ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
188


__ADS_3

Pagi hari saat Alex dan Ella turun untuk sarapan di meja makan mereka dikejutkan oleh seorang wanita yang sudah ada dimeja makan.


Wanita yang tersenyum sumringah ke arah mereka yang masih terlihat terkejut.


"Bi, Kamu pulang?" tanya Alex masih tak percaya.


Bianca bersedekap tangan dan cemberut "Jadi gitu, aku nggak boleh pulang nih?"


Alex segera saja memeluk adik kesayangannya itu, "Maksud kakak itu, kok kamu nggak ngabarin kalau mau pulang? nggak ngabarin juga kalau udah wisuda." kata Alex lalu mencubit hidung adiknya itu dengan gemas.


Ella yang berada didepan mereka pun menyunggingkan senyum bahagia melihat keakraban keduanya.


"Aku emang sengaja nggak ngabarin kalau mau pulang biar surprise. kalau wisuda aku pengen ngundang kakak tapi kasian kak Ella kan Baby nya udah lahir jadi takut ganggu." jelas Bianca.


"Nggak apa apa lagi Bi, kalau cuma mas Alex yang berangkat, aku nggak apa apa sama Baby Liu dimansion." ungkap Ella.


"Aku juga udah nggak sabar mau ketemu Baby Liu! cuma liat fotonya aja nggak puas." kata Bianca menggerutu.


Memang selama Bianca kembali ke luar negeri setelah sang mama meninggal, Ella sering mengiriminya pesan, sekedar menanyakan keadaan Bianca ataupun memberikan kabar orang rumah.


"Ya udah habis sarapan kamu ajak main deh Baby Liu sepuasnya." kata Ella yang langsung diangguki girang oleh Bianca.


Mereka pun segera duduk untuk sarapan bersama,


"Kamu sampai jam berapa memang? kok kakak nggak tau?"


"Jam 3 kayaknya kak, lupa aku."


"Naik apa dari bandara?"


"Dijemput sopir kakak?"


"Haaaa?" Alex terkejut.


"Iya dijemput Sandi, sopir kakak." jelas Bianca lagi.


"Oh, kok kamu bisa punya nomornya?"


"Bisa dong, aku gitu."


Alex hanya menggeleng kan kepalanya.


"Kak aku mau kerja." ungkap Bianca.


"Nggak dirumah aja Bi? sekarang kakak kamu ini udah buka biro jodoh, siapa tau abis ini kamu dijodohin trus nikah." jelas Ella membuat Alex terkekeh sementara Bianca tampak mengerutkan keningnya binggung.


"Biro jodoh?"

__ADS_1


Ella mengangguk "Iya biro jodoh, Dokter Vano aja dicariin jodoh sama dia, trus gantain dokter Dina habis ini palingan kamu."


"Vano si bocah ingusan itu? udah nikah dia? ck jadi kangen." kata Bianca mengalihkan pembicaraan tentang pernikahanan.


"Kamu nggak usah ngalihin pembicaraan deh Bi, denger nggak abis Dina kamu yang bakal kakak jodohin!" kata Alex.


"Nggak mau kak, nggak mau! kakak apa sih. kayak siti nurbaya aja di jodohin. Bi nggak mau."


"Trus emangnya kamu punya pacar? inget Bi, kamu tu harus cepetan nikah." Alex mengingatkan.


"Iya kak, tapi nggak usah jodohin juga kali! kayak nggak laku aja pake dijodohin segala." kesal Bianca.


"Iya mas, udahlah biarin Bi cari jodohnya sendiri kamu nggak usah cariin." kata Ella.


"Tuh dengerin kakak ipar Kak."


"Ck, aku cuma kuatir kalau dia ketemu cowok brengsek sayang." kata Alex yang langsung membuat Bianca terkekeh.


"Emangnya kakak lupa kalau Bi ini jago tekwondo! kalaupun ada yang berani macem macem sama Bi juga langsung Bi gampar."


"Ya udahlah terserah kamu aja." balas Alex pasrah. wanita memang selalu menang begitu pikir Alex.


"Aku pengen kerja kak, percuma dong jadi sarjana kalau ilmu yang didapet nggak digunain." keluh Bianca


"Ya udah kamu kerja ditempat kakak dulu aja, kakak bakal cariin kerjaan yang pas buat kamu." kata Alex.


