ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
50


__ADS_3

Ella baru saja memasuki rumah,


"Non Ella habis darimana?" tanya Bik Sumi dengan raut cemas.


"Ini aku habis beli bakso lava." kata Ella memperlihatkan bungkusan pada Bik Sumi.


"Astaga Non, kok nggak bilang Bibi sih, kan bisa Bibi beliin." protes Bik Sumi.


"Tadi Bik Sumi lagi sholat jadi aku nggak mau ganggu." kata Ella "Habis liat mukbang makan bakso jadi pengen Bi, jadi ya beli sendiri biar lebih puas." kata Ella membuka bungkus baksonya dan menaruhnya dimangkok.


"Ini aku juga beliin Bibi, pak Tulus sama Roni juga, tolong kasihkan mereka ya Bi." kata Ella.


"Siap Non."


Setelah selesai meletakan bakso dimangkuk, Ella segera membelah bakso Lava nya, Dua sudah tak sabar menyantap bakso yang penuh dengan sambal itu.


"Non, kalau lagi hamil jangan makan sambal banyak banyak." kata Bik Sumi mengingatkan.


"Nggak boleh ya Bi?" tanya Ella yang masih awam belum paham masalah kehamilan.


"Iya Non, tapi sekarang karna dah terlanjur beli dan pengen ya nggak apa apa Non, asal besok lebih hati hati." kata Bik Sumi lagi.


"Siap Bik."


"Kok Bibi denger suara mobilnya den Alex?" tanya bik Sumi.


"Masa sih Bi? aku kok nggak denger." balas Ella masih asik menikmati baksonya.


Tiba tiba mata Ella ditutup oleh seseorang yang ada dibelakangnya.


"Siapa sih." kesal Ella sedang asik makan bakso malah diganggu.


Alex yang melihat istrinya kesal, terkekeh lalu melepaskan tangan nya.


"Galak banget sih istri aku ini." kata Alex, Ella terkejut dan langsung tersenyum sumringah melihat kedatangan Alex.


"Lhoo kok kesini? emangnya nggak kerja?" tanya Ella melihat Alex masih mengenakan jas kantor. Ella melirik jam dinding masih pukul 1 siang.


"Kamu nggak nganter makan siang, malah enak enakan makan sendiri, suami kamu udah kelaperan dari tadi." kata Alex dengan wajah kesal.


Ella terkejut dengan ucapan Alex, Ia merasa tak enak karena Alex menunggu makan siangnya, sejak bertemu dengan Hanna kemarin memang Ella tak berniat untuk mengantar makan siang lagi karena Ella pikir Hanna pasti akan datang lagi, Ella tak ingin membuat masalah dengan Hanna maka dari itu Ella memilih tak datang, tapi siapa sangka Alex menunggunya.


"Maaf Mas, aku nggak tau, aku pikir kamu makan siang lagi sama Hanna." kata Ella menuduk sedih.


Alex rasanya ingin terkekeh melihat rasa bersalah istrinya itu, padahal Ia hanya bercanda.


"Nggak mau tau, pokoknya aku mau juga disuapin bakso itu." kata Alex melirik bakso dimangkok Ella yang masih separo.


Bik Sumi sedari tadi melihat Ella dan Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya geli. Bisa bisanya Tuan mudanya itu mengerjai istrinya sendiri.


"Tapi aku masih kurang." kata Ella.

__ADS_1


"Udah Non, makan punya Bibi aja, lagian Bibi juga nggak suka pedes." kata Bik Sumi menyodorkan baksonya yang masih utuh diplastik.


"Iya tuh, tambah baksonya Bibi aja." kata Alex.


Ella pun mengangguk walaupun sebenarnya Ia tak enak dengan Bik Sumi tapi apalah daya, dia juga masih belum kenyang.


Bik Sumi meninggalkan Ella yang tengah telaten menyuapi bayi besarnya makan bakso.


Sedangkan itu diluar Sandi hanya bisa menelan ludahnya melihat Pak Tulus dan Roni yang tengah bersantai digazebo sambil menikmati bakso Lava ukuran besar.


Jam makan siang, Alex tidak mengajaknya makan siang malah mengajak kerumah Ella dan disini Ia semakin lapar saja melihat dua orang ini makan tanpa membaginya sedikit.


"Kami makan dulu mas Sandi." kata Pak Tulus.


"Ya silahkan." balas Sandi yang ikut duduk digazebo itu.


