
Cukup puas Ella menangis dan tentu saja masih ada Bik Sumi disana,
"Apa aku egois ya Bik? karena Mas Alex nggak pulang aku harus sampai nangis kayak gini?." tanya Ella.
"Enggak kok Non, lagian Bibik pikir wajar aja sih soalnya Non Ella lagi hamil besar jadi mungkin pengennya deket sama suami terus." jelas Bik Sumi.
"Aku aja binggung kok Bik, ngerasa aneh aja sama aku yang sekarang! udah nggak bisa cuek lagi kayak dulu."
Bik Sumi hanya tersenyum "Udah Non, sekarang lebih baik kita makan malam dulu yuk." ajak Bik Sumi "Tadi kan Non Ella juga nggak makan siang."
"Aku nggak laper bik."
"Padahal Bibik udah masakin cap cay kesukaan Non Ella lho." kata Bik Sumi "Bibik anter kesini ya Non." bujuk Bik Sumi lagi.
Ella masih menggelengkan kepalanya, "Aku bener bener nggak laper Bik."
"Makan dong Non, nanti kalau Den Alex tau pasti Bik Sumi dimarahin, nanti Bik Sumi dipecat lagi kayak kemarin gimana?" kata Bik Sumi dengan wajah memelas.
"Iya udah deh Bik, ambilin boleh tapi dikit aja ya." kata Ella.
"Siap deh Non."
Ella menghela nafas lelah, Alex selalu saja begitu mengancam orang yang tak bersalah agar dirinya tak membangkang, benar benar mengesalkan.
Bik Sumi datang dengan membawa nampan berisi makan malam.
"Mau Bibik suapi Non?"
"Enggak perlu Bik, Ella sendiri aja."
"Ditemenin nggak Non?" tanya Bik Sumi.
"Boleh deh bik."
Ella pun makan malam ditemani Bik Sumi, dikamar Ella, Bik Sumi tak cuma menemani namun juga memberikan banyak nasehat agar Ella bisa lebih bersabar mengadapi suami karena masa masa kehamilan memang menjadi masa paling sensitif. terkadang masalah sepele pun dipermasalahkan termasuk malam ini, kala Alex tak pulang membuat Ella menangis dan marah padahal harusnya Ella lebih pengertian pada suaminya yang sedang menjaga Mama Rena.
Mendengar semua nesehat dari Bik Sumi entah mengapa membuat Ella sedikit lega dan amarahnya yang tadi menyelimuti dirinya kini mulai mereda.
Bik Sumi memang benar, seharusnya Ella lebih sabar dan pengertian lagi dengan Suaminya Alex.
Selesai makan malam, Bik Sumi segera keluar dari kamar Ella agar Ella bisa istirahat.
__ADS_1
Namun hingga pukul 11 malam, Ella masih belum memejamkam matanya. Sedikit resah memang biasanya ada Alex disampingnya namun sekarang, Ia hanya sendiri disini.
"Nggak apa apa ya nak, besok Daddy pulang kok." kata Ella sambil mengelus perut buncitnya.
Terasa Baby Ella menendang perutnya membuat Ella tersenyum geli "Ternyata kamu juga belum tidur ya sayang? nemenin mommy begadang nih."
Ella dikejutkan oleh deringan ponsel miliknya, ternyata Alex.
"Tuh Daddy kamu malah video call nak." kata Ella lalu menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan.
"Belum tidur sayang?" tanya Alex terlihat sedang berbaring disofa, wajah Alex terlihat pucat seperti kelelahan.
"Belum bisa tidur mas, capek ya mas? wajah kamu pucet."
"Hmm, enggak kok tapi ngantuk! mau tidur keinget istriku jadi ya nggak bisa tidur." kekeh Alex.
"Ternyata kita sama mas." kata Ella lirih namun sepertinya Alex tak mendengar ucapan Ella.
"Ya udah sayang, udah malem sana tidur dulu jangan begadang kasian dedeknya." kata Alex yang langsung diangguki Ella.
Alex pun segera mematikan panggilan videonya, Melihat wajah Ella walaupun hanya lewat ponsel sudah mengobati rasa rindunya pada wanita itu.
