
Tengah malam, Vano yang tidur memeluk Riska mulai merasakan dibawah sana Otongnya tengah melakukan protes karena harus libur malam ini.
"Ngapain sih tong, tidur dulu aja lah libur dulu kamu nggak denger kata dokter Dina kalau disuruh puasa dulu." batin Vano .
Namun bukannya mengerti Vano malah dilanda hasrat yang begitu hebat, Ia benar benar tak tahan apalagi tangannya tak sengaja memegang dua bukit kembar milik Riska membuat hasratnya semakin mengebu.
"Nakal kamu tong." batin Vano lalu segera saja menciumi leher Riska membuat Riska terusik.
"Mas... uhh." Riska melengguh kala Vano menciumi lehernya semakin lama semakin membuat Riska ikut tak tahan.
"Mas, kata dokter Dina kah, uhhh." Riska kembali meleguh kala ciuman Vano mulai merambat ke bukit kembarnya.
"Aku nggak tahan sayang," bisik Vano dengan suara serak mengingat mereka selalu melakukan setiap malam, "aku akan pelan oke!" kata Vano yang langsung diangguki pasrah oleh Riska.
Dengan semangat Vano mengeluarkan otongnya, baru hendak menyibak ****** ***** milik Riska tiba tiba Vano kembali di landa mual. Segera saja Vano berlari ke kamar mandi melupakan hasratnya.
"Kan udah dibilang mas mendingan puasa dulu, anak kamu aja sampai protes gitu." kekeh Riska.
"Ck, gitu ya suami menderita malah diketawain!"
"Ya habis kamu nya ngeyel sih mas!" balas Riska.
"Salahin otong tuh yang minta bukan aku!"
"Otong lagi otong lagi yang disalahin." Kata Riska jengah lalu meninggalkan Vano keluar.
"Emang otong yang salah kok." Vano tak mau kalah. "Gara gara kamu nih tong," Vano menyentil otong yang sudah kembali tidur.
....
Seminggu berlalu, pukul 3 pagi Alex sudah membangunkan Ella.
"Bangun sayang trus mandi yuk, aku mau ngajakin kamu ke suatu tempat." kata Alex kala Ella berusaha menyadarkan dirinya dari kantuk.
"Kemana mas? baru jam 3 mas." kata Ella setelah melihat jam dinding.
"Pokoknya sekarang kita mandi dulu ya." pinta Alex.
"Baby Liu gimana mas?"
"Biar nanti sama Bik Sumi, yuk ah." kata Alex yang langsung saja dituruti oleh Ella.
Selesai mandi dan mengenakan pakaian, Alex langsung mengajak Ella turun dan disana sudah ada Sandi yang menunggu mereka di luar.
"Semua udah siap?" tanya Alex sedikit berbisik namun Ella masih bisa mendengar.
__ADS_1
"Sudah Tuan, mari berangkat sekarang." kata Sandi lalu membuka kan pintu mobil untuk Ella dan Alex.
"Mas Baby Liu gimana? masa kita tinggal lagi?" protes Ella sebelum memasuki mobil.
"Nanti nyusul kok sama Bik Sumi, Yuk sayang." ajak Alex yang membuat Ella pasrah dan menuruti Alex saja.
"Sebenarnya kita mau kemana sih mas?" tanya Ella saat keduanya sudah memasuki mobil dan Sandi sudah melajukan mobilnya.
"Nanti kamu juga tau." kata Alex yang membuat Ella medengus kesal karena Ella penasaran.
"Nggak usah bad mood gitu sayang, lebih baik sekarang kamu tidur dulu karena perjalanan agak jauh." jelas Alex.
"Baby Liu gimana mas?" tanya Ella masih mengkhawatirkan putranya.
"Nanti Baby Liu nyusul sama Bik Sumi, jadi tenang aja ya." Alex membawa kepala Ella ke bahunya agar Ella sedikit rileks dan kembali tidur namun sia sia saja karena Ella tak tidur selama perjalanan karena memikirkan Baby Liu.
Hingga mereka pun sampai disebuah hotel mewah, Ella dan Alex keluar langsung saja mendapatkan suguhan udara pagi hari yang sangat sejuk.
