
Selesai sarapan bersama, Alex dan Ella terlihat bersantai menikmati acara televisi, bukan Alex dan Ella hanya Ella saja karena Alex sibuk menatap layar laptopnya.
Ella cukup mengerti suaminya sangat pekerja keras jadi Ella hanya bisa memaklumi itu.
"Apa kau suka kue donat?" tanya Ella.
"Dulu waktu kecil, Mama suka membuatkan untuk ku dan Bik Sumi juga sering membuatkan, kenapa?" tanya Alex.
"Aku ingin membuatkan untukmu, kau mau?" tanya Ella.
"Kau bisa?" tanya Alex yang kini sudah menutup laptopnya.
"Tentu saja bisa, apa kau mau membantu?" tanya Ella yang berusaha mengusir kebosanan berada dirumah tanpa melakukan apapun.
"Baiklah, aku akan membantu makan donatnya." goda Alex yang membuat Ella mendegus sebal. Alex hanya tertawa melihat Ella yang kesal.
Keduanya pun kini beranjak dan pergi ke toko bahan kue untuk membeli bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue donat.
Setelah dirasa cukup keduanya pun kembali kerumah dengan membawa satu kantong plastik berisi bahan bahan kue.
"Non Ella mau bikin apa?" tanya Bik Sumi melihat Ella dan Alex baru saja datang.
"Mau bikin donat bi, udah lama juga nggak bikin." kata Ella.
"Ya ampun, Non Ella bisa bikin?" tanya Bik Sumi.
"Bisa Bi... dulu suka bikin." jawab Ella.
"Palingan juga ntar kue nya bantat Bi." celetuk Alex yang membuat Ella mendelik kesal.
"Nggak usah ngehina deh, awas aja nanti kalau dihabisin." kesal Ella.
"Sini biar Bibi bantuin Non." kata Bik Sumi saat Ella sudah mulai memasukan bahan bahan kebaskom.
"Udah Bibi istirahat aja, biar Ella sendiri bisa kok." kata Ella mulai menguleni adonan.
"Iya Bi, biar Alex aja yang bantuin, dah sana Bibi Istirahat." tambah Alex yang membuat Bik Sumi mengangguk paham dan meninggalkan Alex dan Ella karena Bik Sumi juga tak ingin menganggu keduanya yang tengah berduaaan.
Alex begitu kagum melihat Ella yang lihai mengaduk adonan donat, hingga Ia gemas dan mengambil sedikit tepung lalu mencoretkan dipipi Ella membuat Ella menjerit kesal.
"Jangan mengangguku." kata Ella sebal.
"Aku tidak menganggu, aku hanya ingin menyeka keringat dipipimu." bohong Alex.
"Mana ada keringat dipipi, aku rasa kau juga harus merasakan nya." Ella ikut mengambil tepung dan dibalurkan diwajah Alex yang tengah duduk disampingnya, membuat Alex protes.
__ADS_1
"Aku hanya mencoret sedikit dan kau .."
"Hahaha wajah mu seperti bayi yang baru saja mandi." kekeh Ella.
Alex yang tak terima ikut mengambil segenggam tepung dan ikut dibalurkan diwajah Ella hingga wajah Ella terlihat putih penuh dengan tepung.
Keduanya melakukan hal yang sama hingga sama sama penuh dengan tepung dan saling menertawakan satu sama lain.
"Ya ampun, Non Ella dan Den Alex." Bik Sumi terkejut melihat sepasang suami istri yang kini sudah terbalur dengan tepung diseluruh wajah bahkan hingga di rambut sampai baju mereka, seperti sudah siap untuk di goreng.
"Ni Bik, mas Alex yang mulai duluan." kesal Ella mengadu pada Bik Sumi.
"Eh kok bisa aku sih, aku cuma ngolesin sedikit yaa, kamu tuh yang mulai." balas Alex tak terima.
Bik Sumi hanya geleng geleng kepala tak percaya Alex dan Ella bisa seperti anak kecil.
"Sudah sudah, lebih baik Non Ella dan Den Alex mandi dulu, biar ini Bibi yang beresin." kata Bik Sumi melihat dapur nya yang cantik dan bersih terlihat kotor dan berantakan.
Ella dan Alex menurut, keduanya memasuki kamar untuk mandi.
"Aku duluan ya mandinya." kata Ella.
"Enggak mau, aku maunya bareng aja." jawab Alex santai.
