ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
148


__ADS_3

Diluar kamar Riska sedikit resah saat Vano yang sedari tadi dikamar mandi tak kunjung keluar padahal sudah hampir 30 menit.


"Sebenarnya apa yang dilakukan di dalam? apa dia semarah itu?" batin Riska.


Ceklek, pintu kamar mandi terbuka, Vano yang juga mengenakan jubah mandinya keluar dengan wajah dingin.


"Apa kau baik baik saja?" tanya Riska menghampiri Vano.


"Jangan menyentuhku!" kata Vano dingin.


"Aku hanya bertanya!" kesal Riska "Bibirmu biru semua, kau kedinginan? mau ku gosok dengan minyak hangat?" tawar Riska mengingat cuaca malam ini sedikit dingin.


"Tidak, aku baik baik saja! lebih baik kau segera tidur saja." kata Vano mengambil piyama yang ada di dalam koper.


"Jangan marah, aku juga tak menyangka jika akan datang bulan hari ini." kata Riska dengan raut wajah merasa bersalah.


"Iya iya lupakan saja! lebih baik kau segera tidur." kata Vano yang langsung di turuti Riska.


Sementara didalam hati Vano masih menggerutu kesal, momen yang sudah Ia tunggu tunggu harus mundur lagi seminggu dan tadi didalam kamar mandi Ia terpaksa menyenangkan si otong mengunakan tangannya sendiri karena seharian menahan diri kala berdekatan dengan Riska apalagi saat Riska mengenakan gaun pengantin dan Vano mencuri curi pandang belahan dada milik Riska membuat si otong yang ada didalam meronta ronta minta segera di tuntaskan.


Vano meletakan guling di tengah tengah, agar Ia tak terlalu dekat dengan Riska yang bisa membuat si otong bangun lagi.


"Ck, apa kau takut jika aku menendangmu?" tanya Riska sedikit tersinggung dengan apa yang Vano lakukan.


"Tidak, hanya berjaga jaga saja."


"Ck, Aku tidak akan berisik dan banyak bergerak jadi tenang saja." kata Riska kesal lalu membalikan tubuhnya memunggungi Vano.


Vano pun ikut berbaring ikut memunggungi Riska.


Pagi nya Riska merasakan tubuhnya berat tak bisa Ia gerakan sama sekali. Riska segera membuka matanya dan ternyata tangan Vano yang memeluk pinggangnya juga kaki Vano menindih kakinya membuat Ia tak bisa bergerak sama sekali.


"Semalem siapa yang ngasih batas trus siapa juga yang udah ngelewatin batas." gerutu Riska.


Riska menoel noel pipi Vano, membuat Vano terusik.


"Ck, apa sih ganggu orang tidur aja." gerutu Vano masih dengan mata terpejam.


"Bangun mas, aku nggak bisa bangun." pinta Riska.

__ADS_1


"Ck tinggal bangun aja ribet banget." kata Vano yang masih mengantuk.


Riska memdengus kesal "Kalau kamu meluk aku kayak gini gimana aku bisa bangun mas!"


"Pede banget sih kamu, orang aku aja meluk guling."


"Makanya matanya melek dulu mas biar tau siapa yang kamu peluk!" kesal Riska membuat Vano membuka matanya dan terkejut dirinya memang tengah memeluk Riska.


"Udah dibilang jangan deket deket bikin si otong bangun kan!" kesal Vano kala merasa miliknya tengah berdiri tegak di bawah sana.


"Kamu yang nglewatin batas kenapa aku yang disalahin trus sih!" kini Riska benar benar kesal.


Vano pun bangkit dan sadar jika memang dirinya melewati batas. Ia pikir semalam memeluk guling tapi ternyata istrinya yang Ia peluk dan gulingnya sudah terlempar ke bawah.


"Oh, aku pikir semalem meluk guling ternyata meluk istri aku toh, pantas aja empuk banget." kata Vano sambil terkekeh membuat Riska melotot tak percaya.


"Kamu tuh bener bener nyebelin banget!" kesal Riska lalu bangkit dari ranjang.


"Eh malah ngambek, mau kemana sayang?" rayu Vano masih terkekeh.


