
Sesampainya dimansion, Ella dan Alex sudah ditunggu oleh Bik Sumi diluar.
"Non kayaknya Den Liu ngambek deh." kata Bik Sumi yang segera saja menghampiri Ella yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Ngambek gimana Bik?"
"Nggak mau minum susu asi yang di tinggal dirumah, cuma diem bae dari tadi, nggak nangis juga, kan Bibik malah binggung." Jelas Bik Sumi. Memang sebelum Ella pergi sempat memeras asinya untuk Baby Liu, karena Ella memang tak bisa mengajak Baby Liu yang belum genap berumur seminggu.
"La sekarang sama siapa Bi?" tanya Ella berjalan memasuki kamar Baby Liu diikuti Bik Sumi dan Alex.
"Sama Nita non(salah satu maid) tadi Bibik tinggal turun buat ambil minuman, Bibik haus." jelas Bik Sumi yang langsung diangguki Ella.
Sesampainya dikamar Baby Liu, memang ada Nita disana yang terlihat sedang menggoda Baby Liu yang berada di keranjang tidurnya.
"Baby Liu nggak mau senyum Non, udah di godain dari tadi juga." keluh Nita membuat Ella terkekeh.
"Sini biar aku aja yang gendong." pinta Alex tangannnya hendak meraih Baby Liu namun dicegah oleh Ella.
"Kita bersih bersih badan dulu mas, kan habis dari luar."
Alex langsung mengaruk kepalanya, ingat jika Baby Liu masih rentan dengan penyakit yang dibawa dari luar.
"Hampir aja lupa sayang." kekeh Alex lalu memasuki kamar mandi, diikuti Ella.
Selesai berganti pakaian dan sudah bersih , Ella segera saja mengambil Baby Liu dan Ia bawa dalam pelukannya.
"Kita keluar dulu ya non." kata Bik Sumi membiarkan pasutri ini bersama Baby Liu.
"Oke deh Bik." balas Ella yang langsung membuat Bik Sumi dan Nita langsung saja keluar dari kamar Baby Liu.
Memang sedikit aneh dengan Baby Liu, jika biasanya saat digendong pasti bergerak gerak, namun kali ini hanya diam saja, dan saat Ella dan Alex memandangi wajah Baby Liu malah sibuk memandang ke arah lain.
"Beneran ngambek nih kayaknya anak Daddy." celetuk Alex yang langsung diangguki Ella.
Ella pun tersenyum lalu menciumi pipi Baby Liu gemas, "Ih Daddy nya juga mau dong nyium". protes Alex.
Alex menciumi Baby Liu dan sedikit menggesekan dagu nya yang dipenuhi bulu rambut membuat Baby Liu tersenyum geli.
__ADS_1
"Eh udah bisa senyum ya nak, udah nggak ngambek lagi." kata Ella namun langsung saja senyum Baby Liu itu pudar membuat Alex dan Ella tertawa geli dengan tingkah putranya itu.
"Kok bisa gini ya anak Daddy?" gumam Alex sambil geleng geleng kepala tak percaya, putra nya yang masih baby sudah bisa menunjukan ekspresi nya.
Ella kembali tersenyum, menciumi Baby Liu lalu mengatakan dengan lembut "Sayang, maafin Daddy sama Mommy ya kalau tadi nggak ngajak Baby Liu ikut Daddy sama Mommy, besok kalau Baby udah besar pasti diajak kemana mana kok, udah ya sayang jangan ngambek lagi."
Masih tak ada respon dari Baby Liu membuat Alex maupun Ella semakin gemas.
"Nanti Daddy libur deh nggak kerja, nemenin Baby seharian, udah dong sayang jangan ngambek lagi." kata Alex sambil mengelusi pipi putranya, namun tetap saja Baby Liu tak bergeming.
"Ya udah besok kalau Daddy sama Mommy ke acara nikahan om Vano, Babby Liu diajak deh nggak ditinggal lagi." kata Ella mengeluarkan jurus terakhir yang nyatanya bisa membuat Baby Liu tersenyum.
Alex dan Ella benar benar dibuat tak percaya oleh tingkah putranya yang masih bayi itu.
