
Alex mendengar ponselnya berdering, hendak bangkit untuk mengambil ponsel yang ada meja samping ranjang namun sayang Ella sudah mengambilnya lebih dulu.
"Bilang mas, biar aku ambilin." kata Ella memberikan ponsel pada Suaminya.
"Lagian aku juga bisa kok." protes Alex yang merasa dimanjakan oleh Ella.
"Lho kok dimatiin mas?" tanya Ella melihat Alex mereject panggilannya.
"Nggak penting, yang telepon nggak tau siapa." jelas Alex malas lalu meletakan benda pipih itu disamping bantalnya.
"Ya siapa tau aja penting mas."
"Orang nomernya aja diprivasi kok."
"Hmm, ya udah deh! aku masak dulu ya mas nanti kalau butuh apa apa panggil aja." kata Ella yang hanya diangguki oleh Alex.
Ella segera keluar dari kamar untuk kedapur memasak sedangkan Alex yang melihat Ella sudah keluar segera mendial nomer seseorang.
"Jadi bagaimana?" tanya Alex.
Alex tersenyum puas mendengar jawaban dari seseorang yang Ia telepon.
"Bagus, bawa dia ke markas besok dan jangan lupa perintahkan seseorang untuk menjemputku." kata Alex lalu mematikan panggilannya.
"Drama mu akan segera berakhir Nyonya." gumam Alex tersenyum sinis.
Alex terlihat sibuk berkutat dengan layar laptopnya, jemarinya sibuk mengetikan sesuatu disana hingga fokusnya buyar kala Ella memasuki kamar dan membawa nampan berisi makanan.
Sup ayam yang masih mengepul hangat, baunya tercium sedap tentu saja rasanya pasti sangatlah nikmat.
"Berhentilah sebentar, makan malam dan minum obat dulu." kata Ella mengambil laptop Alex membuat Alex protes.
"Belum aku save sayang." kata Alex sedikit kesal.
"Oke oke, biar aku yang save." kata Ella segera menyimpan data yang baru saja diketik Alex.
Alex mendengus kesal,
"Ada tamu kayaknya." kata Alex mendengar suara bel berbunyi.
"Iya, siapa ya dateng malem malem gini." gumam Ella beranjak keluar kamar untuk melihat siapa yang datang.
Ella membuka knop pintu dan ternyata dokter Vano yang datang.
"Eh dokter?" Ella sedikit terkejut melihat kedatangan sepupu suaminya sekaligus dokter yang merawat Alex itu.
__ADS_1
"Halo nona Ella, maaf menganggu malam begini, aku hanya ingin memastikan keadaan Alex baik baik saja." kata Vano sambil tersenyum.
"Ya ampun dokter baik banget ya, baru juga kemarin keluar rumah sakit sekarang udah mau di check aja." kata Ella.
"Ya udah masuk dok," ajak Ella membuat Vano mengangguk lalu mengikuti langkah Ella memasuki rumah.
"Sayang, siapa yang datang?" teriak Alex dari dalam kamar.
"Hmm, nggak sabaran banget." kata Ella membuka pintu kamar membuat Alex tau siapa yang datang.
Mendadak wajah Alex terlihat kesal.
"Mau ngapain sih malem malem kesini?" tanya Alex dengan nada kesal.
"Tentu saja aku harus melihat kondisimu, memangnya untuk apa lagi aku kesini?" tanya Vano cengegesan "Wah ternyata baru mau makan malam ya?" tanya Vano melihat nampan berisi makanan.
"Apa dokter belum makan malam?" tanya Ella yang hanya digelenggi oleh Vano.
"Ah baiklah jika begitu, aku akan mengambilkan makan malam untuk dokter juga, kita bisa makan malam bersama." kata Ella membuat Vano tersenyum senang.
"Kau bilang kesini untuk memeriksaku? jadi segera periksa dan pergilah!" ketus Alex.
"Mas, jangan seperti itu! lagipula Dokter Vano niatnya kan baik, pulang kerja langsung kesini buat meriksa mas, jadi nggak apa apa kan kalau diajak makan malam bersama kita." tegur Ella.
"Sudahlah Nona Ella, aku tak apa! aku akan memeriksa Alex dan segera pergi." kata Vano dengan wajah memelas.
