ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
187


__ADS_3

Sejujurnya Rangga bosan dengan acara dipesta ini namun mau bagaimana lagi, Ia juga tak mungkin meninggalkan pesta begitu saja.


Rangga menghela nafas berkali kali hingga membuat Dina paham jika Rangga mulai bosan dengan acara ini.


"Kau bosan?" tanya Dina sambil mengulurkan segelas minuman pada Rangga.


Rangga hanya mengangguk "Sedikit bosan." jujur Rangga.


"Apa kita pulang saja?" tanya Dina mulai merasa tak enak, apalagi Rangga tipe orang yang sangat jujur dan tidak menutupi sesuatu yang Ia rasakan.


"Tidak perlu, kamu nikmati saja pestanya. aku akan menunggu disini." balas Rangga.


Dina tetap saja diam menemani Rangga, Ia merasa tak enak jika harus meninggalkan Rangga sendiri.


"Hay Din.." seorang pria tiba tiba menyapa ke arah Dina dan Rangga.


Dina menoleh dan cukup terkejut, Feri ya pria yang menyapanya adalah Feri mantan kekasih yang meninggalkannya karena memilih wanita lain dan wanita lain itu pula yang kini sedang disamping Feri menatap Dina sinis.


"Oh hay." balas Dina acuh karena jujur Dina malas bertemu dengan pelakor dan pengkhianat seperti mereka.


"Aku nggak nyangka kamu bakal dateng, aku pikir kamu nggak dateng karena kamu pasti tau aku dateng!" kata Feri terdengar meremehkan.


"Kina sahabat aku, mana mungkin aku nggak dateng! lagian memangnya apa hubungannya kedatangan aku sama kamu? kamu pikir aku belum bisa move on? sorry aku bahkan nggak inget kalau pernah jadi pacar kamu." kekeh Dina bangkit. "Yukk sayang kita balik aja, kamu bilang harus nemuin klien kan tadi." ajak Dina pada Rangga yang hanya dituruti Rangga.


Dina kembali merangkul lengan Rangga lalu meninggalkan Feri dan kekasihnya begitu saja.


Sesampainya diluar, Dina melepaskan pelukan nya, "Sorry ya, aku terpaksa ngomong gitu tadi!" kata Dina merasa tak enak.


"Nggak masalah, aku ngerti kok." balas Rangga yang memang sudah tau jika Dina ditinggalkan kekasihnya karena kekasihnya selingkuh dan Rangga yakini pria tadi adalah mantan kekasih Dina.


Mereka pun kembali ke parkiran alfamart untuk mengambil mobil dan motor mereka. Dina sudah tak ada mood berada dipesta karena melihat Feri, alhasil Ia pun mengajak Rangga pulang.


Namun sialnya, saat mereka sampai di alfamart nyatanya Feri pun masih membuntuti mereka.


"Astaga, ini aku nggak salah liat kan? kamu beneran pacaran sama cowok miskin yang nggak pake mobil?" ejek Feri kala melihat Rangga hendak menaiki motor buntunya.


Dina yang hendak memasuki mobilnya pun mendadak mengurungkan niatnya, berbalik dan mendekati Feri dan Rangga.


Dina hanya diam saja karena jujur Ia malu dan binggung harus menjawab apa,


"Aku nggak nyangka setelah aku khianati selera kamu biass aja kayak gini." ejek Feri lagi yang langsung membuat Rangga marah.


"Banyak bacot Lo!"

__ADS_1


Bugh... bugh... Rangga langsung saja memukuli Feri membuat Dina histeris.


"Rangga udah, jangan gila kamu!' kata Dina melerai karena sekarang mereka jadi bahan tontonan pengunjung alfamart.


"Dia tuh yang gila, udah ngehianatin kamu sekarang banyak bacot!" ungkap Rangga masih emosi lalu pergi meninggalkan Dina dan Feri begitu saja.


Melihat Rangga emosi, Dina pun segera menaiki mobilnya untuk mengejar Rangga namun sayangnya Rangga terlampau jauh dan Dina juga tak tahu dimana Rangga Tinggal.


Dina memukul setir mobilnya kesal "Sial banget gue hari ini."


...


Sementara Sandi yang asyik terlelap sambil memeluk tubuh istrinya yang membuncit mendadak terusik kala dering ponselnya berbunyi.


