
Hari ini adalah hari senin, hari yang membuat Alex sangat malas, tidak hanya hari senin namun selama 4 hari kedepan pasti akan menjadi hari yang sangat membosankan untuk Alex.
"Jika terjadi sesuatu kau harus segera mengabariku hmm?" Kata Alex sebelum meninggalkan rumah Ella.
"Baiklah Tuan Muda, segera lah berangkat ini sudah sangat siang." kata Ella melihat sudah pukul 9 pagi.
"Berhentilah memanggilku Tuan Muda," kesal Alex.
"Kenapa? dulu aku juga memanggilmu begitu."
"Jangan pernah samakan sekarang dengan dulu." protes Alex.
"Baiklah suamiku, segera lah berangkat." kata Ella yang langsung membuat Alex tersenyum senang.
"Aku sangat menyukai panggilan itu." kata Alex segera membawa tubuh Ella kedalam pelukan nya.
"Sudahlah, segera berangkat, apa kau tidak lihat Sandi sudah menantimu sejak tadi." kata Ella melihat Sandi memang sudah berada didepan.
"Biarkan saja, salah sendiri datang sepagi ini." kesal Alex menatap kearah Sandi membuat Sandi jadi salah tingkah.
"Sudahlah, lebih baik berangkat sekarang.''
"Baiklah, aku akan berangkat sekarang." kata Alex tak tahan dengan ocehan Ella yang sudah mengusirnya sedari tadi.
Alex terlihat mencium dua pipi Ella, kening dan tak lupa bibir Ella yang ia ***** sedikit.
"Astaga, ini diluar Mas." kata Ella sedikit berteriak melihat Mereka sedang berada didepan pintu.
"Aku tau, jika saja didalam pasti tidak hanya ciuman saja." balas Alex tersenyum menggoda membuat Ella hanya mengeleng kepalanya.
Setelah Alex sudah masuk mobil dan tak terlihat lagi, Ella memasuki rumah.
"Rasanya aku malas sekali pergi kekantor." gerutu Alex didalam mobil.
"Tapi Tuan harus pergi, bukankah hari ini akan ada meeting dengan orang orang penting?" tanya Sandi.
Alex mengangguk "Ya kau benar, dan aku akan pulang malam hari ini." Balas Alex yang hanya membuat Sandi tersenyum geli. bagaimana tidak? saat pulang kemansion Alex selalu pulang malam berbeda jika pulang kerumah Ella selalu saja buru buru bahkan tak jarang membatalkan semua pertemuan agar bisa segera pulang.
"Apa kemarin Tuan hanya dirumah saja?" tanya Sandi memberanikan diri mengingat kemarin Ia sama sekali tak dihubungi oleh Alex.
"Ya, Ella mengajakku membuat donat." kata Alex sambil tersenyum mengingat kejadian siang kemarin.
"Apa? donat?" Sandi terlihat geli mendengar bagaimana bisa Tuan Alex yang terkenal dingin dan sadis mau membantu istrinya membuat donat, seperti bukan Tuan Alex saja.
__ADS_1
"Iya, dia memang sangat berbeda dengan gadis lain nya, jika para gadis akan mengajak jalan jalan ke mall dia malah mengajakku membuat donat, benar benar mengelikan." kata Alex sambil terkekeh.
Sandi yang melihat Alex sangat bahagia juga ikut bahagia. apalagi banyak perubahan yang terjadi pada Alex setelah menikah dengan Ella salah satunya Alex sering mengajaknya mengobrol berbeda dulu sebelum mengenal Ella, jangankan mengajak mengobrol Sandi bertanya saja sudah disentak.
Duh Non Ella memang toxic yang baik untuk Tuan Alex.
...
Siang hari Ella sudah menyiapkan makan siang untuk Alex, segera Ia bersiap untuk pergi kekantor Alex.
"Non Ella bener mau kekantor? nggak bibi aja yang kesana?" tawar Bik Sumi mengingat Ella tengah hamil muda.
"Enggak apa apa Bi, lagian aku juga mau ketemu sama Alex." kata Ella jujur.
"Ya ampun Non, udah kangen ya?" goda Bik Sumi dan Ella hanya tersenyum.
"Nggak tau Bi, semenjak hamil bawaan nya pengen liat mas Alex mulu." jujur Ella.
Bik Sumi terkekeh "Ya udah sana Non, hati hati ya." kata Bik Sumi yang diangguki Ella.
Ella pergi kekantor menggunakan mobil barunya pemberian dari Alex dan diantar oleh sopirnya.
