ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
217 (end)


__ADS_3

Dina memasuki ruangan hendak memeriksa Riska yang sudah meringgis kesakitan sedari tadi bahkan suara keluhan terdengar keluar dari mulut Riska.


"Sabar ya, masih pembukaan 6 kita tunggu sampai pembukaan 10 dulu." kata Dina usai memeriksa.


"Sabar ya sayang, mana yang sakit biar aku elus." kata Vano yang terlihat pucat melihat istrinya kesakitan.


Dina yang melihat kekhawatiran dari raut wajah Vano mengulum senyum geli, seperti bukan Vano saja jika sedang seperti ini.


Ternyata pria se usil Vano bisa se khawatir itu jika menyangkut orang yang dicintai.


"Sakit mas." keluh Riska yang bisa didengar Dina.


"Udah ngehubungin keluarganya belum?" tanya Dina dan Vano menggeleng.


"Aku telepon orang rumah dulu ya sayang." kata Vano mengelus rambut Riska sebentar lalu pergi keluar untuk mengabari orang rumah.


Selesai mengabari, Vano hendak memasuki ruangan, berpapasan dengan Dina yang hendak keluar.


"Mau kemana Lo?"


"Masih pembukaan 7, masih lama." balas Dina.


"Bilang aja mau ngehindarin kakak ipar gue." ejek Vano.


Dina hanya mengeleng tak percaya, disaat seperti ini bisa bisanya Vano bercanda seperti itu, dan lagi dari mana Vano tau jika Ia pernah dekat dengan Rangga? pasti ini ulah Alex menyebalkan itu.


"Kasian banget sih ditinggal nikah!" ejek Vano lagi membuat Dina geram dan menendang kaki Vano.


"Adowww, sakit gila." teriak Vano yang tak digubris oleh Dina malah pergi meninggalkan Vano yang mengaduh.


"Aku udah hubungin Ayah, Mama sama Bang Rangga. sabar ya sayang kamu pasti kuat." kata Vano kembali mendekati Riska.


"Kamu kenapa? kok jalan nya pincang?"


"Biasa, ada orang gila didepan." kesal Vano.


"Haaa, orang gila? aduhhh.."


"Tuh kan, kamu nggak usah banyak ngomong dulu nanti sakit lagi." kata Vano kembali mengelusi perut Riska.


"Kayak mau keluar tapi kok nggak boleh dikeluarin sekarang? kenapa mas? udah sakit banget." keluh Riska lagi.


"Pembukaannya belum pas sayang, sabar ya."


"Ya Allah sakit banget." keluh Riska lagi membuat Vano tak tega karena melihat wajah Riska semakin pucat.


"Sial, Dina kemana sih!" gerutu Vano.


"Aduhhh sakit..."


"Kita punya anak satu aja ya yank, nggak tega kalau tiap tahun harus ngeliat kamu kayak gini." ucap Vano dengan tatapan sendu.


"Makanya kamu jangan minta jatah terus dong,"


"Beda lah sayang, yang penting main aman, jatah jalan terus dong."


"Aduh duh, sakit mas." keluh Riska mencakar lengan Vano.


Vano hanya meringgis saja, biarlah Ia mau dicakar, ditampar biar merasakan sakit yang dirasa Riska.


Pakde, Budhe datang langsung memasuki ruangan Riska, begitu juga dengan Mama Wina yang terlihat khawatir karena ini cucu pertama untuk mereka.

__ADS_1


Sementara Rangga dan Bianca menunggu diluar.


"Riska udah nggak kuat lagi Bu." keluh Riska saat Budhe mendekat dan mengelus rambut Riska, memberi kekuatan pada putrinya yang sedang berjuang.


"Sabar sayang, istigfar... Riska pasti bisa." kata Budhe kini bergantian mengelus perut Riska.


Dina memasuki ruangan setelah dipanggil oleh Vano,


"Kok lama banget!" bisik Wina.


"Tau tuh dokter gadungan, tau gini nggak lahiran disini." kesal Vano.


"Husst, kamu tuh suka sembarangan kalau ngomong!"


"Udah pembukaan 10, silahkan yang masih diruangan cukup 2 orang saja." pinta Dina dan tentu saja hanya Budhe dan Vano yang menemani didalam.


"Akhhh, sakitt."


"Tarik nafas panjang, keluarkan... Dan mulai mengejan ya." kata Dina yang kini sudah dibantu dua suster disampingnya.


Setelah hampir 30 menit akhirnya ...


Oekkk....


Oekk.....


Tangisan bayi mulai terdengar membuat semua orang bernafas lega.


"Bayi nya ganteng nih, jagoan dong." kata Dina memberikan bayi yang masih berlumuran darah pada Suster untuk dibersihkan.


"Terimakasih sayang sudah berjuang untuk keluarga kecil kita." ucap Vano lalu mengecup kening Riska menambah keharuan diruangan itu.


Budhe yang melihat betapa Vano menyayanggi putrinya pun ikut terharu.


Vano hanya menatap malas ke arah Dina lalu berjalan ke arah Baby nya untuk mengadzani Baby nya.


