
Pagi harinya, Alex dan Ella turun untuk sarapan diresto hotel. Mengingat semalam ada yang menganggu mereka namun kegiatan panas mereka sukses hingga beberapa ronde.
Bik Sumi yang tengah mengendong Baby Liu berjalan dibelakang mereka.
"Aku masih penasaran sama siapa yang udah ngerjain kita semalem." kata Alex saat keduanya sudah duduk disalah satu kursi yang ada diresto hotel.
"Udahlah mas, nggak usah dipikirin, mungkin memang salah kamar." Balas Ella yang masih saja membuat Alex penasaran.
"Den Alex, Non Ella, Bibik ajak adek kesana ya?" kata Bik Sumi tak ingin menganggu sarapan dua majikannya itu.
"Lho, nggak sekalian ikut sarapan kita Bi?" tanya Ella.
"Nanti aja non, masih belum laper." kata Bik Sumi.
"Ya sudah jangan diajak jauh jauh ya Bi." kata Alex.
"Siap Den.." balas Bik Sumi segera membawa Baby Liu ke sebuah taman yang ada disamping resto.
Alex dan Ella tengah menunggu pesanan mereka datang sambil sesekali berbincang hingga mata Alex tak sengaja melihat Vano memasuki resto bersama Riska.
"Woyyyy..." panggil Alex ke arah Vano membuat semua orang yang ada disana langsung menatap ke arah Alex tak terkecuali Vano yang juga langsung tersenyum tengil ke arah Alex.
"Mas apa sih, teriak teriak! malu tau!" kesal Ella karena meja yang Ia duduki jadi bahan tontonan orang yang ada disana.
"Ck, aku tau sekarang siapa yang ngerjain kita semalam."
"Emang siapa mas?" Ella pun ikut penasaran.
Vano mengajak Riska mendekati Alex dan Ella,
"Eh ada pengantin baru rasa lama." goda Vano langsung duduk di depan Vano.
"Mas jangan mulai deh." Riska mengingatkan membuat Vano hanya tersenyum tengil.
"Oh ya gimana malam pertama nya semalam? pasti asik dong ya." kata Vano.
"Asik banget, saking asiknya sampai ada yang mencetin bel kamar terus." sindir Alex yang membuat Riska langsung menatap ke arah Vano.
Jangan jangan semalam Vano berada didekat pintu kamar Alex karena sedang mengerjai Alex dan Ella, jika benar Vano seperti itu memang benar tak bisa di biarkan batin Riska.
"Emang siapa yang mencetin bel kamar Lo? bilang sama gue biar gue pites tuh orang, bisa bisanya dia ganggu saudara gue yang lagi asik *** ***." kata Vano dengan nada kesal.
"Nggak usah pura pura, gue tau itu Elo!" balas Alex malas.
Riska langsung saja menatap penuh curiga ke arah Vano apalagi Vano terlihat sangat gugup.
__ADS_1
"Eh jangan fitnah Lo ya? enak aja fitnah gue! lagian kurang kerjaan banget gue mencetin pintu kamar Lo, mendingan gue keloni istri gue!" sangkal Vano yang langsung mendapatkan cubitan dari Riska.
"Sakit sayang." keluh Vano mengelusi pinggangnya yang baru saja dicubit oleh Riska.
"Lagian ngomongnya mesum banget sih." kata Riska.
"Ya mau gimana lagi, aku nggak terima dituduh kayak gitu yank." keluh vano manja membuat Alex mendengus kesal.
"Udah udah, nggak usah dibahas lagi mas, lupain aja toh udah berlalu juga." kata Ella mulai menyahuti.
"Ck, aku tu masih yakin pake banget kalau Dia yang semalam gangguin kita." kata Alex sambil mengacungkan jari nya ke wajah Vano.
"Fitnah aja Lo tuh, nuduh nggak ada bukti!" kata Vano.
"Gimana gue bisa buktiin kalau Elo aja ngumpet semalem!" kesal Alex.
"Ya jelas ngumpet dong, kalau nggak ngumpet namanya nggak ngerjain!" batin Vano lalu terkekeh.