"Mandi!"


Riska menghentikan langkahnya lalu menatap Vano tajam "Nggak usah ikut nanti kalau si otong bangun aku lagi yang disalahin!" kata Riska lalu menutup pintu kamar mandi.


"Ck, dasar betina tukang ngambek!" gerutu Vano lalu Vano melihat ke bawah "Lagian Lo sih jadi otong baperan amat, cuma tidur seranjang aja pake bangun lagi, dah tidur lagi aja masih seminggu lagi nggak usah baperan dikit dikit bangun! gue yang susah juga." kesal Vano sambil mengelusi miliknya yang masih berdiri tegak.


Selesai mandi, Mereka berdua pun keluar kamar untuk sarapan di resto yang ada disana.


Tak sengaja Riska melihat Alex dan Juga Ella yang duduk disalah satu bangku restoran membuat Riska menghampiri mereka diikuti oleh Vano.


"Kalian masih disini? trus Baby Liu mana?" tanya Riska.


"Eh mbak Riska, ck mentang mentang pengantin baru jam segini baru bangun." goda Ella membuat Riska tersenyum malu sementara Vano hanya diam saja.


"Tuh muka laki Lo napa Ris? kayaknya belum belah duren keliatan lecek banget." ejek Alex kala melihat Vano hanya diam saja tanpa menyapa.


"Mas, udah ah jangan mulai." Kata Ella mengingatkan.


"Yuk sayang kita makan disana aja, nggak usah disini." ajak Vano merangkul Riska tanpa mengubris ejekan Alex.

__ADS_1


"Jihahahaha ngambek tuh bocah, ketauan banget kalau belum jebol gawang." ejek Alex yang masih bisa didengar Vano.


"Kamu tuh bener bener deh mas! kayak anak kecil aja!" kesal Ella.


"Bibir tuh gatel sayang kalau liat Vano nggak ngledekin tuh orang." kata Alex sambil terkekeh.


"Buruan dihabisin mas, kasian Baby Liu nungguin kita dikamar." kata Ella mengingat memang Baby Liu tengah berada dikamar bersama Bik Sumi yang juga ikut sejak kemarin.


"Siap Ibu negara."


...


Vano dan Riska sudah duduk disebuah bangku dekat kaca dimana Mereka bisa melihat pemandangan pagi hari dari sana.


"Ngapain sih pake nyapa Ella sama Alex." protes Vano yang sebenarnya sudah melihat keberadaan Alex dan Ella namun Ia pura pura tak melihat, bukan karena apa apa tapi Vano memang sedang tak mood untuk menanggapi candaan Alex.


"Kamu nggak lupa kan mas kalau yang udah bantuin kita nyiapin pernikahan itu Alex saudara kamu?" Riska mengingatkan.


"Iya iya, aku inget kok." balas Vano acuh.


Riska hanya menghela nafas pelan, mood Vano memang benar benar sedang buruk sekarang namun Ia bisa apa jika memang sedang datang bulan dan Tak bisa menuruti permintaan Vano.


Selesai sarapan mereka kembali kekamar, Vano terlihat duduk disofa bersandar sambil memainkan game di ponselnya sementara Riska sibuk mengemasi barang barang yang Ia bawa dan Vano sama sekali tak ada niat untuk membantu.


Riska mengambil ponselnya lalu membawanya kekamar mandi.


Cara memuaskan suami jika sedang datang bulan


Riska menekan tombol klik lalu berseluncur ke google untuk mencari tau karena jujur ini juga pertama kalinya untuk Riska.


"Memuaskan suami bisa menggunakan tangan? haa tangan gimana bisa ya?" batin Riska kala membuka salah satu artikel yang ada disana.


Karena penasaran Riska akhirnya membuka salah satu video yang ada disana.


Riska terkejut dan segera saja mematikan ponselnya namun Ia sempat melihat dimana seorang wanita tengah berciuman dengan pria sambil memeganggi milik pria itu.


"Apa gue coba aja yaa?"


BERSAMBUNG....

__ADS_1


KASIH ADEGAN ++ NGGAK NIH 😁


__ADS_2