Setelah selesai di adzani, semua orang sudah berkumpul untuk melihat baby yang baru lahir.


"Ganteng banget!" puji Bianca.


"Ganteng dong, siapa dulu bapaknya!" celetuk Vano yang membuat semua orang memandang ke arahnya.


"Ekhem.." Vano berdehem untuk mengurangi rasa malu.


"Namanya siapa?" tanya Wina.


"Revan Adhi Atmaja."


"Bagus, cocok nih sama Baby nya yang ganteng." puji Bianca lagi.


"Makanya kita harus rajin bikin yank biar bisa segera dapet kayak gini." bisik Rangga ditelingga Bianca membuat Bianca malu lalu memukul lengan Rangga.


....


Ella yang mendapatkan kabar jika Riska sudah melahirkan pun bergegas mengajak Alex untuk menjengguk bayi Riska.


"Yeee, Liu bakal dapet temen yaa." ucap Ella senang saat mereka berada didalam mobil perjalanan menuju rumah Vano.


"Trus kapan nih Liu punya adik?" goda Alex.


"Ck, mas ini.." gerutu Ella membuat Alex terkekeh.

__ADS_1


Ella buru buru keluar sambil mengendong Baby Liu kala mereka sampai dirumah Vano.


"Tuh, kakak udah dateng." ucap Riska kala melihat Ella memasuki rumah Vano.


"Yee, Liu bakal ada temen nih."


Para wanita asyik mengobrol banyak hal sementara Vano yang tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk acara Aqiqah putra nya yang hampir berusia 7 hari pun.


Alex menendang kaki Vano kala Vano yang melihat Alex yang sedari tadi dibelakang nya.


"Gila Lo bang!" kesal Vano.


"Eee, jadi bapak nggak boleh marah marah ya, ntar cepet tua, kasian anaknya nggak punya bapak!"


"Lo doain gue cepet mati!"


"Umur mana ada yang tau sih." kekeh Alex lalu berjalan meninggalkan Vano yang mengerutu.


....


2 tahun kemudian...


Ella merasakan akhir akhir ini perutnya terasa sakit. berkali kali Alex memaksa mengajak Ella periksa namun Ella menolak dan kali ini Ella tak menolak lagi karena semakin hari rasa sakitnya semakin parah.


"Ada fibroid yang tubuh di rahim Ella hingga kita harus segera melakukan histerektomi atau pengangkatan rahim." jelas Dokter Rino yang membuat Ella dan Alex terkejut.


"Ap-apa itu artinya saya tidak bisa hamil lagi?" tanya Ella dengan bibir bergetar.


"Ya, memang cukup berat menerima kenyataan. namun ini harus segera dilakukan agar nyawa Ella terselamatkan."


"Lakukan apapun asal istriku bisa baik baik saja " jelas Alex.


"Mas, tapi kita nggak akan punya ana-"


"Husst, Kita sudah punya Baby Liu." ucap Alex memeluk istrinya memberi kekuatan pada istrinya.


Setelah beberapa kali pemeriksaan, akhirnya dokter mulai melakukan operasi pengangkatan rahim Ella dan bersyukur semua berjalan dengan lancar.


Dan saat ini Ella tengah menatap langit kamar rumah sakit, disampingnya ada Alex yang setia menemaninya dan mengenggam tangan nya.


"Apa yang kamu pikirin sayang?" tanya Alex melihat Ella melamun.


"Maafin aku mas."


"Maaf kenapa?" Alex terlihat khawatir.


"Kalau saja aku nuruti permintaan mas buat bikin adik untuk Liu pasti nggak akan kayak gini, aku udah jadi istri durhaka. maafin aku mas." Ella kembali menangis membuat Alex merasa bersalah karena sempat mengoda Ella untuk hamil lagi.


"Sayang, dengerin aku... meskipun hanya ada Baby Liu, meskipun kamu nggak bisa hamil lagi. aku bakal tetep ada disini buat kamu, i love you more dan forever. nggak akan aku ninggalin kamu hanya karena masalah seperti ini." jelas Alex yang membuat Ella semakin terisak.


"Kita udah punya Baby Liu dan aku bersyukur. kita bertiga sudah cukup.. jadi jangan sedih lagi hmm." Kata Alex mengelus rambut Ella lalu mengecup kening Ella.


"Kamu nggak akan nikah lagi?"


Alex terkekeh "Nggak akan, cukup kamu dan Baby Liu. aku sudah bersyukur punya kalian."


"Jangan pernah lelah menemaniku sampai akhir hayat kita ,Ella istriku sayang."


"Meski kita berawal dari perjodohan, meski kamu sempat menjadi yang kedua tapi sekarang aku janji hanya akan ada kamu saja dihidupku sampai akhir hayat kita. Love you more my beutifuly wife."


"Terimakasih mas... terimakasih." Ella menghambur ke pelukan Alex. tak peduli dengan selang infus yang masih menancap ditangan nya karena Ia hanya ingin mendekap tubuh suaminya sekarang, dan mempercayai jika dirinya sekarang istri satu satunya bukan lagi istri kedua dari Tuan Alex yang pernah bersikap dingin padanya.

__ADS_1


Ending.....


__ADS_2