ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
55


__ADS_3

Alex kesal sekali, Ia datang kerumah Ella karena ingin Ella menemani dan menghiburnya namun Ella malah sibuk diluar dan meninggalkanya dikamar sendiri.


Dan yang lebih menyebalkan lagi adalah saat Ella memanggil Vano untuk memeriksanya. Sungguh Alex ingin menghukum gadis itu nanti.


"Aku tak tau jika ternyata kau bisa sakit." kata Vano dengan senyum tengilnya.


Alex hanya menatapnya tajam tak menghiraukan ucapan Vano apalagi menjawabnya.


"Apa kau merasa pusing?" tanya Vano yang lagi lagi Alex hanya diam.


"Hey ayolah ini sudah 5 tahun berlalu, bukankah seharusnya kita berdamai." kata Vano mengingat Alex masih diam saja.


"Baiklah jika tak mau menjawab, apakah aku harus memanggil istri kecilmu itu untuk menjadi penghubung diantara kita?" tanya Vano.


"Jangan menganggu istriku!" desis Alex yang akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Hahaha baiklah, aku tak tau jika ternyata kau suami yang posesif." kata Vano.


"Berhentilah bercanda, dan periksalah aku, kau pikir disini panggung lawak?" ketus Alex.


"Bagaimana aku bisa memeriksamu jika kau saja tak mengatakan keluhanmu, aku ini dokter bukan dukun." kekeh Vano.


Alex terdiam sebentar sebelum akhirnya Ia mengatakan sesuatu pada Vano.


"Apa yang kau ketahui tentang Hanna?" tanya Alex.


"Apa ini keluhan sakitmu? sebenarnya kau ini sedang sakit hati atau sakit demam." kekeh Vano.


"Berhentilah bercanda brengsek atau lebih baik kau keluar saja dari sini!" kata Alex geram.


"Oh baiklah baiklah tuan pemarah," Vano terdiam sebentar "Jika aku mengatakan sesuatu tentang Hanna apa kau akan percaya?" tanya Vano.


Alex terdiam lagi "Ya aku akan mencoba mempercayai mu." jawab Alex "Cepat katakan, sebenarnya apa yang terjadi 5 tahun yang lalu?" tanya Alex.


"Bukankah sudah kukatakan padamu, waktu itu sebelum menikah denganmu Hanna hamil dan Ia juga mengugurkan kandungannya demi bisa menikah denganmu, kenapa kau masih tak percaya perkataanku? aku benar benar berkata sejujurnya padamu, aku tidak menfitnahnya." kata Vano.


Alex masih diam.


"Jika kau tak mempercayaiku, apa kau percaya dengan karma?" tanya Vano.


"Apa maksudmu?" Alex terlihat binggung.


"Setahun pernikahan kalian Hanna dinyatakan terkena kanker serviks dan mengharuskan rahimnya diangkat hingga kalian tak mempunyai keturunan sampai sekarang." jelas Vano "itulah yang ku maksud dengan Karma, dia membuang bayinya disaat Tuhan memberikan nya dan sekarang dia sudah tak akan mempunyai kesempatan untuk memiliku lagi." kata Vano lagi.

__ADS_1


"Benarkah yang Vano katakan? benarkah Hanna pernah melakukan hal sekejam itu, mengugurkan bayinya hanya karena ingin menikah dengan Alex? Batin Alex.


Alex memang sudah mengetahui kelamnya masa lalu Hanna, bahkan Alex juga sudah tau jika Hanna adalah mantan pelacur dan Alex tidak mempemasalahkan itu namun ternyata banyak yang belum diketahui oleh Alex tentang Hanna.


"Kau tidak mempercayaiku? tidak masalah aku hanya mengatakan yang sebenarnya.'' kata Vano lagi.


"Aku akan mencoba memikirkan ucapanmu." kata Alex lirih.


"Jadi kita berdamai?" tanya Vano terlihat senang.


"Tentu saja tidak!" kata Alex yang langsung membuat Vano terbahak.


"Jika kau ingin memikirkan ucapanku ataupun mengetahui sesuatu tentang Hanna, carilah diruangan pribadi Ayahmu." kata jelas Vano.


"Papa?" tanya Alex.


"Ya, disana mungkin kau akan mendapatkan sesuatu." jelas Vano.


"Baiklah aku akan kesana kapan kapan." jawab Alex.


"Aku masih tak menyangka Kau bisa mengkhianati Hanna, aku pikir kau sangat mencintainya, bahkan dulu kau begitu mempercayai apapun yang dikatakan Hanna, apa 5 tahun pernikahan kalian sudah memudarkan rasa cintamu itu?" ejek Vano.