"Sayang, kau benar benar menyebalkan." kata Alex dengan nada kesal, Ella hanya diam saja tak mengubris umpatan Alex.
"Dokter bisa memeriksa dulu, aku akan menyiapkan makan malam dimeja makan." kata Ella berjalan keluar kamar.
Alex masih kesal dengan Ella sedangkan Vano tertawa saat Ella sudah keluar.
"Berhentilah menganggu kami dan segera lah pergi!" kata Alex kesal.
"Hey brother, kau tidak seharusnya marah padaku seperti ini." kata Vano terkekeh "Apa kau lupa jika rahasiamu ada ditanganku?" tanya Vano membuat Alex semakin kesal.
"Sialan kau." umpat Alex membuat Vano semakin terkekeh, rasanya sudah lama sekali Ia tak mengerjai Alex seperti ini.
Ella tengah menyiapkan makan malam dan melihat Vano keluar sambil mendorong Alex yang duduk dikursi roda.
"Dia ingin ikut makan malam dengan kita katanya." kekeh Vano sedangkan Alex hanya diam tak mengubris godaan Vano.
Ella tersenyum, "Baguslah kita akan makan bersama."
Ketiganya sudah duduk ditempat masing masing, Ella masih sibuk mengambilkan makanan dipiring Alex.
__ADS_1
"Aku tidak suka wortelnya," keluh Alex kala dipiringnya dipenuhi oleh wortel.
"Iya mas, ni aku ambilin." Ella dengan telaten mengambil semua wortel yang ada dipiring Alex.
Vano hanya mengeleng pelan melihat tingkah pasutri didepannya ini yang membuatnya pengen juga merasakan diposisi Alex.
"Kau terlalu rewel brother." cibir Vano.
"Apa kau iri? kau pasti membayangkan jika berada diposisiku saat ini, makan malam yang dilayani istri tercinta." ejek Alex membuat Vano bungkam pasalnya apa yang Alex katakan memang benar.
"Hahaha kau hanya diam? jadi benar kan? dasar jomblo." ejek Alex lagi.
"Huss.. mas apa sih, kayak anak kecil aja deh!" kata Ella dan kini Vano yang menertawakan Alex.
"Nona Ella jika tidak keberatan aku juga mau dong diambilkan makanan seperti Alex." pinta Vano dengan wajah memelas.
"Nggak, nggak boleh! sayang jangan sekali kali yaa." ancam Alex.
Ella hanya menggeleng tak percaya melihat tingkah kekanakan Alex dan Vano.
"Ayolah Nona, sekali ini saja." pinta Vano lagi.
"Aku tidak akan makan malam dan minum obat jika kamu melayani Vano juga." ancam Alex lagi.
"Sekali ini saja nona." Vano masih tak menyerah.
Ella yang pusing karena tingkah kekanakan dua pria dewasa ini akhirnya mengebrak meja makan "Diam!!! seegera makan!" bentak Ella membuat Vano Dan Alex mendadak bisu dan segera makan tanpa ada yang bersuara.
Ella tersenyum geli dengan apa yang baru saja Ia lakukan, pasalnya pertama kalinya Ia berani membentak suaminya dan juga sepupunya itu.
Bukan berarti Ella bersikap kurang ajar, hanya saja Ella ingin menghentikan tingkah konyol dua saudara ini.
Selesai makan malam, Vano segera pamit pulang. melihat Ella yang sempat marah membuat Vano enggan berlama lama disana.
"Bisa nggak mas?" tanya Ella melihat Alex ingin mengambil piyama di almari.
"Bisa kok." Alex yang berada dikursi roda sedikit kesulitan sebenarnya namun mau bagaimana lagi, istrinya sedang marah mana mungkin Ia meminta tolong. bisa bisa Ia kena marah lagi.
Ella tersenyum geli, berjalan mendekati almari dan mengambilkan sepasang piyama tidur milik Alex.
"Sini aku bantuin pake."
"Enggak, aku bisa sendiri."
"Oh ya udah." Ella berjalan memasuki kamar mandi membuat Alex mendengus sebal.
__ADS_1
"Dasar istri nggak peka." gerutu Alex saat Ella tak sudah tak terlihat.