
Pagi ini seperti pagi biasanya, Ella disibuk kan oleh pekerjaannya sebagai seorang ibu dan seorang istri.
Selesai memandikan dan menidurkan bayi kecilnya, lanjut Ella kini melayani bayi besarnya.
Ya bayi besar yang hari ini sudah harus kembali kekantor.
"Baby Liu tidur lagi?" tanya Alex kala Ella tengah membantunya memasangkan dasi.
"Iya tuh mas, habis ***** trus bobok lagi." balas Ella yang membuat Alex mengangguk.
"Oh ya mas, apa mbak Riska udah masuk kerja?" tanya Ella.
''Belum, aku ngasih libur dia 1 bulan."
"Mas baik banget." kata Ella terlihat senang.
"Biar nyenengin otongnya Vano dirumah." kekeh Alex.
"Ih mesum!"
"Otongku kapan dong sayang? udah kangen nih." kata Alex manja.
"Sabar mas 2 minggu lagi." kata Ella sambil terkekeh karena tau suaminya sudah menahan begitu lama.
"Ck, lama banget sih... sabar ya tong 2 minggu lagi." gerutu Alex sambil mengelusi miliknya membuat Ella terbahak.
"Kamu apa sih mas, mesum banget deh."
"Mesum mesum gini kamu sayang kan sama aku." goda Alex yang membuat wajah Ella merona.
"Enggak, kata siapa aku sayang." balas Ella sambil menjulurkan lidahnya.
Karena gemas Alex langsung memeluk tubuh Ella, "Bilang dulu sayang nggak?" paksa Alex.
"Ck, apa sih mas maksa banget deh, lepas ah ntar kamu telat!" protes Ella.
"Biarin telat, orang aku bosnya! cepetan bilang sayang nggak." kata Alex lagi mengelitiki leher istrinya dengan bulu bulu rambut di dagunya.
"Hahaha ampun mas, geli."
"Iya iya aku sayang, udah lepas mas!" Ella masih saja tertawa geli, hingga akhirnya Alex puas mendengar jawaban Ella lalu melepaskan Ella.
"Nah jujur gitu makanya biar nggak di gelitikin." kata Alex.
"Ck, dipaksa sih jadi bilang sayang kan?"
"OOO mau lagi, iya?" ancam Alex.
"Ampun mas, enggak mau lagi." balas Ella sambil mengacungkan dua jarinya.
__ADS_1
"Duh Non Ella sama Den Alex pagi pagi udah romantis banget." Suara Bik Sumi mengejutkan keduanya.
"Bik Sumi udah dari tadi disitu?" tanya Ella terkejut tiba tiba Bik Sumi sudah didepan pintu. jangan jangan tadi Bik Sumi melihat dirinya digelitikin Alex, Bisa malu Dia.
"Eng-enggak kok Non, Bibik baru aja datang." kata Bik Sumi gugup.
Sepertinya memang Bik Sumi sudah disana sejak tadi namun Tak mengakuinya karena takut Ella malu.
"Sarapan sudah siap Non, sekarang Non Ella sama Den Alex sarapan dulu biar adek, Bibi yang jagain." kata Bik Sumi.
"Siap deh Bik."
Keduanya pun turun ke bawah untuk sarapan, Bik Sumi tersenyum senang menatap pasutri ini. berharap semoga tak ada masalah apapun yang bisa memisahkan mereka.
"Mas mau sarapan apa? Roti, Nasi goreng apa nasi putih?" tanya Ella.
"Roti aja sayang kasih selai coklat."
"Iya mas." Ella dengan telaten melayani permintaan suaminya.
"Nanti siang mau dibawain makanan ke kantor mas?" tanya Ella.
"Baby Liu gimana?"
"Ya aku tinggal bentar, cuma nganter aja langsung pulang." kata Ella.
"Ck, nggak usah aja lah, nanggung!"
"Ya nanggung kalau cuma bentaran doang, aku kalau udah ketemu kamu pengennya yang lama."
"Ck, mulai kan ngombalnya!"
"Seriusan sayang." balas Alex sambil terkekeh.
"Udah sana mas berangkat, tuh udah ditungguin sama Sandi didepan." Kata Ella.
"Biarin aja nungguin, salah sendiri datangnya pagi banget."
"Ntar kalau telat di omelin sama mas, Ck mas ini bener bener deh!" protes Ella yang hanya di kekehi Alex.
"Iya iya mas beragkat sekarang! bawel banget deh istri aku ini." kata Alex tak lupa mencubit pipi Ella sebelum keluar.
