ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
176


__ADS_3

Alex memasuki markas saat sudah sampai, Namun Ia dikejutkan oleh kedatangan Vano dengan senyum tengilnya itu.


"Untuk apa kau kesini?" tanya Alex dengan kesal.


"Mengikutimu, aku hanya penasaran untuk apa kau datang kesini." kata Vano.


Saat perjalanan pulang, tak sengaja Vano melihat mobil Alex memasuki kawasan perumahan yang dijadikan markas mereka berdua untuk menyiksa seseorang. karena penasaran akhirnya Vano ikut membuntuti mobil Alex dan sampailah dia disini sekarang.


"Sial, pergilah! bukankah istrimu sudah menunggu mu dirumah?" usir Alex dengan nada kesal.


"Istri dan anakmu juga sudah menunggu dirumah, apa aku harus menelepon Ella agar datang kesini dan melihat suami tercinta nya ini akan menyiksa seseorang, pasti seru sekali!" goda Vano yang membuat Alex makin geram saja.


"Terserah dengan apa yang akan kau lakukan!" kata Alex lalu memasuki rumah yang dijaga oleh dua bodyguard bertubuh kekar.


Vano tersenyum senang mendengar ucapan Alex yang artinya Ia boleh melihat siapa yang akan dihajar oleh Alex.


Alex, Vano serta Sandi memasuki sebuah ruangan dimana ada Rey yang duduk diikat dikursi dan matanya terpejam.


"Sepertinya aku mengenalnya?" gumam Vano.


"Lebih baik kau diam saja!" gertak Alex.


"Kau galak sekali!" gerutu Vano.


"Ambil air dan siram dia," perintah Alex pada Sandi.


Sandi pun menuruti, Mengambil seember air yang sudah tersedia disana lalu mengguyurkan pada Rey hingga membuat Rey yang tadinya pingsan kini bangun.


"Ah aku ingat, bukankah dia sahabatmu sewaktu sekolah." celetuk Vano kala melihat wajah Rey dengan jelas. Alex tak mengubris, sibuk menatap ke arah Rey dengan tajam.


"Brengsek! apa yang kau lakukan padaku!" teriak Rey kala sadar tangan dan kakinya terikat di kursi.


"Kau akan disiksa, jangan habiskan tenagamu untuk berteriak." celetuk Vano lagi.


"Diam dan keluarlah!" bentak Alex kesal dengan Vano.


"Aku akan keluar dan akan memanggil Ella." Vano.


"Sialan, kau benar benar!" geram Alex membuat Vano terkekeh.

__ADS_1


"Rileks bro, lanjutkan saja jangan hiraukan aku." kata Vano mengambil sebuah kursi lalu duduk disana seperti sedang menonton sebuah film.


Sementara Rey terlihat sibuk melepaskan dirinya namun gagal "Lepaskan aku brengsek!"


"Hahaha kau bilang lepaskan? tidak sebelum aku merobek mulut kotormu itu." kata Alex sambil tertawa geram.


"Wah jadi istrimu itu sudah mengadu padamu?" kata Rey dengan nada mengejek.


"Diam!" Alex mencekik leher Rey namun cekikan Alex melonggar kala mendengar suara Vano.


"Tunggu, Tunggu... jadi kalian bertengkar karena merebutkan Ella? dulu kalian merebutkan Rhea dan sekarang Ella? astaga aku tak menyangka persahabatan kalian selemah itu hanya karena wanita."


Baik Rey maupun Alex menatap tajam ke arah Vano "Rileks bro. lanjutkan saja pertengkaran kalian jangan hiraukan aku." kata Vano sambil bergidik ngeri melihat kedua orang didepannya itu menatapnya tajam.


Sementara Sandi terlihat menahan tawa melihat kelakuan Vano yang menyebalkan itu.


"Aku gagal, seharusnya aku sudah menikmati tubuh istrimu yang cantik itu!"


Plakkk...


"Tutup mulut kotor mu itu!" Alex menampar pipi Rey hingga berdarah, namun Rey malah tertawa.


"Sebenarnya apa mau mu? kenapa kau masih mengusik ku bukankah Rhea sudah cukup untuk membalaskan sakit hatimu dulu?" tanya Alex sedikit meredam amarahnya.


"Selama aku masih melihatmu bahagia, aku tak akan pernah berhenti mengusik hidupmu!" kekeh Rey.