"Tuh liat, dia senyum senyum berarti bener dia yang ngerjain kita semalem." kata Alex melihat Vano tersenyum.
"Mas udah ah, kamu tuh apa sih!" kata Ella malu karena sedari tadi Alex terlalu berisik hingga membuat orang yang ada disamping mereka terganggu.
"Kayaknya mendingan kita pisahin aja deh La, mereka kalau ketemu bikin rusuh aja!" kata Riska mulai jengah dengan pertengkaran Alex dan Vano.
"Ayo mas kita kesana aja." ajak Riska pada Vano.
"Ya udah ayo lah sayang, aku juga males disini difitnah yang enggak enggak!" kata Vano bangkit dari duduknya dan mengikuti Riska, tak lupa Ia sedikit menjulurkan lidahnya pada Alex pertanda Ia mengejek Alex.
"Dasar sialan" gerutu Alex.
"Mas... mulutnya dijaga dong, udah punya anak juga." kata Ella tak suka Alex mengucapkan kata kasar.
"Dia yang mulai duluan sayang, aku yakin banget semalem itu kerjaannya dia." Alex masih saja kesal membuat Ella hanya geleng geleng kepala.
"Lagian nggak ada buktinya juga mas, udahlah lupain aja." kata Ella.
"Ck, kamu gampang bilang gitu, aku masih kesel! liat aja sampai aku tau siapa orangnya, bakal aku bales."
"Hmm, ya udahlah terserah mas aja! yukk makan dulu biar keselnya ilang." kata Ella kala makanan mereka sudah datang.
"Abis makan coba kita ke petugas buat liat Cctv nya, aku beneran masih penasaran." kata Alex.
"Iya mas, sekarang kita makan dulu!" ajak Ella yang langsung diangguki Alex.
Sementara Vano dan Riska sudah duduk dikursi yang berbeda, bahkan bisa dibilang jauh dari Alex dan Ella.
__ADS_1
Riska menatap Vano penuh curiga, sementara Vano yang ditatap santai saja tanpa merasa risih.
"Kamu sayang banget ya sama aku,? nggak mau kehilangan aku ya kok ngeliatinya gitu banget?" tanya Vano dengan percaya dirinya.
"Beneran bukan kamu kan mas yang ngerjain Alex sama Ella semalam?" tanya Riska.
"Kamu nggak percaya sama suami kamu ini?"
Riska memutar bola matanya malas, Vano mulai drama lagi "Bukan nggak percaya mas, aku tanya karena semalem aku liat kamu ada di deket kamar mereka."
"Trus kamu nuduh aku gitu?" tanya Vano pura pura kesal.
"Aku kan tanya mas, tinggal jawab aja iya apa nggak?"
"Nggak, puas!"
"Ck, jangan bohong mas! kamu tau kan aku lagi hamil kalau kamu suka bohong besok anak kamu ikutan gimana?" Riska menakut nakuti Vano.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih? seneng kalau punya anak tukang bohong!" kesal Vano.
"Ya gimana lagi, papinya aja juga suka bohong." balas Riska santai.
"Ck, iya iya aku emang semalem yang ngerjain mereka." ucap Vano akhirnya mengakui.
"Kamu tuh bener bener deh mas!" Riska mencubit pinggang Vano membuat Vano mengaduh.
"Sakit sayang, kamu tuh sukanya nyubitin aku ntar lama lama aku jadi kue cubit." kata Vano kesal.
"Biarin aja jadi kue cubit dari pada jadi manusia nyebelin kayak gini!" Riska tak kalah kesal.
"Lagian aku usil gini kan bukan mau aku! ini bawaan hamil anak kita." kata Vano.
"Ya ampun deh mas, kemarin kemarin otong kamu yang disalahin sekarang hamilnya aku, besok siapa lagi?"
"Kamu lah hahaha.".
"Dasar suami nyebelin!"
BERSAMBUNG...
Yang sabar gengs ngadepin Vano karena memang bawaan bayi jadi gitohh deh😂
Nggak sabar mau liat anaknya besok gimana yakk? asik kayaknya kalau satu gengs sama Baby Liu..
Btw, jangan lupa like vote dan komen...
__ADS_1