
Ella yang masih terlelap merasa terganggu karena ada yang menciumi pipinya.
Ella mengerang membuat Alex tersenyum karena merasa menganggu istrinya tidur.
Ella mengerjap menatap Alex yang tersenyum padanya.
"Lho, mas kok pulang?" tanya Ella masih menyadarkan diri dari rasa kantuk.
"Emangnya nggak boleh pulang nih?" cemberut Alex membuat Ella terkekeh.
"Masih subuh gini maksud aku mas, kirain pulangnya agak siangan."
"Keburu kangen sayang." Alex menciumi istrinya gemas.
"Geli mas, mas belum cukuran sih jadi geli."
"Kan geli geli enak sayang."
"Hmm, kayaknya pagi pagi ada yang mau minta jatah nih." sindir Ella yang membuat Alex tersenyum.
"Udah lama yank, boleh ya?" pinta Alex dengan wajah memelas "Satu ronde deh nggak nambah."
Ella mengangguk geli membuat Alex bersemangat dan langsung menyerang sang istri.
"Yang katanya minta satu Ronde." cibir Ella kala tadi Alex meminta tambah 1 ronde lagi.
"Maaf deh, habis kangen sih."
Alex membalikan tubuhnya menatap wajah Alex, "Mas nggak tidur apa semalem kok matanya hitam gini?".
"Hmm, nggak bisa tidur kalau nggak ngeloni istriku ini." kata Alex yang memang semalam tidak bisa tidur membuat Ia akhirnya memutuskan pulang sepagi ini untuk melihat Ella. "Aku tidur dulu ya yank nanti bangunin jam 9." pinta Alex.
"Mas mau kerumah sakit lagi?"
"Iya sayang, Masih butuh aku! nggak apa apaa kan?"
"Ya nggak apa apa mas." balas Ella ragu "Mas, kok aku nggak boleh ikut kenapa sih? apa mas belum siap ya ngenalin aku sama keluarga mas?" tanya Ella memberanikan diri.
Alex menatap istrinya geli "Jadi ini yang kamu pikirin?" tanya Alex "Aku bukannya nggak mau ngenalin kamu sama Mama Rena dan Bianca tapi aku nggak mau kamu ke rumah sakit karena kamu lagi hamil, nanti kalau mereka udah pulang aku pasti ajak kamu ketemu mereka." jelas Alex mencubit hidung Ella gemas.
"Kan kalau periksa juga dirumah sakit mas? apa bedanya coba?" protes Ella.
"Jelas beda dong sayang, kita periksa sama jengukin orang sakit itu beda, jadi please kali ini nurut sama aku, nanti pasti aku ajak ketemu mereka." kata Alex.
"Ya udahlah mas." balas Ella lesu.
__ADS_1
Alex tersenyum lalu memejamkan matanya, baru sedetik Ia memejamkan mata ponselnya berdering.
"Mas ada telepon tuh." Kata Ella mengambilkan ponsel Alex yang ada dimeja lalu memberikan pada Alex.
"Siapa sih!" kesal Alex yang baru ingin memejamkan mata.
Mama Rena Calling...
Segera Alex menerima panggilan itu,
"Kak, kakak cepetan kesini sekarang." suara Bianca terdengar seperti serak dan menangis.
"Kenapa Bi? ada apa?" tanya Alex bergegas bangun.
"Pokoknya cepet kesini kak."
"Oke Kakak kesana sekarang!" Alex kembali mengenakan baju yang tadi Ia kenakan.
"Mas nggak mandi dulu trus ganti baju?" tanya Ella.
"Aku buru buru sayang, Bi lagi butuh aku, aku berangkat dulu ya." kata Alex mengecup kening Ella lalu keluar dari kamar.
Ella hanya menghela nafas, "Masa iya sih mas habis gituan nggak mandi mana pakai baju yang kemarin lagi." gerutu Ella.
"Iya Bi, emang niatnya pulang cuma sebentar kok.''
"Hmm, sebentar buat kangen kangenan ya Non?" goda Bik Sumi membuat Ella tersipu.
"Apa sih Bik, oh ya dibawah udah ada sarapan Bik?" tanya Ella.
