ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
109


__ADS_3

Mobil Alex sudah sampai didepan pekarangan rumah Pakde dan Budhe.


"Titip salam untuk Pakde dan Budhe ya." kata Alex sebelum Riska keluar mobil.


Riska mengangguk lalu keluar dari mobil.


Mobil Alex pun melaju meninggalkan Rumah Budhe, Riska tersenyum menatap mobil yang sudah tak terlihat itu.


"Kenapa Alex sangat perhatian padaku? apa dia menyukaiku?" batin Riska tersenyum senang.


"Dianter siapa dek?" Sebuah suara mengejutkan lamunan Riska.


"Nggak usah kepo deh bang, sama Adek tega banget di tinggal!" ketus Riska pada Rangga yang hanya nyengir memperlihatkan gigi nya.


"Maaf dek, tadi abang capek banget buru buru pulang deh." kekeh Rangga.


"Bodo!"


Riska berjalan memasuki rumah meninggalkan Rangga.


Sementara Alex yang masih dalam perjalanan pun terlihat sibuk menatap layar tab nya, Alex tak tau jika sedari tadi Sandi menatapi gerak geriknya penuh curiga.


"Kenapa kau memandangku dengan tatapan seperti itu?" tanya Alex saat tak sengaja melihat Sandi menatapnya dengan pandangan tak suka.


"Ti-tidak Tuan, maafkan saya." kata Sandi kembali menfokuskan diri pada arah jalan.


Alex cukup paham dengan maksud tatapan Sandi padanya "Aku mengantarnya pulang bukan karena menyukainya, dia saudara istriku jadi aku tak mungkin mengabaikannya saat tau dia dipinggir jalan malam malam begini." jelas Alex.


"Tapi Tuan, bukan nya saya berani lancang, jika Tuan terlalu baik bagaimana jika dia menganggap Tuan berbeda?" tanya Sandi.


"Apa maksudmu?"


"Yang saya takutkan Dia menganggap Tuan menyukainya jika Tuan terlalu baik padanya." jelas Sandi.


"Sepertinya ada benarnya juga ucapanmu, baiklah aku akan bersikap biasa saja jika seperti itu mulai besok." kata Alex membuat Sandi senang karena Alex menerima saran darinya.


Mobil Sandi berhenti tepat didepan mansion Alex "Nikmati waktu isturahatmu bersama Nisa, jangan terlambat besok pagi." kata Alex sebelum keluar dari mobil.


"Baiklah Tuan," kata Sandi segera melajukan mobilnya menuju rumah yang Ia tempati bersama Nisa. Sandi dan Nisa menempati rumah milik Ella yang dulunya ditempati Ella sebelum pindah ke mansion yang sekarang.


Alex memasuki mansion dan langsung disambut oleh istrinya dengan senyuman tentunya yang membuat lelah Alex hilang seketika.


"Malem banget mas?" tanya Ella.


"Iya, tadi Riska kakak kamu ditinggal sama abangnya pulang duluan, aku kasian liat dia dijalan makanya aku anterin dulu jadi kemaleman kan." jelas Alex.


Ella tersenyum bahagia "Makasih ya mas, udah perhatian banget sama kakak aku." kata Ella memeluk suaminya yang masih mengenakan kemeja kantor.


"Kamu nggak cemburu?" tanya Alex yang membuat Ella mengerutkan keningnya.


"Memang mas suka sama Mbak Riska?" tanya Ella.

__ADS_1


"Enggak gitu, kata Sandi aja aku nggak boleh terlalu baik sama kakak kamu itu, takut terjadi salah paham."


Ella terkekeh geli "Aku percaya kok sama mas."


"Harus dong, punya kamu aja udah bahagia gini ngapain mau cari lagi." balas Alex.


"Mulai deh gombalnya kan." cibir Ella.


"Seriusan sayang."


"Udah ah, mandi dulu mas aku siapin air anget ya, habis itu makan malam." ajak Ella.


"Kamu belum makan malam?" tanya Alex sambil berjalan memasuki kamar.


"Tadi masih belum laper jadi nungguin mas sekalian deh."


"Kalau aku kemaleman jangan ditungguin sayang, makan malam duluan aja." kata Alex.


"Iya mas, siap deh." Ella berjalan memasuki kamar mandi.


