
Ella membawa Nisa memasuki kamarnya, sebenarnya Nisa sedikit ragu saat Ella membawanya memasuki kamar karena terlihat lancang untuknya yang sudah tak bekerja disini namun mau bagaimana lagi, Ella yang memaksa.
"Baby Liu kayaknya haus mau ***** Non," kata Bik Sumi yang tengah menjaga Baby Liu saat melihat Ella masuk diikuti oleh Nisa.
'"Ya udah sini Bik, biar Ella kasih asi dulu." Ella meminta Baby Liu dan membawa ke dalam gendongannya.
"Ah iya Bik, Ini Nisa istrinya Sandi." kata Ella memperkenalkan diri dan keduanya pun malah tersenyum geli.
"Udah kenal kok Non." balas keduanya bersaamaan.
"Loh memangnya kapan pernah ketemu? aku pikir ini pertemuan pertama kalian." kata Ella sedikit terkejut.
"Dulu waktu Non Ella mecat saya kan yang membawa saya Den Sandi trus sama neng Nisa juga." jelas Bik Sumi yang juga diangguki oleh Nisa.
"Oh gitu, udahlah Bik yang masalah Ella dulu mecat Bik Sumi jangan di ingetin lagi, bikin malu." kata Ella sedikit terkekeh.
Bik Sumi dan Nisa pun tertawa dengan ucapan Ella.
"Oh, ya ini ada hadiah buat Baby nya, harganya memang murah sih tapi kayaknya lucu kalau dipakai Babynya." kata Nisa memberikan paper bag yang tadi Ia bawa.
"Ya ampun, repot repot ya tante ini, makasih tente apapun hadiahnya pasti Baby Liu suka."
"Namanya Liu?" tanya Nisa.
"LIU CHA ALEXANDER,"
"Wah bagus banget namanya, sesuai sama anaknya yang ganteng." puji Nisa.
"Kamu ini bisa aja Nis," balas Ella "Oh ya ngomong ngomong kapan nih mau nyusul? nggak ditunda kan?" tanya Ella mengingat Nisa dan Sandi sudah beberapa bulan menikah.
"Enggak kok Non, doain aja lancar dan sehat sampai 8 bulan lagi Non." kata Nisa sambil mengelus perutnya dan tersenyum.
"Syukur deh kalau udah dikasih, selamat ya Nisa, semoga sehat sampai lahiran." kata Ella.
"Iya Non ,terimakasih."
Mereka pun asik berbincang sambil menjaga Baby Liu.
Sementara saat jam istirahat Sandi dibuat heran oleh Alex karena secara tiba tiba Alex mengajaknya makan siang disebuah restoran.
Mungkin karena Alex sedang bahagia jadi mentraktir Sandi makan siang secara tiba tiba seperti ini.
"Aku ingin melakukan sesuatu, apa kau bisa membantu?" tanya Alex setelah selesai makan siang dan mereka masih duduk di restoran tempat makan siang.
__ADS_1
"Melakukan apa Tuan?" tanya Sandi yang juga telah selesai makan siang.
"Aku ingin menjodohkan Riska dengan Vano, bagaimana menurutmu?" tanya Alex yang membuat Sandi terkejut.
"Tapi Tuan, mereka tidak saling mengenal mana mungkin kita menjodohkan begitu saja." balas Sandi membuat Alex ingat jika Sandi belum mengetahui masalahnya.
"Ah iya aku lupa kalau aku belum memberitahumu masalah mereka."
Alex pun mulai menjelaskan pertemuan Riska dan Vano, serta Riska yang harus memasak dirumah Vano untuk membayar ganti rugi karena kerusakan mobil Vano yang disebabkan oleh motor Riska yang menabraknya.
"Jika seperti itu masalahnya, saya punya ide yang bagus Tuan agar mereka bisa secepat mungkin menikah." kata Sandi membuat Alex senang.
"Benarkah? cepat beritahu apa idemu?"
"Begini saja Tuan....." Sandi pun mulai menjelaskan rencana yang sangat bagus dan dijamin berhasil.
Alex terlihat manggut manggut senang seperti setuju dengan rencana Sandi.
"Wah pintar sekali ternyata kau ya, tak rugi aku memiliki asisten sepertimu." puji Alex membuat Sandi tersenyum sombong.
