ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
37


__ADS_3

Sandi baru saja keluar dari mobilnya hendak masuk kerumah Ella namun saat akan membuka pintu, bertepatan dengan Alex yang akan keluar hingga keduanya sama sama terkejut.


"Kenapa lama sekali." sentak Alex.


"Cepat belikan bubur kacang hijau." kata Alex lagi.


"Haa." terlihat Sandi masih binggung.


"Belikan bubur kacang hijau sekarang! cepat." kata Alex terlihat panik.


"Baik-baiklah Tuan." Sandi segera kembali memasuki mobilnya untuk membelikan pesanan Tuan nya itu.


"Apa apaan sih Tuan Alex, kenapa pula dia menyuruhku membeli bubur kacang hijau, dan dimana pula aku harus mendapatkan makanan itu sepagi ini." gerutu Sandi yang sudah pasti tidak didengar oleh Alex karena kini mobil Sandi sudah melaju meninggalkan rumah Ella.


"Pasti disekitar sini ada yang jual bubur kacang hijau." batin Sandi matanya masih melihat kekanan dan kekiri. Sandi melajukan mobil sangat pelan hingga membuat kendaraan dibelakangnya tak sabar hingga terus membunyikan tlakson pada nya.


"Sialan! mengapa mereka tak menyalip saja jika tidak sabar berada dibelakangku!" kesal Sandi.


Hingga mata Sandi melihat gerobak warna biru bertuliskan bubur kacang ijo mang Giman.


"Tuhan mendengar doa hambanya yang teraniaya." Senang Sandi mendapatkan penjual Kacang ijo.


Segera Sandi menepikan mobil dan langsung mendekati penjual bubur kacang ijo.


"Mang, kacang ijonya satu bungkus." kata Sandi.


"Pake ketan apa nggak mas?" tanya Mang Giman penjual bubur.


"Haa? biasanya orang kalau beli pake ketan apa nggak mang?" tanya Sandi binggung.


"Ada yang pake, ada yang enggak, selera masing masing mas." jawab mang Giman.


"Ya udah kalau gitu bungkusin dua deh, satu pake satu enggak." Kata Sandi tak mau dipusingkan masalah ketan.


"Oke deh! pake roti nggak mas?" tanya Mang Giman lagi yang menbuat kepala Sandi serasa ingin pecah.


"Ya udah bungkus 3 deh, nggak pake ketan, pake ketan sama pake roti trus masih apa lagi campuran nya?" kesal Sandi.


"Udah sih mas itu aja, nggak usah pake emosi mas masih muda nanti cepet tua lho." goda Mang Giman yang tak digubris oleh Sandi.


Setelah pesanan jadi dan membayar bubur, Sandi segera memasuki mobil untuk mengantarkan bubur pada Tuan raja, entah setelah ini apa lagi yang harus Ia kerjakan, liburan nya benar benar gagal.


"Lho kok kamu belinya banyak banget? mana lama lagi." omel Alex pada Sandi saat Sandi sudah sampai dirumah Ella.

__ADS_1


"Sabar Ndi... anggep aja Tuan Alex gepokan uang berjalan jadi jangan sampai Lo buat kesalahan trus dipecat." batin Sandi sambil mengelus dadanya.


"Ngapain sih ditanya malah ngelus elus dada, kamu kaget denger omelan saya?" ketus Alex.


"Enggak kok Tuan, saya masih deg degan habis dikejar anjing." jawab Sandi dengan nada dramastis.


"Rasain! salah siapa udah tau anjing galak digodain." ejek Alex.


"Astaga... nabok tuh mulut boleh nggak sih, untung bos gue." batin Sandi mengangga tak percaya.


"Ya sudah saya mau nyuapin Ella dulu, kamu disini dulu nanti ada yang mau saya omongin sama kamu." kata Alex membawa masuk bubur kacang ijo.


"Saya nggak disuruh masuk nih Tuan?" tanya Sandi masih didepan pintu.


"Nggak , kamu disitu aja, aawas berani masuk." teriak Alex dari dalam.


"Yaelah... ngenes amat nasib gue."


...


Alex memasuki kamar Ella dengan membawa semangkuk bubur kacang hijau. Setelah bangun tidur Ella mengalami mual yang sangat hebat hingga tak bisa menelan makanan apapun membuat Alex panik dan mengikuti saran Mbok Sumi untuk membelikan bubur kacang ijo, jadilah Alex menelepon Sandi untuk membelikan bubur kacang ijo.