"Baksonya enak banget ya pak, dagingnya kerasa, non Ella beli dimana sih." kata Roni sambil mengunyah baksonya.


"Itu loh dipertigaan, baik yaa Non Ella nggak beli sendiri tapi kita semua dibeliin." balas Pak Tulus yang tadi mengantar Ella.


"Kita semua? kalian berdua aja kali." batin Sandi mendengus sebal.


"Apa aku masuk aja ya? kali aja masih sisa sebungkus." batin Sandi.


Sandi pun bangkit dari duduknya,


"Lho Mas Sandi mau kemana?" tanya Roni.


Baru sampai didepan pintu Sandi sudah dicegat oleh Bik Sumi.


"Den Sandi mau kemana?" tanya Bik Sumi.


"Eh anu bik, katanya Non Ella beli baksonya banyak ya, kira kira masih sisa satu nggak buat saya gitu?" tanya Sandi dengan tak tau malunya.


"Duh udah nggak ada Den, orang punya Bibi aja dimakan sama Den Alex, den Sandi laper?" tanya Bik Sumi,


Sandi langsung mengangguk "Laper Bi, Laper banget." kata Sandi.


"Didalem ada pisang goreng, sama dibikinin kopi mau Den?" tawar Bik Sumi.


"Mau Bi, bolehh buat nganjel perut." kata Sandi penuh semangat.


Bik Sumi kembali masuk, sedangkan Sandi duduk disalah satu sofa ruang tamu sambil menunggu makan siangnya.


...


"Perutku rasanya kenyang sekali." kata Alex yang kini sudah duduk disofa depan televisi menyadarkan tubuhnya disana.


"Aku pikir kamu takkan menyukai bakso, nyatanya kamu malah menghabiskan nya." kata Ella.


"Aku menyukai apapun yang kamu makan sayang." kata Alex dengan suara menggoda.

__ADS_1


"Huu dasar gombal, tadi aja marah marah." protes Ella.


"Aku nggak marah sayang, aku hanya menggoda mu saja." kata Alex.


"Kau mengerjaiku!" kesal Ella memukul lengan Alex.


Alex kembali terkekeh "Aku tidak mengerjaimu sayang, aku tadi menelepon Riri dan katanya kau tidak datang jadi aku kesini." kata Alex dan Ella hanya ber ohh ria.


"Kenapa kau tidak datang? apa kau takut bertemu dengan Hanna?" tanya Alex.


"Bukan takut, hanya malas berdebat dengan nya." kata Ella jujur.


"Aku sudah memintanya untuk tidak datang lagi, jadi mulai besok jika kau ingin datang datanglah, aku selalu merindukan masakanmu," kata Alex yang entah mengapa membuat Ella tersipu malu "Sejak menikmati masakan mu, aku tidak terlalu suka jajan diluar." kata Alex jujur.


"Baiklah, Aku akan datang lagi besok." kata Ella.


"Hari ini aku bekerja diluar jadi bisa mampir kesini." cerita Alex.


"Apa terjadi sesuatu yang serius?" tanya Ella.


"Hmm, salah satu karyawanku rumahnya dibakar habis dan Ia sedang dirawat dirumah sakit." jelas Alex.


"Astaga, lalu bagaimana keadaan nya?" tanya Ella.


"Mereka selamat dan keadaannya tidak terlalu parah." jelas Alex lagi.


"Syukurlah."


"Aku harus mencari tau dalang dibalik semua ini karena aku tak ingin ada kaitannya dengan perusahaan." jelas Alex lagi.


"Hmm, kau akan berangkat lagi?" tanya Ella.


"Ya, sebenarnya aku masih merindukanmu, tapi mau bagaimana lagi aku harus pergi." kata Alex.


"Ya aku tau."


Ella mencium punggung tangan Alex dan Alex tak lupa mencium kening Ella sebelum berangkat.


"Jaga bayi kita yaa." kata Alex yang hanya diangguki oleh Ella.


Alex berjalan keluar dan melihat Sandi duduk disofa dan hendak menyeruput kopinya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alex yang langsung membuat Sandi berhenti.


"Eh, saya mau-"


"Kita berangkat sekarang." kata Alex langsung keluar tanpa menunggu Sandi selesai bicara.


Astaga, Ia bahkan belum sempat meminum kopinya apalagi menikmati pisang goreng, dengan langkah lemas dan malas Sandi keluar rumah sedangkan Bik Sumi hanya terkekeh.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENNN


__ADS_2