
Alex memasuki mansion sambil membawa buket mawar putih yang baru saja Ia beli.
"Dimana Nyonya?" tanya Alex pada salah satu maid.
"Nyonya ada ditaman belakang Tuan."
"Baiklah terimakasih." Balas Alex ramah membuat maid itu hanya melonggo pasalnya ssjak dulu Alex jarang sekali bersikap ramah seperti ini.
Alex berjalan menuju taman dan melihat Ella tengah menyirami tananman yang ada ditaman.
"Bunga yang cantik untuk istriku yang paling cantik sedunia." gombal Alex membuat Ella terkejut melihat Alex sudah pulang.
"Makasih mas, kok tumben banget?" tanya Ella heran dengan Alex yang tiba tiba saja memberikan sebuket bunga mawar.
"Kalau kamu mau, tiap pulang aku bisa beliin ini untuk kamu." tawar Alex.
"Janganlah mas, boros."
"Ck, uang aku nggak bakal habis kalau cuma buat beliin bunga aja, bahkan tokonya sekalian nggak masalah."
"Ck, sombong kan." kata Ella yang membuat Alex hanya terkekeh.
Ella meletakan semua peralatan tamannya, "Aku siapin air hangat kalau mas mau mandi." kata Ella yang langsung diangguki oleh Alex.
Ella berjalan memasuki kamar, segera Ella menyiapkan air untuk Alex mandi.
"Udah siap mas airnya." kata Ella keluar dari kamar mandi.
"Nggak mandiin sekalian?" tanya Alex.
"Nggak ah, aku mau nyiapin makan aja lagian habis ini kita kan harus periksa dedek mas?" tanya Ella.
"Iya, aku inget kok makanya aku pulang lebih awal." kata Alex membuat Ella tersenyum.
Alex memasuki kamar mandi, sementara Ella terlihat membereskan baju Alex yang berserakan di ranjang.
Saat akan mengambil baju, Ella malah menjatuhkan sesuatu yang ada dibaju itu,
"Apa ini?" batin Ella melihat benda kecil yang ada dikantong baju Alex yang tak sengaja Ia jatuhkan.
Ella tak sengaja menekan tombol hingga mengeluarkan suara,
"Ini rekaman?" batin Ella yang seperti mengenal suara di dalam rekaman itu.
Ella duduk ditepi ranjang lalu mendengarkan isi rekaman itu.
__ADS_1
Hingga Alex keluar barulah rekaman itu selesai.
"Kamu lagi ngapain sih sayang?" tanya Alex melihat Ella duduk dengan membawa sesuatu ditangannya, sangat terlihat sekali jika Ella sedang serius.
"Sayang.." Alex terkejut kala melihat Ella mendengarkan rekaman Ani dan papahnya. Bodohnya Alex tak membuang rekaman itu malah Ia bawa pulang.
"Kamu dapet dari mana mas?" tanya Ella dengan raut wajah datar.
Kecewa, mungkin ini yang saat ini Ella rasakan mengetahui jika orang yang percayai selama ini ternyata mengkhianatinya hingga menyebabkan Ia dipecat dari pabrik.
"Itu, itu dari anak buahnya papah, udah ya kamu nggak usah mikirin ini semua, kan udah berlalu juga." bujuk Alex takut jika Ella kecew membuatnya banyak pikiran.
"Aku udah tau dari dulu kok mas." balas Ella santai.
"Kamu tau? tau darimana?"
"Temen pabrik aku dulu yang bilang, alesan aku dipecat karena surat ijin yang harusnya mbak Ani kasih malah nggak dikasihkan makanya aku dipecat." balas Ella santai.
"Jadi kamu tau kalau Ani itu pura pura baik sama kamu?" tanya Alex lagi.
"Enggak kok mas, mbak Ani itu sebenernya baik tapi karena kondisi nya yang memang nggak baik yang ngebuat dia harus jadi kayak gini," kata Ella "Dulu aku penasaran kenapa mbak Ani ngelakuin ini semua, tapi sekarang aku tau, dia kayak gini karena uang." balas Ella lagi.
"Udah keliatan kok kalau mata duitan!"