"Hanya masalah sepele Tuan," sombong Sandi.
"Ya kau memang cocok bersandiwara pantas orangtuamu memberi nama Sandi Hahaha." kata Alex mengoda Sandi hingga dirinya tertawa sedangkan Sandi pura pura ikut tertawa, meskipun lelucon yang di lontarkan Alex sama sekali tidak lucu tapi Ia berusaha agar tidak membuat Tuan nya malu.
Beruntung panggilan Alex segera diangkat oleh Mama Wina.
"Halo tante ku yang bentar lagi mau punya mantu." kata Alex kala Wina menjawab panggilannya.
"Eh ditelepon lagi sama ponakan yang ternyata udah punya anak tapi nggak ngabarin tante nya." sindir Wina membuat Alex terkekeh.
"Maaf Tante, bukannya nggak mau ngabarin tapi belum sempet aja, ee malah tante sekarang udah tau." kekeh Alex.
"Emang bener bener kebangetan, nggak kamu nggal Vano sama aja!"
"Eh ya jelas Beda dong tante, kalau Alex kan udah nikah udah ngasih tante cucu, kalau si Vano kan belum."
"Ck, nggak usah ngejek deh, bentar lagi Vano bakalan nikah!" kata Wina tak terima.
"Ngomong ngomong tante udah nyiapin kan buat seserahan kalau nanti ngelamar calonnnya Vano?" tanya Alex.
"Udah dong, tinggal nunggu dikirim aja."
"Lama nggak tante sampainya?"
__ADS_1
"besok paling udah sampai, kenapa memangnya?" tanya Wina.
"Oh bagus dong berarti besok bisa langsung buat lamar si Riska nya." jelas Alex membuat Wina girang.
"Beneran kamu kalau besok? kok Vano nggak ngabarin lagi sih." Wina senang namun juga kesal dengan putranya itu.
"Anak tante itu emang bener bener deh! pokoknya Tante siapin semuanya aja paling nanti malem ada yang ngaabarin tante lagi buat lamarin Riska nya besok pagi." kata Alex.
"Duh seneng akhirnya Tante punya mantu trus bentar lagi punya cucu." senang Wina yang bisa didengar Alex.
"Aku juga seneng kalau Tante ndukung gini, biar Vano nggak goda-"
"Goda gimana maksud kamu?" protes Wina sebelum Alex menyelesaikan ucapannya.
"Eh nggak kok tante," kata Alex sambil terkekeh, Hampir saja keceplosan batin Alex.
"Ya sudah, nanti Tante kirimin alamat kamu. mau kesana nengokin Cucu tante." pinta Wina.
"Nanti aku kirim sopir buat njemput Tante ,kalau mau kerumah."
"Nah begitu lebih baik." kata Wina sambil tertawa.
"Ya udah Tante, Alex cuma mau ngabarin itu aja, Alex matiin teleponnya." kata Alex.
"Iya iya." balas Wina dan tak menunggu lama Alex mematikan panggilannya.
Sandi yang sedari tadi mendengar obrolan Alex dengan Tante Wina merasa ikut senang. Alex yang sekarang sama seperti Alex yang baru Ia kenal dulu sewaktu pertama kali Tuan Ken meminta Sandi mendampingi dan menemani Alex yang waktu itu masih kuliah.
Hingga Alex memiliki usaha hingga pernah bangkrut lalu bangkit lagi, Sandi selalu disampingnya. Namun semua berubah kala Alex menikah dengan Hanna. Karena tak mendapatkan restu, Alex menjauhi keluarganya. berbeda dengan sekarang Alex mulai menjalin hubungan baik lagi dengan kerabatnya.
Seperti dengan Vano, yang dulunya sempat perang dingin namun nyatanya sekarang sudah membaik. bahkan Alex berencana untuk menikahkan Vano dengan Riska meskipun Sandi tau jika Rencana Alex itu agar Vano tak menggoda Ella lagi.
Yahh, seperti itulah Tuannya, tak mungkin Ia melakukan sesuatu tanpa ada sesuatu.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Alex melihat tatapan Sandi yang tak biasa padanya.
"Eh, tidak Tuan."
Ketauan kan kalau lagi mbatin.
BERSAMBUNG...
duh apa nih kira kira rencana Sandi yaa 😁
__ADS_1
Jngan lupa like vote dan komen yaw...