"Ini bukannnya tempat yang-"
"Ayo masuk sayang." belum sempat Ella menebak, Alex sudah membawanya memasuki hotel.
Dan disini lah mereka disebuah salah satu ruangan hotel dimana disana sudah banyak orang salah satunya adalah wanita yang kemarin sempat mengukur bajunya.
"Mas maksudnya apa sih?" belum sempat Ella protes Alex malah sudah meninggalkannya.
"Mari Nona, kita mulai sekarang karena acaranya 2 jam lagi." kata Salah satu wanita disana.
"Acara apa?" batin Ella binggung namun Ella tetap menurut saja.
Ella hanya ber ohh ria kala para wanita yang ada disana itu hanya ingin merias wajahnya. namun Ella dibuat terkejut kala wanita yang dulu mengukur tubuhnya membawa keluar sebuah gaun pengantin yang sangat indah,
"Apa aku akan mengenakan ini?" tanya Ella.
"Tentu saja Nona karena Nona pengantin hari ini." balas wanita itu yang langsung membuat Ella terharu karena nyatanya Alex menepati ucapan nya.
Ya Alex yang mengatakan akan mengulang hari pernikahan mereka nyatanya sekarang terlaksana. yang tadinya Ia pikir Alex hanya bercanda namun sekarang menjadi kenyataan, Alex tak bercanda.
"Mari Nona, saya bantu memakai gaunnya." kata wanita itu.
Sebenarnya Ella ingin menangis terharu namun Ia takut merusak make up nya. akhirnya Ia hanya menahan dan akan melampiaskan pada Alex nanti malam.
Alex sudah memasuki ruangan dimana Ella sedang di rias, Alex sendiri sudah rapi dengan setelannya,
__ADS_1
Ia duduk disalah satu kursi untuk menunggu pengantin wanita nya keluar sebelum Ia keluar bersama pengantin wanitanya.
Sudah pukul 9 pagi, para tamu undangan yang kebanyakan klien Alex juga sudah banyak yang hadir.
Alex hanya geleng kepala mengingat waktu yang digunakan Ella untuk merias sangatlah lama, hampir 2 jam. Bahkan mereka berdua belum sarapan.
Hingga pintu terbuka, Alex sudah tak sabar ingin melihat pengantin wanitanya.
Gaun warna cream serta rambut yang dibiarkan terurai membuat Alex benar benar terpikat, Ia bahkan sampai tak berkedip melihat istrinya yang masih begitu sangat cantik padahal mereka sudah memiliki satu putra namun nyatanya tidak memudarkan kecantikan Ella.
Alex menghampiri Ella, "Aku pikir yang keluar tadi bidadari ee ternyata istriku." celetuk Alex yang membuat Ella tak bisa menahan tawanya.
"Mas kenapa kamu nggak bilang kalau kita mau nikah lagi?" protes Ella.
"Kalau aku bilang, pasti kamu nggak mau kan makanya aku nggak bilang aja." balas Alex.
"Malu mas udah punya anak juga."
"Nggak apa apa sayang, aku cuma pengen semua orang tau kalau kamu satu satunya istriku sekarang." kata Alex lalu mengecup kening Ella.
"Aku pengen nangis mas."
"Kenapa malah nangis sayang?"
"Terharu aja, makasih ya mas." kata Ella.
"Iya sayang, yuk ah kita keluar, tamunya udah nungguin."
"Aku gugup mas.".
"Nggak usah gugup, kamu cantik dan aku bakal selalu disamping kamu." kata Alex membuat Ella semakin cinta saja pada suaminya itu.
Mereka pun berjalan ditempat diadakannya resepsi, tempat yang Ella kagumi yang nyatanya kini menjadi tempat resepsinya.
Ella berjalan disamping Alex dengan tangan keduanya yang bergandengan. Mereka melewati para tamu yang bersorak penuh bahagia ke arah mereka. berjalan menuju kursi pengantin mereka dan banyak sekali bunga yang menghiasi tempat indah itu.
Gugup namun disinilah Ella sekarang duduk dipelaminan bersama Alex menjadi raja dan ratu untuk sehari ini.
BERSAMBUNG...
aku udah nyari gambar dekornya tapi gagal trs akhirnya nggak aku kasih deh jadi sesuai sama omajinasi kalian aja ya😁
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...
__ADS_1