"Kalau berdua nanti lama." kata Ella yang mengerti maksud suaminya itu.
"Ya udah lah terserah aja." Ella kesal dan memasuki kamar mandi diikuti oleh Alex.
Keduanya menghabiskan waktu dikamar mandi hampir satu jam, tentu saja dengan sedikit bermain didalam sana.
Ella kembali kedapur dan melihat adonannya sudah mengembang sempurna.
"Itu langsung digoreng?" tanya Alex yang berada dibelakang Ella.
"Dicetak dulu." balas Ella.
"Gimana caranya?" tanya Alex lagi.
"Pake ini." Ella memperlihatkan sebuah cetakan donat berbentuk bulat bolong.
Ella mengambil sedikit adonan lalu Ia gilas dan dicetak menggunakan cetakan donat hingga donat bulat sempurna.
"Bagus, aku mau coba." kata Alex.
Ella memberikan alat pada Alex dan Alex mencoba membuat seperti Ella, awalnya adonan buatan Alex terlihat bagus namun lama lama tidak berbentuk, ada yang lonjong, oval, bahkan segitiga. Ella yang melihat tingkah Alex hanya menggelengkan kepala tak percaya, bagaimana bisa Alex yang biasanya dingin dan cuek bisa berlaku semenggelikan ini.
__ADS_1
"Apa jelek donat buatanku?" tanya Alex saat Ella tengah menggoreng donatnya.
"Hmm tidak juga, lagipula ini donatnya juga kita makan sendiri jadi tak masalah mau seperti apapun bentuknya." kata Ella.
"Kau berkata seperti itu seolah olah memang donat buatanku sangat jelek." gerutu Alex yang hanya dikekehi oleh Ella.
Selesai mengoreng dan setelah dingin, Ella mencelupkan donat pada coklat putih lalu ia beri toping meses, keju dan almond.
"Bagaimana rasanya?" tanya Ella saat Alex mulai mencicipi donat buatanya.
"Enak sekali, rasanya pas, dari mana kau bisa membuat donat seenak ini?" kata Alex memuji donat Ella yang rasanya memang benar benar mantap.
"Tadi bahkan kau menghinaku dan mengatakan jika donatku bantat." protes Ella.
"Ya ampun sayang, aku hanya bercanda! tapi ini benar benar enak." kata Alex mengakui.
Ella hanya tersenyum "Ya sudah, makanlah yang banyak jika memang menyukainya." kata Ella.
...
Setelah makan malam, Alex terlihat bersandar di ranjang sambil menunggu Ella yang sedang membersihkan wajahnya.
"Rasanya melelahkan." keluh Ella yang sudah berbaring disamping Alex.
"Bukankah sudah kukatakan jangan terlalu sibuk didapur, biarkan Bik Sumi yang mengerjakanya." kata Alex ikut berbaring lalu memeluk istrinya dari belakang.
"Pasti membosankan jika tidak melakukan sesuatu, lagipula aku memasak juga jika kau disini karena aku ingin melakukan kewajibanku sebagai seorang istri." kata Ella.
"Ya ampun sayang, aku beruntung sekali memilikimu." puji Alex merasa sangat bahagia.
Bersama Ella, Alex bisa merasakan bagaimana nikmatnya menjadi seorang suami yang dilayani, disayangi dan dihormati. Apalagi Alex baru pertama kali melakukan aktifitas didapur seperti tadi siang, dan rasanya benar benar menyenangkan.
"Rasanya aku ingin pulang kesini setiap hari." kata Alex.
"Kau tidak boleh seperti itu, kau harus bersikap adil." protes Ella.
"Cobalah sekali saja kau bersikap egois, melarangku pulang kemansion dan menyuruhku pulang kesini setiap hari." kata Alex yang langsung saja mendapatkan gelengan dari Ella.
"Aku tidak bisa, seperti bukan aku saja jika harus bersikap seperti itu." kata Ella.
"Apa kau tak menyanyanggi ku? apa kau bosan melihatku setiap hari?" tanya Alex.
"Jangan berkata seperti itu, aku mengatakan itu bukan karena tak ingin bersamamu setiap saat, aku ingin, sangat ingin tapi aku juga harus sadar akan posisi ku yang hanya wanita kedua, jadi mengertilah." jelas Ella yang langsung saja membuat Alex memeluk Ella erat erat.
"Kamu itu manusia apa malaikat sih, baik nya kebangetan." batin Alex.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...