"


"Baiklah Nona."


Pak Tulus pun segera melajukan mobilnya menuju mansion.


Rey membuka pintu kamarnya dengan keras membuat Rhea yang ada didalam sedang menidurkan putrinya terkejut.


"Ada apa?" tanya Rhea melihat Rey datang dengan wajah marah.


"Dasar jalang sialan!" umpat Rey menjambak rambut Rhea hingga Rhea meringgis lalu melemparnya diranjang.


"Jangan disini, putri kita baru saja tertidur." kata Rhea lirih.


Tanpa memperdulikan wajah pucat Rhea, Rey menjambak rambut Rhea dan menariknya kekamar sebelah.


Sesampainya dikamar sebelah, Rey kembali melemparkan tubuh Rhea diranjang. Rhea hanya diam dan pasrah karena sudah biasa Ia mendapatkan perlakuan seperti ini dari Rey.


"Jalang brengsek!" umpat Rey lagi lalu menindih Rhea dan memasukan miliknya ke milih Rhea tanpa pemanasan lebih dulu.


Rhea hanya bisa meringgis menahan sakit karena perlakuan kasar Rey namun Ia juga tak bisa berbuat apapun.

__ADS_1


"Ahh Ella kau sungguh membuatku menginginkanmu." rancau Rey disela desahannya membuat Rhea seketika mengeluarkan air matanya karena sejak Rey bertemu dengan Ella selalu nama Ella yang Rey ucapkan bukan nama Rhea lagi.


Rhea benar benar merasa sakit hati dan benci dengan Rey maupun Ella namun sekali lagi Ia tak bisa berbuat apapun.


"Sial, kenapa milikmu longgar sekali! benar benar tak bisa membuatku puas!" kata Rey saat pelepasan lalu meninggalkan Rhea begitu saja.


Sekali lagi Rhea kembali terisak dan kini semakin kencang, apa yang baru saja Rey katakan padanya sungguh menyakiti hati Rhea, bagaimanapun juga Rhea adalah istrinya namun kenapa Rey begitu tega padanya.


Rhea hanya bisa menangis sambil memegang erat selimut yang kini menutupi tubuhnya.


Sementara Ella yang baru saja sampai dimansion langsung saja membersihkan diri dan segera memasuki kamar Baby Liu.


Dilihatnya wajag putranya yang masih terlelap tidur. Ella duduk disamping tempat tidur baby Liu. Ia benar benar sedang galau memikirkan suaminya.


"Apa keputusan ku sudah benar? apa Mas Alex akan baik baik saja disana?"


"Maaf mas, aku tak bisa membantumu keluar dari penjara, aku tak bisa menuruti permintaaan Rey." isak Ella sambil memeluk kedua kakinya.


"Non, non Ella baik baik saja?" Bik Sumi yang baru saja memasuki kamar Baby Liu sedikit terkejut melihat Ella tengah menangis.


"Aku takut Bik, takut kalau mas Alex nggak bisa bebas." kata Ella masih terisak.


Bik Sumi tersenyum, cukup mengerti kegalauan Nona mudanya itu.


"Non Ella tenang saja, percaya deh semua akan baik baik saja."


"Tapi gimana Bik kalau semua nggak baik baik saja?" mengingat tadi Ella menolak Rey sudah pasti Rey akan memberatkan hukuman Alex.


"Ck, bibik tau kok Den Alex orangnya gimana. pasti nggak bakal masuk bui, jadi Non Ella tenang saja." kata Bik Sumi yang langsung saja diangguki oleh Ella.


Hingga malam hari Ella sama sekali tak menyentuh makan malamnya, padahal seharian Ella juga belum makan, hanya sarapan tadi pagi saat bersama Alex dan setelahnya Ia memang tak bernafsu makan karena terlalu memikirkan Alex.


Setelah Baby Liu tidur, Ella pun segera tidur. memejamkan mata dan melupakan semua yang terjadi hari ini, berharap ini hanya mimpi dan esok Alex sudah kembali.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAA....


__ADS_2