
Setelah mendengar penjelasan dari Hanna, memang Alex sedikit melunak dengan Hanna, namun bukan berarti Alex sudah memaafkan segala kesalahan Hanna hanya saja Ia sedikit kasihan dengan Hanna yang ternyata mengalami penderitaan seberat itu denganya.
Dan untuk Papahnya? entahlah Alex juga binggung harus mempercayai ucapan siapa. Ia tak bisa menghakimi Hanna begitu saja.
Alex segera keluar dari mansion setelah urusannya selesai, meskipun Hanna menahannya tapi Alex tetap pergi.
"Kita akan kembali kekantor Tuan?" tanya Sandi saat Alex sudah memasuki mobil.
"Tidak! aku ingin pulang kerumah Ella." balas Alex.
"Tapi Tuan, bukankah nanti ada pertemua-"
"Kau ingin membantahku?" kata Alex dengan nada kesal karena Sandi begitu ngeyel.
"Ti-tidak Tuan, maafkan saya." Segera Sandi melajukan mobilnya menuju rumah Ella sebelum Ia diamuk oleh Alex.
Ella yang sedang asik menyirami bunga dibelakang rumah terkejut kala tiba tiba Alex memeluknya dari belakang.
"Mas, kok udah pulang, mau makan siang bareng ya?,padahal aku belum masak." kata Ella heran melihat ini masih pukul 11 siang.
"Engh, kekamar yuk." ajak Alex yang tak ditolak Ella, melihat Raut wajah suaminya yang berbeda, Ella tau pasti telah terjadi sesuatu dengan suaminya.
Kini keduanya sudah sampai dikamar, Alex menuntun Ella agar Ia berbaring disampingnya lalu segera Alex memeluknya erat.
Cukup lama Alex memeluk Ella, hingga Ella sangat penasaran memberanikan diri untuk bertanya.
"Sebenarnya ada apa?" tanya Ella.
"Aku hanya ingin tidur dan memelukmu." balas Alex memejamkan matanya.
"Bahkan kau saja tidak mengantuk."
"Entahlah, aku hanya ingin tidur dan memelukmu." balas Alex masih memejamkan mata.
"Apa ada yang menyakitimu?" tanya Ella.
"Ya, dua orang yang kusayangi telah menyakitiku." jujur Alex membuat jantung Ella berdenyut nyeri.
"Dua orang? apa berarti aku bukan istri keduanya? apa mungkin aku istri keempat atau kelima?" batin Ella menebak nebak.
"Kenapa kau malah melotot seperti itu." tanya Alex melihat Ella menatapnya dengan tatapan tajam.
"Ak-aku tidak melotot." sangkal Ella.
"Sebenarnya apa yang kau pikirkan sayang?" tanya Alex.
"Tidak, tidak ada."
__ADS_1
"Benarkah? kau pasti mengira dua orang yang kusayangi adalah wanita lain?" tanya Alex yang membuat Ella terkejut "Bagaimana Alex bisa tau apa yang kupikirkan?" batin Ella.
"Jadi benar kau memikirkan itu, pantas saja kau berani melotot pada suamimu." goda Alex.
"Tidak, tidak seperti itu."
"Lalu seperti apa sayang?" Alex masih terus mendesak Ella hingga akhirnya mendesah.
"Memang siapa dua orang yang kamu sayangi itu?" tanya Ella tanpa menatap Alex.
"Apa kau mulai cemburu sekarang sayang?" goda Alex.
"Bukan cemburu, aku hanya bertanya." kesal Ella membuat Alex terkekeh.
"Siapa?" desak Ella semakin tak sabar.
"Mereka, Papah dan Hanna." jelas Alex.
"Ohh Hanna," batin Ella yang tak merasa cemburu dengan istri tua suaminya itu, tentu saja Ella tak cemburu karena Ella adalah istri kedua, Ia harus sadar posisinya. Dan untuk Tuan Ken, apa yang membuat Alex kecewa sedangkan Tuan Ken saja sudah meninggal.
"Kau mau cerita? aku siap mendengarkan." tawar Ella.
Alex menghela nafas panjang lalu mulai bercerita, "Kemarin saat Vano datang, Ia ingin aku pergi keruangan Papah."