"Air angetnya udah siap mas." kata Ella saat keluar.


'Makasih sayang." Alex mengecup kening Ella lalu memasuki kamar mandi.


Sementara Ella menyiapkan baju ganti serta turun ke bawah untuk membuatkan teh madu.


Selesai mandi, Alex keluar dan melihat Ella baru memasuki kamar dengan membawa secangkir teh madu hangat untuknya.


"Makasih sayang." Ella menerima cangkir kosong yang sudah dihabiskan oleh Alex lalu meletakan cangkir ke meja.


Ella segera membantu Alex mengancingkan piyama yang Alex kenakan.


Diam diam Alex menatapi Ella yang tengah fokus mengancing piyama nya itu, "Bagaimana bisa Sandi berpikir Ia menyukai wanita lain sementara didepannya ada wanita yang selalu menjadikannya raja, melayaninya dengan tulus serta selalu berusaha menjadi istri terbaik untuknya, mana bisa dia berpaling." batin Alex tersenyum geli sendiri.


"Ngapain sih mas senyum senyum?" tanya Ella melihat gelagat aneh suaminya.


"Mana ada aku senyum, kamu salah liat paling." sangkal Alex.


"Jelas jelas aku liat kamu senyum kok."


"Udah ah yuk makan, aku udah laper sayang." ajak Alex.


"Ya udah yukk."


Selesai makan malam, seperti biasa kegiatan pasutri ini adalah rebahan di ranjang mereka dengan tangan Alex yang mengelus perut buncit Ella, menantikan tendangan yang biasa diberikan si kecil dari dalam perut Ella.


"Tadi Baby nakal nggak nih? bikin Mommy capek nggak nih?" oceh Alex yang membuat Ella tersenyum geli sendiri.


"Oh iya Daddy hampir lupa." kata Alex tiba tiba beranjak.


"Apa mas?"

__ADS_1


"Tunggu disini, biar aku ambilin." kata Alex segera keluar membuat Ella penasaran saja.


Tak berapa lama Alex masuk kamar membawa segelas susu hangat, ah iya hampir saja lupa kalau Ella belum minum susu hamilnya.


"Makasih Daddy." kata Ella menerima segelas susu buatan Alex.


"Habisin sayang biar anak kita sehat." kata Alex.


Setelah menghabiskan segelas susu, Ella meletakan gelas dimeja.


"Mas masa tiap minggu berat badan aku naik." keluh Ella.


"Ya bagus dong sayang, berarti baby kita berkembang dengan baik." jelas Alex.


"Tapi aku kan jadi tambah gemuk mas, liat pipi aku aja chubby gini."


Alex hanya terkekeh "Mau gemuk kayak gimanapun aku tetep cinta kok."


"Mulai kan gombalnya."


"Seriusan sayang."


Ella diam sejenak "Mas boleh nggak aku minta sesuatu."


"Apapun itu pasti aku kabulin, kamu mau minta apa?"


"Kan motor kita yang ada dimansion banyak yang nganggur, boleh nggak sih aku kasih pinjem buat mbak Riska biar dia nggak binggung kalau ditinggal pulang mas Rangga?" tanya Ella sedikit ragu, takut Alex menolaknya.


Alex tersenyum lega, jika Ella yang memberikan motornya bukankah itu lebih bagus jadi Riska tidak berpikiran lain tentang kebaikan yang Ia berikan seperti yang tadi ditakutkan oleh Sandi.


"Tentu aja boleh dong sayang." kata Alex sambil mencubit hidung Ella "Besok pagi minta pak Tulus buat nganter motornya, kamu juga boleh ikut kalau mau." kata Alex.


"Beneran mas?" tanya Ella.


"Iya sayang."


Seketika Ella memeluk tubuh Alex "makasih mas."


"Makasih doang nih?"


""Trus mas mau minta apa?" tanya Ella.


"Boleh kali ya jengukin dedek, lagian udah puasa juga dari kemarin." kata Alex tersenyum nakal yang langsung di mengerti oleh Ella.


"Boleh mas tapi pelan pelan aja ya, kasian dedeknya." kata Ella.


Alex pun mengangguk paham dan segera menuntaskan hasratnya yang sejak kemarin belum tersalurkan.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2