Dengan sangat terpaksa, Sandi membuka matanya sebelum Nisa mengomel karena terganggu oleh bunyi ponsel Sandi.


Sandi menatap layar ponselnya, ada 5 panggilan tak terjawab dari nomer baru. mengerutkan keningnya, siapa yang meneleponnya tengah malam begini? batin Sandi.


Tak berapa lama ponselnya kembali berdering, langsung saja Sandi mengeser warna hijau untuk mengangkat panggilan.


"Hey, kenapa lama sekali mengangkat teleponku!" kesal suara wanita yang ada diseberang sana membuat Sandi mengerutkan keningnya.


"Siapa kau?" tanya Sandi heran mendengar suara wanita yang ada ditelepon.


"Nona bianca?" tebak Sandi.


"Jemput aku dibandara sekarang!"


"Haa?" Sandi melonggo tak percaya. ditengah malam begini Ia diminta menjemput adik Tuannya.


"Jemput aku sekarang! aku sudah sampai sejak tadi." kata Bianca sedikit berteriak.


"Ba-baik Nona, baiklah."


Sandi segera menganti piyama dengan baju yang biasa Ia pakai.


"Mau kemana mas?" tanya Nisa bangun dan melihat suaminya bersiap siap.


"Ke bandara jemput Non Bianca, aku beragkat sekarang." kata Sandi mengecup kening Nisa lalu keluar kamar.


"Bianca siapa?" batin Nisa heran lalu kembali tidur.


Sandi segera melajukan mobilnya menuju bandara sebelum Nona nya itu kembali meneleponnya dan mengomel.

__ADS_1


Meskipun Sandi sendiri juga sedikit kesal karena waktu tidurnya terganggu namun ini sudah menjadi resiko dari pekerjaan Sandi. gaji besar yang harus membuatnya siap kapanpun saat dibutuhkan.


30 menit perjalanan, Sandi baru sampai di bandara padahal Ia menyetir dengan kecepatan tinggi namun karena jaraknya memang sedikit jauh dari rumah Sandi.


Sandi memasuki bandara, dan celinggukan mencari Bianca hingga Ia melihat wanita cantik yang melambaikan tangan ke arahnya.


Sandi segera berjalan mendekati wanita yang tak lain adalah Bianca.


"Non Bi, kok nggak ngabarin dulu kalau mau pulang?" tanya Sandi.


"Aku memang sengaja karena ingin memberikan sureprise, kau belum memberitahu kakak ku kan?" tanya Bianca.


"Tentu saja belum Nona, saya saja tadi tidur dirumah jadi saya lama angkat telepon non Bi." jelas Sandi.


"Ah kau baru bangun tidur, pantas saja." kata Bianca mencari sesuatu didalam tasnya.


"Ada apa nona?" tanya Sandi,


Bianca mengambil tisu basah didalam tasnya lalu memberikan pada Sandi "Pantas saja masih ada bekas liur di pipimu," kata Bianca lalu tertawa.


Sontak Sandi malu setengah mati, karena buru buru Ia sampai lupa mencuci muka.


"Maafkan saya Nona, saya buru buru jadi sampai lupa mencuci muka." jelas Sandi langsung membersihkan wajahnya dengan tisu basah.


"Tak masalah, aku juga yang membuatmu seperti ini." kata Bianca.


"Ah ya bawa koper ini ke mobilmu ya, dan antarkan aku ke mansion kakak ku. mulai sekarang aku akan tinggal disana."


"Baiklah Nona .."


Sesampainya dimansion, Sandi membantu Bianca membawa masuk koper di mansion.


Dan mereka disambut oleh Bik Sumi yang tadinya juga sudah dihubungi oleh Bianca jika akan pulang.


"Ya ampun non Bi tambah cantik aja." kata Bik Sumi memeluk Bianca.


"Hssttt... jangan keras keras Bi, nanti pada bangun." kata Bianca yang seketika Bik Sumi langsung menutup mulutnya dan terkekeh. Bik Sumi tau jika Bianca akan memberikan surprise untuk Alex dan Ella besok pagi.


Mereka pun segera memasuki mansion tanpa menimbulkan suara gaduh.


BERSAMBUNG ...


Mendekati ending guys🙂

__ADS_1


Aku rencana bakal bikin sekuel Baby Liu and the gengs (anaknya Vano) kira kira ada yang tertarik baca nggak yaa🤔


__ADS_2