Ella mendengus kesal sebelum mengikuti suaminya berjalan keluar mansion.
Dan benar saja disana sudah ada Sandi yang menunggu didepan mobil. Ella segera mencium punggung tangan Alex.
"Semangat ya mas kerjanya."
"Iya sayang, kalau ada apa apa kabarin ya." kata Alex yang langsung diangguki Ella.
__ADS_1
Alex segera memasuki mobil kala Sandi membukakan pintu mobil untuknya, Diikuti Sandi yang segera memasuki mobil dan melajukan mobilnya.
"Tuan, apa kemarin Tuan mentransfer uang 50 juta ke rekening saya?" tanya Sandi sambil melajukan mobilnya.
"Ya itu bonus untukmu." Balas Alex.
"Tapi Tuan ,bonus apa? sepertinya kita tidak sedang menang tender?" tanya Sandi heran. Alex memang sering memberi Sandi bonus namun saat proyek yang sedang Alex kerjakan berhasil tapi sepertinya akhir akhir ini Alex tak memenangkan proyek lalu kenapa Alex memberi bonus batin Sandi.
"Bonus karena kau telah membantuku membuat Vano dan Riska menikah. rencana mu benar benar berhasil." kata Alex memuji Sandi.
"Hanya kebetulan saja Tuan, apalagi Tuan Vano keluar dalam keadaan telajang dada membuat semua orang yakin jika mereka sedang mesum didalam padahal saya hanya mengatakan pada orang orang jika ada wanita didalam, apes sekali Tuan Vano malah sedang telanjang." kata Sandi terkekeh mengingat paniknya wajah Vano malam itu. Sandi memang sempat melihat dari jauh jadi Ia masih bisa melihat wajah Vano saat itu.
"Biar saja mereka dikatakan mesum, mereka sama sama suka tapi gengsi nya setinggi langit! memang seharusnya kita yang bergerak seperti ini." jelas Alex.
"Ya Tuan benar sekali."
"Dan ya, ada satu lagi yang harus kau kerjakan."
"Apa itu Tuan?"
Alex pun segera memberitahukan rencananya pada Sandi.
"Baiklah Tuan, akan saya siapkan sesegera mungkin." kata Sandi membuat Alex tersenyum lega.
Sementara itu didalam sebuah kamar terlihat sangat kacau, pakaian bertebaran dilantai, bantal dan guling pun jatuh semua ke lantai. Diatas ranjang tampak seorang pria memeluk pinggang seorang wanita begitu posesif. Hanya ada selimut yang menutupi tubuh telanjang mereka, siapa lagi jika bukan Vano dan Riska yang masih terlelap karena kelelahan bercinta tadi malam. Entah sampai berapa ronde yang pasti hasrat keduanya telah tersalurkan.
Terik matahari memasuki celah korden membuat Riska mengerjapkan matanya bangun, namun Ia sama sekali tak bisa bergerak karena tubunnya terkunci oleh tangan Vano yang memeluknya.
Riska melirik jam dinding dan terkejut sudah pukul 11 siang, mengingat subuh tadi mereka baru bisa beristirahat setelah Vano mengajaknya bercinta berkali kali.
Riska menyingkirkan tangan Vano agar Ia bisa bangun namun percuma saja karena Vano malah semakin erat memeluknya.
"Mas, bangun dulu! udah jam 11, memangnya kamu nggak kerja?" tanya Riska.
"Aku udah minta cuti hari ini, udah balik tidur lagi aja," ajak Vano masih tak mau melepaskan pelukannya.
"Gerah mas, mana lengket semua badannya! aku mau mandi."
"Nanti mandi bareng aku, lagian kamu nggak bisa jalan jadi tungguin aku bentar lagi aku bangun" kata Vano masih memejamkan matanya.
"Ck, emangnya aku bayi nggak bisa jalan, bisalah eh aduh." Riska yang hendak melangkah pun terhenti kala merasakan sakit dibawah sana.
"Hahahaha makanya kalau dibilangin suami jangan ngeyel! udah dibilang suruh nungguin malah ngeyel sih." Vano bangun dan menertawakan Riska yang menatap ke arahnya tajam.
"Yang bikin kayak gini siapa! awas aja nanti kalau minta lagi nggak aku kasih." ancam Riska membuat Vano panik.
"Ehh jangan dong sayang."
BERSAMBUNG...
__ADS_1
maapkeun author yang nggak ngasih adegan belah durennya. Takut ditilang sama NT 😁
jangan lupa like vote dan komen yesss...