
Vano keluar dari kamar Alex sambil tersenyum geli, Ia cukup senang karena hubungannya dengan Alex akhirnya bisa kembali membaik setelah 5 tahun hubungan mereka tidak baik.
"Den Vano, sarapan dulu." tawar Bik Sumi melihat Vano keluar dari kamar Ella.
"Katanya udah dibikini bubur ya Bi?" tanya Vano berjalan menuju meja makan.
"Iya Den sarapan dulu." kata Bik Sumi.
Vano pun mengangguk lalu mencoba bubur yang sudah disiapkan untuknya.
"Udah lama nggak makan masakan Bik Sumi, ini enak banget Bi." kata Vano memuji.
"Eh, bukan masakan Bibi Den, itu masakan Ella." kata Bik Sumi.
"Seriusan Bi? ini enak banget." kata Vano sedikit tak percaya.
"Masakan Non Ella memang enak kok Den." Bik Sumi juga ikut memuji.
"Beruntung banget ya Si Alex, punya bini muda, udah cakep pinter masak lagi." Vano terlihat iri.
"Eh, jangan ngomong gitu Den, nanti kalau Den Alex denger bisa salah paham lagi." kata Bik Sumi.
"Ya udah deh nggak ngomong lagi." kata Vano membuat Bik Sumi terkekeh.
Sementara itu Sandi sedikit kewalahan menghadapi Hanna karena saat Sandi meminta barang barang Alex secara baik baik, Hanna terlihat marah dan bahkan mengamuk.
"Aku tidak percaya Alex seperti itu, Alex mencintaiku tidak mungkin dia mengusirku seperti ini." kata Hanna dengan nada marah.
"Tapi Nyonya, memang kenyataanya seperti itu, Tuan Alex yang meminta saya datang untuk mengambil barang barangnya." kata Sandi lagi.
"Tidak, aku tidak akan mengambilkan barang barangnya," kata Hanna histeris.
"Baiklah jika memang Nyonya tidak mau mengambilkan barang barangnya, biarkan saya yang mengambil barang barang Tuan." kata Sandi santai.
__ADS_1
"Jangan! jangan berani kau masuk kekamarku." kata Hanna terlihat akan menutup pintu namun Sandi masih menahan pintunya.
"Nyonya saya mohon jangan mempersulit semua ini jika masih ingin tinggal disini." kata Sandi yang sudah kesal dengan Hanna.
"Tak ada yang bisa mengusirku dari sini, jadi kau jangan coba coba untuk memaksa masuk!" kata Hanna sedikit membentak.
"Baiklah jika Nyonya mempersulit saya, tapi jangan salahkan saya jika nanti Tuan Alex sendiri yang akan datang dan mengusir Nyonya." kata Sandi santai.
Hanna terlihat takut dan binggung, akhirnya Hanna menyerah dan membiarkan Sandi mengambil barang barang Alex karena ucapan Sandi terlihat serius dan Hanna takut jika Ia benar sampai diusir, bisa jadi gembel dia nanti.
Sandi tersenyum puas, meskipun Ia harus berdebat dengan Hanna namun pada akhirnya Ia yang memenangkan perdebatan itu.
Sandi keluar dari kamar Hanna dengan menyeret 2 koper besar dikedua tanganya.
"Apa apaan ini? kenapa kau membawa barang sebanyak itu?" tanya Hanna tak terima.
"Maafkan saya Nyonya, saya hanya melaksanakan perintah Tuan Alex." kata Sandi santai.
"Saya tidak tau Nyonya, maafkan saya Nyonya, saya harus pergi." kata Sandi melewati Hanna yang masih mengerutu.
"Sialan, aku harus mengikutinya." kata Hanna.
...
Hanna sudah berada didalam mobilnya, tanpa sopir Hanna melajukan mobilnya sendiri mengikuti mobil Sandi.
Sementara Sandi mendapatkan pesan dari Nisa kekasihnya jika Dia diikuti oleh Hanna, saat Hanna mengerutu dan ingin mengikuti Sandi ternyata Nisa berada disana ikut mendengarkan gerutuan Hanna membuat Nisa segera mengabari Sandi.
Sandi menilik kaca spion nya memang benar dibelakang mobilnya ada mobil Hanna, Sandi tersenyum menyerigai, sepertinya mengerjai Hanna sedikit akan menyenangkan untuknya.
Sandi membelokan mobilnya bukan kearah rumah Ella melainkan lawan arah rumah Ella menuju jalanan yang sepi.
Hingga mobil Sandi berhenti didepan sebuah rumah yang pastinya bukan rumah Ella dan jauh dari rumah Ella.
__ADS_1
"Apa itu rumah Ella? kenapa jelek sekali." kata Hanna dengan nada mengejek. Hanna melihat Sandi menyeret kopernya masuk kesebuah rumah yang terlihat kumuh itu menjadi yakin jika itu memang rumah hunian Ella.
"Namanya juga istri kedua mana mungkin Alex juga memberikan mansion, ya ampun kasian banget sih Ella." kata Hanna tertawa puas setelah itu dia segera menghidupkan mobilnya dan pergi dari sana sebelum ketauan Sandi jika mengikutinya.
Dia akan memberi pelajaran pada Ella nanti malam batin Hanna tersenyum puas.
Setelah mobil Hanna pergi, Sandi segera keluar dan menaruh kopernya kembali dibagasi.
Sandi tersenyum puas lalu melajukan mobilnya pergi dari rumah kosong itu.
...
"Kenapa lama sekali, apa Hanna mempersulitmu?" tanya Alex kala Sandi sampai dirumah Ella.
"Maafkan saya Tuan, saya harus putar bali dulu karena Nyonya mengikuti mobil saya." kata Sandi membuat Alex terkejut.
"Jadi dia tau Ella tinggal disini?" tanya Alex terlihat marah.
"Tidak Tuan, saya sudah menyelesaikan itu semua jadi Tuan tak perlu khawatir." kata Sandi.
"Baiklah aku percaya padamu, jangan biarkan wanita itu tau tentang Ella." kata Alex.
"Tentu saja Tuan, jangan khawatir!" kata Sandi yang hanya diangguki Alex.
BERSAMBUNG...
Kok dikit sih up nya? maaf banget yaa lagi banyak acara...
pengennya libur dulu tapi ngga enak kalau ditingguin😁 ..
tapi nanti malam kalau udah lega bakal double up tapi nggak janji yaaa 😁
jangan lupa like vote dan komenn yaaa 😘
__ADS_1