"Kok dia sudah paham sama apa yang kita omongin sih sayang?" bisik Alex ditelingga Ella takut Baby Liu mendengar.
Ella hanya tertawa, "Aku juga nggak tau mas."
"Ya udah sekarang kita rebahan diranjang yuk sambil *****." ajak Ella bangkit dari duduknya berjalan menuju kamarnya dan diikuti Alex.
"Haus banget ya nak sampai rakus gitu nyedotnya?" kekeh Alex melihat Baby Liu langsung lahap menyedot asi nya.
"Iya kali mas, kita udah pergi hampir 3 jam jadi mungkin memang Baby Liu sudah kelaparan."
"Duh ngeliat Baby nyedot gini, Daddy juga pengen dong Mommy." bisik Alex.
"Hmmm yang katanya mau puasa 2 tahun." sindir Ella.
"Ck, lama banget sih Mommy, nggak tahan deh kayaknya." kekeh Alex.
"Sabar ya Daddy masih 35 hari lagi."
"Ck lama..." keluh Alex membuat Ella terkekeh.
...
Pagi harinya Vano dibuat binggung kala Ia bangun tidur dan tak melihat ada Riska disana.
__ADS_1
"Apa dia belum datang ya?" batin Vano sekali lagi memutari dapur memeriksa jika memang benar Riska belum datang.
Vano mengerutu kesal, Dia tau jika hari ini adalah wekeend namun tetap saja Riska tak boleh terlambat datang dan memasak untuknya apalagi pagi ini Vano juga ada jadwal praktek, Mana bisa Ia konsen bekerja jika belum melihat Riska pagi ini.
Benar benar benar sudah di buat bucin oleh Riska.
Vano duduk diruang tamu, menunggu Riska berharap Riska segera datang namun hingga 30 menit Vano menunggu Riska belum juga muncul membuat Vano kesal lalu mendial nomer Riska.
Cukup lama Riska menjawab panggilannya membuat Vano mengerutu kesal "Lagi ngapain sih."
Beruntung Riska segera menjawab panggilannya jika tidak mungkin Vano sudah meluncur kerumah Riska sekarang juga.
"Haloo." suara serak khas bangun tidur milik Riska sudah terdengar.
"Kamu kemana sih? baru bangun tidur?" tanya Vano mendengar suara Riska sepertinya memang baru bangun tidur.
"He,em, kenapa sih pagi pagi udah gangguin aja!"
"Ck, gimana bisa kamu bilang gitu? aku dari tadi nungguin kamu datang masakin aku malah baru bangun tidur, kamu udah lupa sama kewajiban kamu?" protes Vano dengan nada kesal.
"Aku pikir karena kita seminggu lagi mau nikah, udah nggak perlu masakin kamu lagi buat seminggu ini." jelaa Riska yang sebenarnya masih malas bertemu Vano. Riska masih kesal dengan keputusan Vano yang meminta pernikahan mereka seminggu lagi.
"Nggak bisa gitu dong, trus aku makan nya gimana kalau nggak kamu masakin?" protes Vano. Vano tak bisa membayangkan jika selama seminggu ini Riska tak datang memasak berarti Vano juga tak bisa melihat Riska apalagi sekarang Ia sudah terbiasa makan masakan Riska, bagaimana bisa Riska melakukan ini padanya.
"Ya kan biasanya jajan, udahlah kasih aku libur seminggu, lagian besok kalau udah nikah juga bakal dimasakin terus." kata Riska.
"Ya udah kalau kamu nggak mau masakin aku, mulai nanti kalau aku mau makan diluar kamu harus nemenin!" kata Vano santai, ya ini salah satu cara agar bisa bertemu dengan Riska.
"Haaa?" Riska melonggo tak percaya.
"Kamu nggak mau kan kalau aku makan diluar sendirian trus digodain cewek cewek, aku ini calon suami kamu loh masa kamu rela sih aku digodain cewek lain."
Ahh iya Riska harus ingat jika calon suaminya itu dokter yang sangat tampan.
BERSAMBUNG....
LIKE VOTE DAN KOMEN YUKSS....
__ADS_1