"Karena mu Mia bunuh diri, ya semua salahmu! jika saja waktu itu kau menerima cinta Mia, tidak mungkin Mia bunuh diri!" teriak Rey penuh emosi.


"Ah jadi semua ini karena gadis itu."


Dulu Rey dan Alex adalah sahabat semasa sma, namun karena kehadiran Mia gadis paling cantik disekolah mereka, hubungan Alex dan Rey merenggang. Semua berawal saat Rey menyukai Mia namun sayang nya Mia lebih memilih Alex. dan Waktu itu Alex memang menolak Mia. Mia yang kesal karena penolakan Alex berlari ke tengah jalan raya hingga tertabrak truk dan meninggal seketika membuat Rey menganggap jika Mia bunuh diri karena Alex. Dan sejak saat itu Rey sangat membenci Alex bahkan berulang kali ingin menghancurkan Alex namun sayang gagal hingga saat mereka dewasa, Rhea hadir diantara mereka dan Rey berhasil membuat Alex menderita. sangat menderita. Dan sekarang melihat Alex bahagia bersama Ella membuat Rey kembali berniat menghancurkan hubungan Alex dan Ella namun sayang Rey gagal karena Ella tak semudah Rhea.


"Bukankah sudah kukatakan sejak dulu jika Mia meninggal karena tertabrak truk, bukan karena bunuh diri." geram Alex yang sebenarnya sudah lelah menjelaskan pada Rey.


"Tidak, karenamu dia bunuh diri ya karena kau menolak cintanya dia bunuh diri! kau pembunuh!" kata Rey menatap Alex tajam.


Bugh,... satu pukulan mendarat di pipi Rey berharap Rey sadar.


"Kau tau alasan ku menolak Mia waktu itu?"

__ADS_1


"karena aku tau kau menginginkannya jadi aku berusaha menjauhinya! sadarlah brengsek!" teriak Alex kembali memberi bogeman pada Rey.


Sementara Rey hanya diam, sepertinya dia sadar akan sesuatu,


"Aku tau kau menyukai Mia, aku tau karena aku temanmu. dan saat Mia menyatakan cinta waktu itu jujur aku juga menginginkannya namun aku masih menghargai pertemanan kita jadi aku menolaknya! dan siapa sangka kau akan salah paham sejauh ini!" jelas Alex kembali memberikan bogeman hingga wajah Rey babak belur.


Bughh... "Terakhir kita bertemu dan aku memukulmu! jangan sekali kali kau menampakan diri didepanku lagi apalagi jika kau berani melecehkan istriku, ku pastikan akan ku bunuh kau saat itu juga." ancam Alex hendak berbalik namun terkejut melihat Vano berdiri dibelakangnya.


"Aku juga ingin menyiksanya, sudah lama aku tak menggunakan pisau bedah ku!" kata Vano sudah mengeluarkan pisau lipat dari sakunya.


"Apa kau gila? istrimu sedang hamil. bisa bisanya kau ini ingin menyiksa orang." gertak Alex yang membuat Vano langsung sadar.


"Ah iya hampir saja aku lupa!" kata Vano menepuk jidatnya lalu mengikuti Alex berjalan keluar.


"Bawa dia kembali ke penjara!" kata Alex pada dua bodyguardnya.


"Baiklah Tuan."


"Memang apa salahnya hingga kau menyiksanya seperti itu? apa karena cinta masa lalu yang masih belum usai?" tanya Vano kepo.


"Bukan urusanmu!"


"Apa karena dia menggoda Ella?" tanya Vano lagi yang langsung mendapatkan tatapan tajam Alex.


"Benarkan? Dia menggoda Ella jadi kau menghajarnya? wah benar benar."


Alex tak mengubris ucapan Vano, Ia berjalan hendak memasuki mobil dimana sudah ada Sandi disana.


"Jika aku yang menggoda Ella apa kau akan melakukan hal sama padaku?"


"Tentu saja, aku akan membunuhmu lalu membuang mayatmu di laut." balas Alex lalu memasuki mobil.


"Kejam sekali!"


BERSAMBUNG...


VAno rese banget ya, 🤣🤣 autthor suka ketawa sendiri kalau nulis part ada Vanonya.


jangan lupa like vote dan komen yaaa..

__ADS_1


__ADS_2