
Dengan mengenakan kebaya putih mewah, Dina mengenggam jemari Ella yang kini duduk disampingnya.
Setelah menunggu beberapa minggu akhirnya hari ini adalah hari bahagia untuk Dina dan Rey. Ya tepat saat malam Alex menemui Rey dan mengatakan jika Alex mengijinkan Rey Dan Dina menikah, Rey memang tidak membuat waktu lagi.
Paginya, Rey langsung melamar Dina secara romantis dan malamnya Rey membawa beberapa kerabat datang kerumah Dina untuk melamar Dina.
Dan hari ini, setelah 2 minggu lamanya akhirnya Dina dan Rey melangsungkan pernikahan nya.
Dan saat ini Rey juga sudah berada didepan paman Dina yang akan mengantikan Alm Papa Dina untuk acara ijab dan kabul nya.
Sementara menunggu pengantin wanita nya keluar, Terlihat sangat jelas jika Rey sangat gugup.
"Aku tak menyangka preman seperti mu akan segugup ini hanya karena akad nikah." ejek Alex yang berada disamping Rey membuat Rey melirik sebal ke arah nya namun tak bisa membalas ejekan Alex, lebih baik Rey cari aman saja dari pada hubungan nya tak direstui oleh Alex pikir Rey.
Hingga pengantin wanita yang kini sedang diampit dua wanita cantik, Ella dan Bianca yang mengantar Dina sampai kursi pelaminannya pun datang.
Dina juga terlihat sangat gugup, duduk disamping Rey yang sempat memandangnya sebentar.
"Sudah siap semuanya?" tanya penghulu yang ada disamping paman Dina, "Kita mulai sekarang!"
Rey menyambut uluran tangan Dina dan dengan lantang menjawab, "Saya terima nikah dan kawin nya Dina Arina Santoso dengan mas kawin tersebut tunai."
Sah....
Sahh....
Sah....
Alhamdulilah...
Rey segera memasangkan cincin dijari manis Dina, begitupun Dina juga memasangkan cincin di jari manis Rey. Dina segera menyambut uluran tangan Rey kemudian menciumnya dan Rey segera mencium kening Dina membuat semua orang yang ada di ruangan itu bersorak gembira melihat pasangan pengantin yang langsung saja membuat mereka malu malu.
"Enak banget ya si Dina, nikah lancar nggak ada gangguan apapun. Gue dulu baru mau nyium kening aja Si Liu udah nangis aja." gerutu Vano yang juga berada diruangan akad.
Riska yang ada disampingnya hanya bisa menggeleng, tak heran dengan sikap suaminya yang penuh protes itu.
....
Setelah pesta meriah usai akad, kini Dina sudah bisa bernafas lega karena pesta sudah usai dan dirinya bisa segera memasuki kamar hotel tempat di adakan nya acara.
Sementara Rey masih sibuk menemani teman teman nya yang datang dan ikut memeriahkan pesta.
__ADS_1
Dina sedang melepaskan aksesoris yang masih menempel di kepalanya, selesai dengan itu, Ia membersihkan wajahnya lebih dulu sebelum pergi mandi.
Dan pintu kamar terbuka, Rey masuk masih mengenakan jas lengkap dan matanya terlihat sangat letih.
"Sudah ku usir semuanya," ucap Rey yang kini sudah duduk di ranjang samping Dina yang masih sibuk dengan skincare nya.
"Siapa?"
"Teman teman ku, jika ku ladeni bisa di sini sampai pagi." kekeh Rey yang membuat Dina hanya mengelengkan kepalanya.
Entah mengapa berada dalam satu ruangan bersama Rey seperti ini membuat Dina sedikit gugup.
"Belum mandi?" tanya Rey melihat Dina masih mengenakan gaun pernikahan mereka.
Dina bangkit dari duduknya, "Baru akan mandi."