"Jaga bicaramu, aku dijodohkan dengan Ella sebelum Papa meninggal." ungkap Alex.


"Ahh, jadi namanya Ella? sangat cantik seperti orangnya." kata Vano.


"Oh kau sangat posesif ternyata, aku bahkan sudah pernah membuka bajunya."


"Apa kau bilang? dasar pria brengsek berani beraninya kau menyentuh Ella ku." kata Alex bangkit dan hendak memukul Vano.


"Ya ampun, apa yang terjadi disini?" tanya Ella yang baru saja memasuki kamar dengan membawa nampan dengan semangkuk bubur, terkejut melihat Alex hendak memukul dokter Vano.


"Apa yang kau lakukan pada dokter Vano?" tanya Ella yang sudah meletakan buburnya dimeja dan mendekati kedua pria itu.


"Tolong aku Nona Ella, dia akan memukulku saat aku akan memeriksa tubuhnya." adu Vano membuat Alex melotot tak percaya.


"Berhentilah membuat drama!"desis Alex kesal.


"Kau dengar Nona, bahkan dia memarahiku." kata Vano lagi.


"Ya ampun, kenapa kau kekanakan sekali, dia hanya akan memeriksa tubuhmu, biarkan saja." kata Ella.


"Kau membelanya? sungguh menyebalkan." Alex semakin kesal saja sedangkan Vano terkekeh senang bisa mengoda sepupunya itu.

__ADS_1


"Aku tidak membelanya, kenapa kau marah padaku?" tanya Ella heran.


''Aku kesal, bisa bisanya dia mengatakan jika membuka bajumu.'' adu Alex tak mau kalah.


Ella lalu menatap Vano tajam, meminta penjelasan perkataan Alex yang baru saja Ia dengar.


"Hey, bukankah jika sedang memeriksa kita harus membuka bajunya." kata Dokter Vano tak ingin disalahkan.


"Jadi benar dia pernah membuka bajumu?" tanya Alex pada Ella.


"Hey jangan marah bung, aku membuka bajunya sedikit karena harus memeriksa nya waktu itu, astaga Ella suamimu sangat posesif sekali." gerutu Vano melihat Alex benar benar marah.


"Ah aku ingat, memang dokter Vano membuka bajuku sedikit untuk memeriksaku pagi itu, bukankah memang sudah biasa jika seorang dokter membuka baju pasien nya?" Kata Ella.


"Tetap saja, mulai besok jangan biarkan dokter pria manapun memeriksa mu apalagi membuka bajumu karena kita tak tau apa yang akan dilakukan oleh dokter itu selanjutnya.'' Jelas Alex yang hanya diagguki Ella.


"Jaga ucapanmu bung, kau pikir aku dokter cabul?" protes Vano.


"Aku tidak mengatakan jika itu dirimu, kenapa kau harus tersinggung." ejek Alex.


"Nona Ella, suamimu benar benar mengesalkan." kata Vano terlihat kesal.


"Maafkan dia dokter, jadi suamiku sakit apa dokter?" tanya Ella.


"Dia tidak sakit, hanya manja!" kekeh Vano membuat Alex melemparkan bantalnya ke wajah Vano.


"Jangan seperti itu!" kesal Ella melihat tingkah kekanakan Alex.


"Maafkan karena menganggumu sepagi ini Dokter, dan saya juga sudah menyiapkan sarapan serta teh hangat nikmatilah dulu sebelum pulang." kata Ella.


"Ya ampun Nona Ella kau baik sekali, andai saja aku memiliki istri sepertimu pasti sangatlah bahagia hidupku ini." canda Vano yang membuat Alex kembali melemparkan gulingnya.


"Sialan, pergi kau dari sini, jangan menggoda istriku! dasar dokter cabul!" geram Alex, Vano terkekeh mengejek sebelum Ia berlari keluar dari kamar.


Ella hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua saudara yang saling iseng itu.


"Seharusnya kau tak perlu menyiapkan sarapan untuknya, bisa bisa dia kesini setiap hari untuk meminta sarapan!" gerutu Alex.


"Sayang, sudahlah jangan seperti itu! ayo sarapan dulu ayo sudah membuatkan bubur untukmu." kata Ella duduk dipinggir ranjang.


"Aku tidak akan makan jika tidak disuapi.'' Rajuk Alex.


"Baiklah bayi besarku, aku akan menyuapimu." kata Ella berhasil membuat Alex tersenyum geli.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA...


__ADS_2