"Makan dulu yuk, ini udah aku beliin bubur kacang ijo." ajak Alex pada Ella yang terlihat meringkuk di ranjang.


"Coba dulu sedikit yaa, siapa tau nggak mual." kata Alex dengan penuh kesabaran.


Ella pun mengangguk menerima suapan Alex, Satu suapan dua suapan, Ella baik baik saja tak merasakan mual.


"Nggak mual kan?" Alex terlihat senang karena berhasil membuat Ella menikmati makanan tanpa mual.


Ella tersenyum melihat betapa perhatian nya Alex pada Ella sekarang, berbeda sekali saat awal menikah dulu, Alex selalu ketus dan dingin padanya.


"Apakah Alex sudah bisa menyanyangginya? atau ini hanya karena Ia tengah hamil anak Alex saja?" batin Ella.


''Sekarang minum obatnya." kata Alex saat Ella sudah menghabiskan satu mangkuk buburnya.


Selesai minum obat, Alex meminta Ella untuk berbaring lagi. "Aku harus membicarakan sesuatu dengan Sandi, jadi istirahatlah dulu.. aku akan kembali nanti." kata Alex mengecup kening Ella lalu meninggalkan Ella.


"Bisakah kau selalu seperti ini? entah mengapa rasanya nyaman sekali." Batin Ella yang melihat punggung Alex keluar dari kamarnya.


.....


"Lhoo Mas Sandi kok nggak masuk?" tanya Bik Sumi melihat Sandi duduk dikursi depan rumah.

__ADS_1


"Nggak dibolehin masuk sama Tuan Alex." kesal Sandi.


"Ya ampun masuk aja nggak apa apa Mas, biar Bibi bikinin kopi, Den Alex kan memang gitu suka bercanda." kata Bik Sumi.


"Bercanda nya nggak lucu, ya udah kopi nya mau deh Bi." kata Sandi malas.


"Ya udah Bibi bikinin dulu, masuk dulu deh mas." ajak Bik Sumi.


"Dibilang nggak boleh masuk." kesal Sandi yang sudah tak didengar oleh Bik Sumi karena Bik Sumi sudah masuk rumah.


Sandi duduk didepan sambil memainkan ponselnya, terdengar suara pintu dibuka.


"Kopinya taruh aja dimeja Bik." kata Sandi masih menatap layar ponselnya.


"Jadi aku harus menaruh kopinya dimana?"


"Astaga Tuan... maaf tadi saya lagi ngomong sama hp." elak Sandi saat tau yang datang adalah Alex bukan Bik Sumi.


"Mas Sandi, kopinya mau ditaruh dimana?" tanya bik Sumi yang baru saja keluar dengan dua cangkir kopi hangat.


"Tadi Sandi bilang suruh ditaruh dimeja Bik," kata Alex sambil melirik kearah Sandi sedangkan Sandi terlihat salah tingkah.


"Bibik juga buatin buat Den Alex kok." kata Bik Sumi meletakan dua kopi hangat dimeja.


"Ya udah, bibik masuk jagain Ella dulu." perintah Alex.


"Siap Den." Bik Sumi meninggalkan Alex dan Sandi.


"Duduk dan minum kopinya." kata Alex pada Sandi.


"Baik Tuan." Sandi langsung saja menuruti perintah Alex menyeruput kopi yang nyatanya masih panas.


"Aku ingin kau mencarikan penjaga rumah, dan mobil sekaligus sopir hari ini." perintah Alex yang kini juga sudah duduk disamping Sandi.


"Memangnya untuk siapa Tuan?" tanya Sandi penasaran.


"Untuk Ella, kau tau jika Ella sedang hamil anakku, aku tak ingin terjadi sesuatu padanya jadi carikan saja orangnya dan pastikan orang yang akan bekerja disini mereka bisa menjaga keamanan Ella." kata Alex.


Sandi mengangguk paham "Baiklah Tuan." jawab Sandi yang melihat jelas raut bahagia Alex mengetahui jika istri keduanya tengah hamil.


"Dan satu lagi, pastikan Hanna tak mengetahui kehamilan Ella." kata Alex membuat Sandi mengangguk paham.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yaaa....


__ADS_2