"Apa nggak kecepeten Bi? kan kamu baru aja pulang nggak nunggu seminggu lagi?" tanya Ella.


"Nggak ah kak, aku malah udah nggak sabar mau cepetan kerja." jelas Bianca.


"Maklum sayang, dia anak sultan dari kecil nggak pernah ngerasain kerja jadi ya gitu. mau kerja aja girang banget." kata Alex membuat Ella terkekeh.


"Ck, emangnya kakak bukan anak sultan apa." protes Bianca yang membuat Alex terkekeh.


"Kamu mau ketemu Vano?" tanya Alex.


"Rencananya gitu pengen ketemu mama Wina juga tapi nanti siang aja lah sekarang mau mainan sama baby Liu dulu." kata Bianca langsung naik ke atas kamar Baby Liu.


"Anak itu bener bener deh!" kata Alex segera berajak dari duduknya dan berjalan keluar diikuti Ella.


"Biarin aja lah mas, Bi udah gede bisa ngatur jalan hidupnya sendiri. kita cukup mengingatkan aja kalau dia salah." kata Ella yang langsung diangguki Alex.


"Iya istriku sayang."


Setelah mengecup kening Ella, Alex segera memasuki mobil dimana sudah ada Sandi didepannya.


"Selamat pagi Tuan." Sapa Sandi kala Alex sudah duduk dimobil.

__ADS_1


"Ck, ada apa dengan sikap ramahmu itu? kau bahkan sudah membantu Bianca untuk membodohiku semalam. dimana sifat loyalitasmu padaku?" tanya Alex sedikit sinis.


"Maafkan saya Tuan, saya diancam oleh Nona Bianca untuk tidak mengatakan pada Tuan jika Nona pulang." jelas Sandi sedikit terkekeh karena Tuannnya itu ngambek.


"Ck jadi begitu, kau juga takut dengan betina sekarang?"


"Tentu tidak Tuan, saya takut jika Tuan marah." kata Sandi membuat Alex terkekeh.


"Dasar Tukang rayu." gerutu Alex "Apa semalam Bianca menganggu waktu istirahatmu?" tanya Alex.


"Tidak Tuan, semua baik baik saja." jelas Sandi. semenjak mengetahui kehamilan Nisa memang Alex banyak berubah. tidak pernah menganggunya saat malam hari kadang Membiarkan Sandi pulang lebih dulu jika Alex bekerja hingga larut malam.


...


Siang hari, Bianca berjalan lengak lengok dikoridor rumah sakit untuk menemui seseorang yang tak lain adalah Vano.


Melihat pasien yang antri begitu banyak, Bianca meminta ijin suster untuk menunggu Vano didalam.


"Tapi Nona siapa?" tanya suster itu sebelum mengijinkan memasuki ruangan Vano.


"Aku ini adiknya."


"Haaa? sepertinya Dokter Vano tak memiliki adik." kata Suster itu membuat Bianca geram saja.


"Ck, coba saja tanyakan padanya jika aku ini memang adiknya. katakan Bianca ingin bertemu." kata Bianca yang langsung diangguki suster itu.


"Memangnya dia pikir aku penjahat." geruty Bianca melihat penampilan tomboy nya ini yang mungkon membuat suster itu tak percaya jika Bianca adiknya Vano, ya meskipun memang bukan adik kandung.


Suster itu kembali keluar dan menghampiri Bianca "Kata Dokter Vano tidak memiliki adik bernama Bianca."


Bianca kesal "katakan lagi padanya jika dia tidak menganggapku aku akan membuka aibnya disini."


"Tapi Nona."


"Sudah lakukan saja perintahku." kata Bianca sedikit keras yang akhirnya suster itu kembali memasuki ruangan Vano.


"Bisa bisa nya dia tak mengakui ku!" kesal Bianca.


Tak berapa lama Suster itu kembali keluar dan mendekati Bianca.


"Nona boleh menunggu didalam." kata Suster yang kini mendadak ramah.


Senyum Bianca langsung saja terbit dan memasuki ruangan pribadi Vano.


BERSAMBUNG...


Apaan nih pake bawa bawa aib babang Vano🤔🤣

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yeass...


__ADS_2