Sesampainya dikantor, semua karyawan Alex terlihat sopan dengan Ella karena mereka semua tau jika Ella juga istri Alex.
"Maaf Bu, Pak Alex nya sedang meeting." kata Riri sopan.
"Ya udah biar aku tunggu didalam." kata Ella langsung memasuki ruangan Alex.
"Tapi bu, Ada Bu Ha-" belum sempat melanjutkan Ella sudah masuk kedalam.
"Ya ampun istri muda ketemu istri tua, semoga didalem nggak ribut." celetuk Riri kemudian melanjutkan pekerjaan nya.
Ella memasuki ruangan Alex dan terkejut melihat Hanna didalam tengah duduk dikursi Alex sambil memainkan ponselnya.
Mata Hanna melotot tajam melihat Ella yang memasuki ruangan sambil membawa rantang.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Hanna ketus, bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Ella yang berdiri didepan pintu.
Ella cukup terkejut melihat perubahan sikap Hanna yang berbeda sekali dengan Hanna saat bersama Alex pasti Hanna sedikit lembut padanya.
"Aku cuma mau nganter makan siang buat Mas Alex." kata Ella acuh.
"Oo jadi gini ya kelakuan kamu dibelakang aku, sekarang udah nggak tinggal dimansion dan kamu nyari kesempatan buat merayu Alex supaya apa? supaya kamu bisa kembali ke mansion dan mengusir aku dari sana iya?" tuduh Hanna dan entah mengapa membuat Ella sangat kesal.
__ADS_1
"Apa wanita ini gila? lagipula siapa yang ingin tinggal disana jika Ia saja sekarang sudah memiliki rumah yang bisa membuatnya sangat nyaman, meskipun tidak sebesar dan semewah mansion tapi setidaknya Ia bahagia tinggal disana." batin Ella kesal dengan tuduhan Hanna.
"Kenapa cuma diem aja? bener kan yang aku omongin!" sentak Hanna.
"Kenapa kamu harus setakut itu? apa itu yang selalu ada dipikiran kamu tentang aku?" tanya Ella santai.
"Aku tau kamu itu wanita licik, kamu cuma mau ngincer harta Alex aja kan!" tuduh Hanna lagi.
"Aku atau kamu yang seperti itu?" tanya Ella santai.
Hanna terlihat geram melihat semua ucapan nya tidak membuat Ella takut atau marah justru terlihat santai sekali.
"Jika hanya harta saja yang kamu pikirkan, jangan sampai kamu kehilangan orang yang mencintai kamu." kata Ella hendak keluar "Oh ya aku kesini karena memang Alex yang memintaku untuk selalu mengantar makan siang, jadi jangan salahpaham." kata Ella meletakan Rantang dimeja kemudian keluar.
Sialan, berani beraninya gadis ingusan itu menceramahiku! batin Hanna kesal.
Hanna lalu mengelurkan ponselnya untuk menghubungi seseorang. "Segera ikuti wanita yang baru keluar kantor memakai dress warna peach, cari tau dimana Ia tinggal." kata Hanna lalu mematikan panggilan telepon.
"Tunggu saja Ella aku akan menghancurkanmu! karena bukan kamu yang pantas bersama Alex, hanya aku yang pantas ya hanya aku!" gumam Hanna lalu tertawa.
Alex baru saja keluar dari ruang meeting dan akan kembali keruangan nya namun saat melewati Riri Ia pun berberhenti.
"Kemana Riri?" batin Alex melihat meja Riri kosong.
Alex segera masuk keruangan nya, terkejut melihat Hanna tengah duduk disofa dan menyiapkan makanan untuknya.
"Kau disini? aku pulang hari ini tidak bisakah menungguku dirumah saja?" tanya Alex menghampiri Hanna.
"Aku kesini membawakan makan siang, apa salah?" tanya Hanna.
"Tidak juga, kebetulan aku juga sudah lapar." Alex menerima piring dari Hanna sambil terus memastikan apa ini benar Hanna istrinya atau bukan.
"Apa ini masakanmu?" tanya Alex saat sudah menyuapkan satu sendok nasi kemulutnya.
"Tentu saja, aku sudah belajar masak dari Nisa." jawab Hanna sedikit gugup.
Alex mendengar jawaban Hanna sedikit ragu pasalnya rasa makanan ini sama persis seperti buatan Ella.
"Apa benar ini masakan Hanna?" batin Alex.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA.. 😘😘😘
__ADS_1