"Lalu?"
"Jadi Mas tidak berangkat kerja?" protes Ella.
Alex mendengus kesal "Sebenarnya kau ini mau mendengarkan ceritaku atau menghakimiku!"
"Maaf hehehe." Ella tersenyum nyengir.
"Aku keruangan Papa dan menemukan buku diari Papa yang sepertinya memang sengaja ditulis untukku." jelas Alex.
"Aku membaca nya namun cukup kecewa dengan isi diari itu," Alex terdiam sebentar.
"Papa dan Hanna dulunya sepasang kekasih." jelas Alex membuat Ella membulatkan matanya tak percaya.
"Apa Mas yakin jika, Papa yang menulis diari itu? bisa saja orang yang iseng yang tak menyukai hubunganmu dengan Hanna." kata Ella mencoba menenangkan.
"Sangat yakin karena itu memang tulisan tangan Papa dan juga ada foto mereka disana, lagipula Hanna sudah mengakuinya padaku." jelas Alex.
Ella cukup mengerti posisi Alex meskipun Ia belum pernah mengalami namun raut wajah Alex terlihat sangat kecewa.
"Ayo nak, kita hibur Papa biar nggak sedih lagi." kata Ella sambil mengelus perutnya menimbulkan gelak tawa Alex.
"Dasar bocah, kenapa kau bisa semengemaskan ini." kata Alex sambil menciumi pipi Ella.
__ADS_1
"Berhenti memanggilku bocah!" kesal Ella membuat Alex semakin gemas dan menciumi pipi Ella hingga memerah.
Bersyukur, itulah yang saat ini Alex rasakan karena disaat Ia merasakan sakit dan kecewa, Ia masih memiliki Ella yang menjadi penyembuh dari rasa sakit dan kecewanya.
...
Hanna berjalan memasuki sebuah kafe, matanya menatap kesana kemari mencari seseorang hingga Ia melihat ada wanita tengah melambaikan tangan ke arahnya.
"Sorry, gue lama ya?" tanya Hanna pada wanita bernama Agnes teman lamanya.
"Nggak apa apa sih, oh ya tumben Lo ngajakin ketemuan, ada apa nih?" tanya Agnes.
"Jadi gini, Lo kan dulu katanya pengen mobil gue yang alphard itu, gue mau jual murah murah aja, Elo mau beli nggak?" tanya Hanna.
"Haa? ada apa nih mau jual mobil, emang laki lu yang tajir itu udah bangkrut?" tanya Agnes heran.
"Enggaklah, mana ada laki gue bangkrut! Lo tau kan mobil dirumah gue udah banyak, trus pengen ganti aja makanya gue jual satu biar agak legaan garasinya." jelas Hanna "Jadi gimana mau beli nggak nih?" tanya Hanna.
"Boleh deh, asal jangan mahal mahal! emang Lo mau jual berapa?" tanya Agnes.
"500juta aja, tapi cash ya nggak pake utang utangan." jelas Hanna membuat Agnes memutar bola matanya malas.
"Gue mana pernah utang sih, yang bener aja kalau ngomong." kata Agnes sebal.
"Hahaha Gue cuma bercanda lagi."
"Trus mau dijual kapan?" tanya Agnes lagi.
"Sekarang kalau Lo mau, bisa langsung ambil mobilnya." kata Hanna.
"Oke deh, gue bayar pake cek aja ya." kata Agnes mengeluarkan lembaran kertas lalu mengisi nominalnya.
"Wihh, kok punya cek kosong gitu, enak banget dikasih siapa?" tanya Hanna
"Biasa dong, sugar daddy gue." pamer Agnes.
"Duh gue juga pengen dong, kenalin gue satu dong." kata Hanna.
"Lah buat apa sih, ntar laki tajir Lo mau dikemanain?" tanya Agnes curiga membuat Hanna diam seketika.
"Sial gue keceplosan." batin Hanna.
BERSAMBUNG....
Halooo semua readerssku tersayang, kemarin banyak banget yang menghujat Alexπ€£π€£ jadi kasian sama babang Alex...
Ohh ya jangan lupa like vote dan komen yaa ππππ
__ADS_1