"Nggak gitu mas, kamu jangan benci sama dia, dia ngelakuin ini karena terpaksa, aku tau itu! Ayah mbak Ani sudah meninggal waktu mbak Ani masih sekolah, mbak Ani terpaksa putus sekolah buat kerja karena Ia punya Ibu dan 3 adik yang butuh nafkah, makanya mba Ani keluar sekolah buat kerja." kata Ella "Mungkin waktu itu mbak Ani lagi butuh uang makanya Ia ngelakuin semua ini, tapi aku beneran nggak apa apa kok mas, aku bisa ngerti posisi mbak Ani." kata Ella yang langsung di hadiah i pelukan Alex.
"Ck, apa sih mas, udah ah ganti baju dulu trus kita makan, kayaknya udah disiapin makan malam tuh."
"Hmm, gimana kalau kita makan malam diluar aja? kayaknya kita belum pernah makan malam diluar kan sayang?" ajak Alex.
"Tapi kan udah dimasakin mas."
"Biar dimakan sama orang mansion lah, kita dinner diluar, gimana?"
"Iya deh mas."
...
Alex dan Ella kini sudah berada didalam mobil sedang perjalanan menuju klinik dokter Dina.
"Ah iya Sandi, bagaimana kabar Nisa istrimu?" tanya Ella.
"Baik Nona,"
"Syukurlah, kapan kapan ajak istrimu ke mansion." pinta Ella.
__ADS_1
"Baiklah Nona." Sandi kembali fokus melajukan mobilnya.
Sesampainya disana, Ella dan Alex disambut ramah oleh Dokter Dina.
"Aku pikir sudah lama kalian tak kesini." kata Dina saat ketiganya sampai diruangan Dokter Dina.
"Apa kau merasa kehilangan salah satu atm berjalan mu jika aku tak kembali kesini?" tanya Alex sinis.
"Tentu saja, kau ini salah satu atm berjalan yang sangat banyak memberiku uang, jadi aku kecewa kalau sampai kau tidak kesini lagi." kekeh Dokter Dina.
"Ck, periksa saja istriku, atau aku tak akan memberimu uang lagi." kata Alex.
"Siap bos."
Awalnya dulu Ella merasa sedikit aneh dengan kedekatan Alex dan Dokter Dina, Ella pikir mereka lebih dari teman namun ternyata dugaannya salah karena Dokter Dina adalah salah satu adik tiri Alex. Ya Dokter Dina adalah anak dari salah satu istri Tuan Ken. meskipun hanya adik Tiri namun Alex begitu menyanyanggi Dina.
"Tekanan darahnya normal, detak jantungnya juga normal, jangan terlalu banyak pikiran dan hindari pekerjaan berat agar dua bulan lagi kita bisa bertemu baby." kata Dina.
Ella hanya mengangguk paham "Jadi istriku akan melahirkan dua bulan lagi?" tanya Alex.
"Ya tentu saja, jika kau menjaga kakak ipar dengan baik pasti semuanya akan lancar sampai baby keluar." jelas Dina.
"Ck, tentu saja aku selalu menjaganya dengan baik!" protes Alex.
"Jadi apa aku bisa melahirkan secara normal?" tanya Ella.
"Tentu saja kak, jika keadaanya seperti ini hingga dua bulan lagi pasti kakak bisa melahirkan secara normal." kata Dina.
Ella terlihat tersenyum senang, tak sabar menanti buah cintanya dengan Alex akan segera keluar.
"Ini resep vitamin yang harus ditebus, ah iya apa kalian tak ingin melihat jenis kelamin baby kalian?" tanya Dina.
"Apa bisa?" Tanya Ella heran karena Ella masih awam dengan kehamilan.
"Tentu saja bisa kak." kekeh Dina.
"Jadi bagaimana kalian ingin tahu atau tidak?" tanya Dina.
Ella melirik kearah Alex, meminta persetujuan Alex.
"Ya sudah ayo kita lihat sekarang." kata Alex.
Dokter Dina pun segera menyiapkan alat usg untuk melihat jenis kelamin Baby yang dikandung Ella.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN..