ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
59


__ADS_3

Setelah mendapatkan ijin dari Hanna, Kini Nisa dan Sandi berangkat sabtu pagi untuk pulang kampung kerumah Nisa, awalnya Hanna tidak mengijinkan karena Hanna masih takut tidur sendirian, namun karena alasan Salah satu kerabat Nisa yang sedang menikah akhirnya Hanna mengijinkan dan tentu saja Hanna tidak mengetahui tentang hubungan Nisa dan Sandi.


Nisa memasuki mobil yang tak jauh dari mansion Alex karena jika didepan mansion pastilah Hanna akan melihat dan mengetahui semuanya.


"Apa semuanya baik baik saja?" tanya Sandi saat Nisa sudah didalam mobil.


"Kau tau sendiri kan jika nenek lampir itu tidak akan memberikanku ijin dengan mudah, tentu saja aku harus mencari alasan yang tepat." gerutu Nisa yang hanya dikekehi Sandi.


"Lagipula cuma 2 hari, kita akan kembali lagi hari senin." kata Sandi.


"Ya tentu saja, jika lebih dari 2 hari pasti nenek lampir itu tak akan mengijinkan aku." kesal Nisa.


"Ya karena kau teman tidurnya sekarang, tentu saja tak akan di ijinkan." kekeh Sandi.


"Semua gara gara kamu!" kesal Nisa mengingat Sandi lah yang menakut nakuti Hanna.


"Hey, jangan salahkan aku sayang, aku hanya memberikan sedikit pelajaran untuknya." jelas Sandi.


"Ya ya terserah kau saja." kata Nisa malas "oh ya apa kau sudah ijin dengan Tuan Alex? bagaimana jika dia membutuhkanmu?" tanya Nisa.


"Aku sudah meneleponnya semalam, dan dia sudah mengijinkanku." jawab Sandi.


"Semudah itu?" tanya Nisa tak percaya.


"Tentu saja, bahkan Tuan Alex sudah membelikan kita rumah setelah menikah jadi kamu tidak perlu bekerja lagi." jelas Sandi.


"Benarkah? astaga aku tak percaya dia sebaik itu, padahal dulu dia terkenal dingin dan kejam." gumam Nisa.


"Ya tentu saja, Tuan Alex dingin dan kejam saat Hanna yang menyetirnya jika bersama Non Ella, Tuan Alex bagaikan malaikat."


Nisa hanya tersenyum menanggapi ucapan Sandi. Yah memang terkadang kebaikan seseorang bisa dilihat dengan siapa yang ada disampingnya.


....


"Apa kamu tidak pergi?" tanya Ella melihat Alex masih bermalas malasan diranjang padahal Alex sudah sembuh.


"Apa kau ingin jalan jalan?" tanya Alex.


"Sebenarnya aku ingin kerumah pakde, sudah lama aku tak kesana, terakhir kita kesana sewaktu pulang dari makam, itupun tidak ada." jelas Ella sedikit menunduk.


"Ya sudah kita kesana sekarang." kata Alex sambil mengelus elus rambut Ella.


"Beneran kamu mau nganter aku kesana?" tanya Ella terlihat senang.


"Hmmm, bener nggak ya?" Alex terlihat berpikir.

__ADS_1


"Tuh kan boong." kesal Ella.


"Enggak sayang, ya udah sana siap siap, kita kesana sekarang, mau kemanapun akan ku antar tuan putri." kata Alex yang membuat Ella terkekeh.


"Ya udah aku siap siap deh." dengan penuh semangat Ella memasuki kamar mandi untuk mandi dan bergegas.


..


Kini Ella dan Alex sudah berada didalam mobil, seperti biasa mereka hanya pergi berdua dan tentu saja Alex yang mengemudikan mobilnya.


"Jadi Sandi cuti selama 2 hari?" tanya Ella.


"Iya, kan aku kemarin udah bilang mau lamaran."


"Pantes aja, kamu anteng dari tadi pagi biasanya kan udah disuruh kesana kemari." kekeh Ella.


"Aku nggak sekejam itu sayang, oh ya habis dari sana kita langsung ketempat Dina aja ya." kata Alex.


"Kamu inget kalau hari ini jadwal periksa?" tanya Ella tak percaya.


"Inget dong, kan aku mau jadi Daddy siaga buat baby kita." kata Alex yang entah mengapa membuat Ella tersenyum bahagia.


"Makasih Daddy." Ella menirukan suara anak kecil membuat Alex terkekeh.


Mobil Alex sudah memasuki halaman rumah pakde, segera Ella keluar karena sudah melihat budhe yang sedang membersihkan pekarangan rumah.


"Ella." Budhe terlihat terkejut dan tak percaya melihat kedatangan Ella bersama suaminya itu.


Ella segera menyalim tangan budhe, diikuti Alex yang ada dibelakang Ella.


"Kamu apa kabar Nak? budhe sama pakde kangen nduk." kata budhe mengelus rambut Ella.


"Kemarin Ella kesini tapi budhe nggak ada,"


"Iya budhe lagi keluar sama pakde, oh iya sampai lupa nggak nyapa suami kamu," kata Budhe melihat ke arah Alex yang tersenyum padanya.


"Ya udah ayo masuk, pakde baru ngopi didalam kok." kata Budhe mengajak Ella dan Alex masuk.


Ella melihat pakde tengah asik menonton televisi sambil mendengarkan menikmati kopi dan pisang goreng.


"Ella.." Pakde terlihat terkejut melihat kedatangan Ella dan Alex.


"Pakde apa kabar?" tanya Ella langsung menyalimi tangan pakde, diikuti Alex.


"Baik, pakde baik," kata Pakde "Oh ya suami kamu nggak kerja kok nganter kamu kesini?" tanya Pakde melihat kearah Alex.

__ADS_1


"Saya sedang libur kok pak." kata Alex sopan membuat Pakde mengeryit heran, seingatnya waktu pertemuan pertama saat Alex melamar dan menikahi Ella, Alex terlihat dingin dan cuek, tapi kenapa sekarang Alex terasa ramah .


"Oh ya, sana Ella buatkan suamimu kopi dibelakang." suruh pakde.


"Siap pakde." Ella segera berjalan kedapur untuk membuatkan Alex kopi.


Kini tinggalah Alex dan Pakde,


"Apa semuanya baik baik saja?" tanya Pakde pada Alex.


Alex terlihat binggung "Baik yang seperti apa pak?" tanya Alex.


"Apakah Ella menyusahkanmu?" tanya Pakde.


"Tidak pak, tentu saja tidak."


"Ya itu terlihat jelas dari wajahmu yang berbeda saat pertama kali kita bertemu dulu." kata Pakde yang membuat Alex langsung paham apa maksud Pakde.


Ya dulu Alex memang sangat cuek dan dingin pada Ella beserta keluarganya, dan sekarang semuanya sudah berubah jadi tak ada alasan untuk tidak berbuat baik pada Ella dan keluarganya.


"Ah, maafkan saya jika tidak bersikap baik sejak awal."


"Tidak perlu minta maaf, asal semua sekarang bisa berubah dan bisa diperbaiki." kata Pakde terlihat menjeda ucapan nya "Dan jagalah Ella, perlakukan Ella sebaik mungkin karena kau tau sekarang Ella hanya memilikimu, dia pasti sudah berharap banyak padamu, jadi jangan sekali kali kau kecewakan Ella." pinta pakde.


"Tentu saja pak, bapak tenang saja." untuk pertama kalinya Alex merasa canggung berhadapan dengan seseorang padahal biasanya dengan siapapun Ia tak pernah merasakan hal secanggung ini.


"Lagi ngomongin apa sih kok kayaknya serius banget?" tanya Ella yang sudah membawakan secangkir kopi untuk suaminya.


"Kamu agak gemukan sekarang nduk?" tanya Pakde mengabaikan pertanyaan Ella.


"Iya pakde, Ella udah isi." kata Ella membuat pakde dan budhe yang baru saja datang tersenyum senang.


"Beneran Ella udah isi?" tanya budhe takut salah dengar.


"Iya budhe, udah jalan 3 bulan, doain semuanya lancar ya budhe." kata Ella.


"Pasti sayang, kandungan kamu masih muda jadi harus lebih waspada dan hati hati jangan ngerjain yang berat berat." jelas Budhe.


"Iya budhe siap."


Mereka pun mengobrol hingga tak terasa sudah sore.


Kini Alex dan Ella sudah akan pulang karena masih harus periksa ketempat dokter Dina.


"Ella...." Alex dan Ella yang akan memasuki mobil pun melihat ke arah seorang pria yang memanggil Ella.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAA...


__ADS_2