"Bagaimana jika mandi bersa-"
"Aku mandi dulu ya, daa." Dina langsung saja berlari memasuki kamar mandi membuat Rey terkekeh.
Selesai mandi, giliran Rey yang memasuki kamar mandi. Dina sudah berganti dengan dress satin pendek tanpa lengan namun karena gugup dan malu, Ia kembali memakai jubah mandi nya untuk menutupi tubuhnya.
Hingga Rey keluar dan hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggang membuat Dina tanpa sengaja melongo melihat tubuh Rey yang sangat seksi.
"Mau mencoba sekarang?" goda Rey membuat Dina kembali menunduk fokus dengan ponselnya.
Rey terkekeh dan menghampiri Dina, duduk didepan Dina lalu mengambil ponsel dari tangan Dina membuat Dina semakin tak karuan.
"Ehm, aku... aku."
Rey mengelus pipi Dina, lalu menarik dagu Dina membawanya mendekat dan saat Ingin mencium bibir Dina tiba tiba suara bel terdengar membuat Rey mengeram kesal.
"Sial, siapa sih." gerutu Rey bangkit dan berjalan mendekati pintu.
Sementara Dina bisa bernafas lega karena sejujurnya Ia sangat gugup saat ini, pertama kali untuk dirinya. berbeda dengan Rey yang mungkin sudah terbiasa melakukan ini jadi Rey tidak terlihat gugup.
Rey membuka pintu, lalu mengerutkan keningnya melihat Vano tersenyum didepan pintu.
"Sorry nih brother gangguin..." kata Vano tersenyum tengil "Tapi gue butuh Dina sekarang."
"Butuh? maksudnya?" Rey menatap Vano bingung.
__ADS_1
"Dikamar sebelah sana ada orang mau lahiran, dan nggak bisa panggil dokter soalnya udah malem gini kan jadi gue pinjem Dina buat bantuin lahiran... nggak lama kok cuma sejam." jelas Vano membuat Rey menatap kesal.
"Ayolah brother jangan pelit pelit, cuma sejam doang ini."
Dengan helaan nafas kasar, Rey mempersilahkan Vano masuk. Jika saja Vano bukan kerabat Dina, sudah habis dia.
Dan Vano pun masuk menemui Dina lalu menjelaskan pada Dina membuat Dina meminta maaf karena harus meninggalkan Rey sebentar membuat Rey hanya bisa mengiyakan saja.
Dan saat ini Dina sedang mengikuti Vano memasuki sebuah kamar namun anehnya Vano malah mengunci pintu dan tertawa setelahnya.
"Mana pasien nya?" tanya Dina melihat kamar nya kosong.
"Nggak ada." balas Vano membuat Dina melotot tajam.
"Gila Lo ya!"
"Emang, sengaja gangguin malam pertama kalian hahahah." Vano merasa menang dan tertawa puas.
"Anjir, dasar cowok gila. minggir gue mau keluar." Kesal Dina menatap Vano sebal.
"Nggak akan, nunggu sejam dulu lah biar suami lo panas dulu."
"Gila, minggir Lo, atau gue teriak!"
"Teriak aja, kamarnya kedap suara ini." kata Vano kembali tertawa.
"Lo nggak minggir, besok gue aduin sama istri Lo!"
Seketika tawa Vano bungkam, membuat Dina tersenyum puas karena tau kelemahan Vano.
"Gue nggak main main, gue beneran aduin sama Ris-"
"Sana pergi sana, elah ngebet amat di gituin." kata Vano acuh lalu membuka kan pintu.
"Bodo amat, awas aja gangguin gue lagi bakal gue aduin sama bini Lo." jelas Dina yang tak di gubris Vano.
"Dasar suami takut istri." Ejek Dina sebelum akhirnya Ia berlari meninggalkan Vano yang menatapnya kesal.
......
Author suka kangen sama cerita ini jadi dikasih bonchap trs hehe
__ADS_1