"Telepon Kak Hanna ya? pakai sayang sayang segala sih kak udah tua juga." ejek Bianca yang sempat mendengar obrolan Alex.
"Nggak bisa tidur kak, Bi mikirin Mama, Bi belum bisa bahagiain mama, belum bisa bikin mama bangga, rasanya belum siap kalau tiba tiba mama harus pergi." ungkap Bianca dengan nada sedih.
Alex segera mendekati adiknya lalu memeluk penuh sayang, "Percayalah, semua akan baik baik saja."
Mendengar ungkapan Bianca rasanya Alex tak sanggup jika Bianca harus mengetahui penyakit yang diderita mamanya apalagi dokter juga mengatakan jika umur Mama Rena tidak panjang, pasti Bianca akan shock jika mengetahui kenyataan itu.
"Mama pengen Bi nikah kak, tapi Bi belum siap, Bi masih pengen nerusin kuliah Bi." lanjut Bianca lagi.
"Iya Kakak tau, Mama juga cerita sama kakak kalau kamu ngelanjutin diluar negeri, kenapa nggak disini saja sih Bi biar deket sama mama?"
"Aku tadi juga mikir mau pindah aja kak, aku pulang mau liburan malah Mama ngasih kejutan kayak gini, rasanya aku jadi anak nggak berguna banget kak ninggalin mama sendirian selama ini." sedih Bianca.
"Shuttt, udah jangan ngomong gitu lagi, yang penting sekarang kita jagain mama bareng bareng ya." kata Alex.
"Makasih ya kak."
Meskipun Mama Rena bukanlah mama kandung Alex namun Mama Rena juga sudah menyayanggi Alex selama ini jadi sudah sepatutnya Alex membalas semua kebaikan Mama Rena selama ini padanya.
__ADS_1
"Oh ya, kenapa Kakak nggak ngajak Kak Hanna? apa dia masih marah gara gara Papa ngelarang hubungan kakak?" tanya Bianca.
"Kakak udah cerai sama Hanna dan dia sekarang ada dipenjara." ungkap Alex yang membuat Bianca membegap mulutnya tak percaya.
"Kakak serius? trus tadi kakak telepon siapa?" tanya Bianca penasaran.
"Istri kakak yang baru, namanya Ella, dia istri pilihan Papa buat Kakak."
"Oh jadi gitu, kakak nikah lagi aku nggak dikabarin, berasa bukan adik aja." protes Bianca.
"Lagian siapa suruh keluar negeri." kekeh Alex.
"Kenalin dong kak, Dia baik kan kak nggak kayak Kak Hanna?" tanya Bianca.
"Hmm, baik banget nanti kapan kapan kakak kenalin ke kamu sama mama."
"Kenapa nggak besok aja kakak ajak kesini." Bianca terlihat tak sabar.
"Dia lagi hamil besar Bi, jadi kakak nggak tega kalau ngajak kesini."
Bianca terlihat senang melihat Alex akan memiliki anak sebentar lagi, mengingat pernikahan Alex dan Hanna yang tak membuahkan anak untuk Alex.
"Cie kakak udah mau jadi daddy dong, trus Bi jadi Aunty." senang Bianca membuat Alex ikut senang.
"Doakan saja Bi semoga lancar sampai lahiran, kakak juga udah nggak sabar sebenernya." kata Alex.
"Pasti dong kak, aku jadi nggak sabar ngeliat istri kakak Alex yang baru, cantik nggak kak?" tanya Bianca.
"Cantik dong."
"Lihat fotonya dong kak."
"Nggak mau."
"Kakak pelit, lihat fotonya dong kak." pinta Bianca lagi.
Karena jengah mendengar bawelan Bianca, Alex pun mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan foto Ella yang Ia potret secara diam diam. Jika diingat selama pernikahan mereka sama sekali tidak pernah selfi berdua jadilah Alex mengambil foto Ella diam diam agar saat jauh dari Ella Ia bisa memandang wajah Ella.
"Wah cantik banget kak." puji Bianca yang membuat Alex sedikit bangga.
"Cantik dong, istri siapa dulu."
__ADS_1
BERSAMBUNG...