"Udah dong Non."
"Mandi dulu ah, abis itu sarapan soalnya mendadak laper banget."
"Abis digenjot sih ya jadi laper kan."
"Ih Bibik mesum!" kesal Ella lalu memasuki kamar mandi meninggalkan Bik Sumi yang terkekeh.
Sementara Alex berlari menuju ruangan Mama Rena, dan Ia melihat Bianca tengah menangis didepan pintu ruangan Mama Rena.
"Bi, ada apa?" tanya Alex langsung memeluk Bianca yang menangis.
"Mama tadi kejang kejang kak, sekarang masih diperiksa Dokter, aku takut kak, takut Mama kenapa napa." kata Bianca sambil menangis.
Seketika Alex merasa bersalah karena telah meninggalkan Bianca sendirian "Tenang ya, kakak yakin Mama pasti baik baik saja." kata Alex sambil mengelus rambut Bianca.
__ADS_1
Alex dan Bianca pun duduk didepan ruangan mama Rena menunggu dokter Farrel keluar,
Dokter Farrel keluar dengan wajah sedih membuat Bianca tambah khawatir.
"Gimana keadaan mama?" tanya Bianca tak sabar.
"Maaf, maafkan aku, Mama Rena telah tia-"
"Tidak! tidak mungkin! mama tidak mungkin meninggal." teriak Bianca histeris yang langsung membuat Alex memeluk Bianca.
"Sekali lagi maafkan aku, aku sudah mengusahakan yang terbaik untuk Mama Rena namun Tuhan berkehendak lain." jelas Dokter Farrel segera pergi meninggalkan Bianca dan Alex.
"Kak, dokter Farrel bohong kan? Mama nggak mungkin meninggal kan?" tanya Bianca pada Alex yang membuat Alex ikut terpukul karena Bianca begitu shock.
"Yuk, kita masuk, kita lihat Mama untuk yang terakhir kalinya." ajak Alex dengan suara pelan karena menahan tangis.
"Kak, nggak mungkin! mama nggak mungkin meninggal!" Bianca masih tak percaya.
Alex pun menuntun Bianca memasuki ruang rawat Mama Rena dan disana Mereka bisa melihat tubuh mama Rena yang sudah tertutup kain putih.
"Mama, mama, jangan tinggalin Bi ma." tangis Bianca benar benar pecah kala melihat jenazah mamanya.
"Bianca janji nggak akan nakal lagi, nggak akan berantem lagi, Bianca bakal nikah, Bianca bakal ngasih mama cucu tapi Mama harus bangun, Mama harus bangun." ungkap Bianca sambil menangis.
Alex kembali membawa Bianca ke dalam dekapannya karena tak tega melihat Bianca menangis, seumur umur baru kali ini Alex melihat Bianca menangis karena biasanya Bianca terkenal tomboy dan jarang menangis.
"Kak, aku mau kok nikah, aku nggak akan nerusin s2 ku diluar negeri tapi Mama kak, mama suruh bangun." pinta Bianca dipelukan Alex.
"Tenang Bi, mama sudah tenang disana, Mama sudah nggak akan merasakan sakit lagi disana, jadi sekarang kita doain yang terbaik buat Mama ya?" pinta Alex yang cukup mengerti apa yang dirasakan Bianca saat ini.
"Tapi kak, Bianca nggak mau kehilangan Mama, Bianca sudah tak punya siapa siapa lagi sekarang." kata Bianca masih terisak.
"Kamu masih punya kakak disini, kakak janji bakalan selalu jagain kamu dan ada buat kamu." kata Alex yang membuat Bianca semakin menangis.
"Bi, belum bisa bahagiain Mama, kenapa Mama pergi."
"Ikhlasin Mama ya, biar Mama tenang disana." kata Alex.
Meski masih menangis namun perlahan Bianca sudah mengikhlaskan Mamanya pergi ke surga.
Sementara Alex sudah sibuk memanggil semua orang untuk persiapan pemakamam Mama Rena hari ini juga.
Bersambung....
Jangan lupa like vote dan komen yaaa...
__ADS_1