
Ella tak kunjung mendapatkan jawaban dari Alex perihal Rhea.
"Oh jadi masalah itu?" tanya Alex yang langsung diangguki Ella.
"Mas kenal Rhea?" tanya Ella lagi.
"Kenal kok, dulu pernah deket juga." kata Alex memeluk Ella dan memjatuhkan kepalanya di leher Ella.
"Sekarang udah nggak deket emangnya mas?"
"Memang kamu ngebolehin aku deket sama cewek lain hmm?"
"Ih, nggak boleh dong." balas Ella sedikit galak.
Alex terkekeh, Duduk dipinggir ranjang dan membawa Ella ke pangkuan nya, lalu menciumi tengkuk leher Ella.
"Ih, geli mas, hahaha." Ella tertawa karena tak tahan dengan sensasi rasa geli yang diberikan Alex.
"Makanya jangan kepo! aku tau kamu pasti udah di kasih tau sama Bi masalah Rhea dan aku dulu kan hmm?" tanya Alex kembali mengelitiki leher Ella dengan dagunya yang dipenuhi bulu lembut.
"Hahaha, ampun mas, geli ih." kekeh Ella, yang membuat Alex semakin gencar tak berhenti menggelitiki Ella.
"Iya iya mas, aku ngaku. udah mas geli." kata Ella sampai air matanya keluar karena menahan geli.
"Mas nanti perut aku sakit kalau digelitikin terus." keluh Ella yang langsung membuat Alex berhenti.
"Apa sih mas cuma ditanya gitu doang juga."
"Apa kamu ngeraguin kesetiaan aku sekarang?"
"Enggak gitu mas, aku cuma mau liat respon kamu aja tapi ternyata biasa aja."
"Aku udah lama lupain dia sayang." Alex gemas lalu mencium pipi Ella.
"Iya mas, percaya deh." balas Ella "Kayaknya dia lagi hamil mas, perutnya juga keliatan buncit."
"Ck, malah ngajakin gosip kan?" Ella hanya tersenyum merasa malu karena ucapan Alex.
"Ya udah sekarang mendingan kita tidur, aku capek sayang."
"Mas mau dipijitin?"
"Pijitin plus plus maunya."
"Iya deh nanti dikasih plus nya," balas Ella yang langsung membuat Alex membawa tubuh Ella ke ranjang dan menindihnya.
"Tuh Daddy kamu nggak sabaran banget dek." celetuk Ella yang membuat Alex terkekeh.
"Kalau masalah kayak gini mana mungkin bisa sabar." balas Alex lalu mulai mengecupi leher Ella.
__ADS_1
Hanya satu ronde, ya setelah mendapatkan pelepasan sekali Ella langsung saja tertidur membuat Alex tak tega jika harus membangunkan Ella hanya karena ingin minta nambah.
Alex pun berbaring disamping Ella yang kini sudah memejamkan matanya. Alex menarik selimut dan menyelimuti tubuh Ella yang hanya mengenakan dress satin tanpa lengan.
Mengecup kening Ella lalu Alex bangkit untuk keluar mengambil minum didapur karena Ia merasakan haus.
Alex mengerutkan keningnya, setelah meneguk segelas air putih tanpa sengaja Ia melihat pintu belakang masih terbuka.
"Apa masih ada orang di taman?" batin Alex hendak menutup pintunya namun Ia melihat seseorang duduk di bangku taman nya.
"Bianca? kamu belum tidur?" tanya Alex setelah melihat Bianca yang tengah duduk disana. terlihat jelas sekali diwajah Bianca tampak sedih.
Bianca menggelengkan kepalanya "Aku masih belum bisa tidur kak." balas Bianca lirih.
"Apa ini karena Mama?"
"Bukan kak, aku sudah mengikhlaskan mama disana."
"Lalu apa?" tanya Alex.
"Tadi aku bertemu Rhea."
Alex sudah menduga pasti wanita itu yang kini dipikirkan Bianca. Alex tau pasti Bianca masih merasa bersalah pada Alex
"Lalu apa masalahnya Bi, bukankah dia sahabat mu seharusnya kamu senang kan bertemu dengan nya?" tanya Alex.
"Tidak, dia bukan lagi sahabat atau teman setelah menyakiti kakak." balas Bianca dengan menatap Alex tajam.
"Bagaimana bisa aku lupa kak? bahkan aku saja masih mengingat bagaimana Rhea mengatakan jika Ia mendekati Kakak hanya karena ingin membantu kekasihnya agar bisa membuat kakak bangkrut!" jelas Bianca "Aku sama sekali tak bisa memaafkannya kak, dia bukan sahabatku!" kata Bianca lagi sedikit mengebu gebu.
Alex menarik tubuh Bianca lalu membawa ke pelukannya. berharap pelukan bisa membuat Bianca sedikit lega.
"Dulu kakak juga tak menyangka gadis sepolos Rhea bisa melakukan itu, waktu itu kakak hanya shock saja karena mungkin sudah terlanjur mencintainya hingga Kakak sampai frustasi, tapi bukan berarti kau terus menyalahkan dirimu Bi, kakak sudah baik baik saja sekarang." jelas Alex dengan lembut.
"Jika sejak awal aku tau rencana liciknya pasti aku tak akan mau saat dia memintaku agar bisa menjadi kekasih kakak, aku benar benar tertipu tampang polosnya." kata Bianca sedikit tenang.
"Bukan kamu saja tapi kita." kekeh Alex "Sekarang semua telah berlalu Bi, apapun yang dulu pernah terjadi biarlah Tuhan yang membalas, jangan terus meratapinya apalagi merasa bersalah." kata Alex.
Bianca menatap Alex heran, "Kenapa sih Bi?" tanya Alex.
"Kok kakak beda banget ya sekarang?"
"Beda gimana sih Bi?"
"Sekarang keliatan sabar banget dan nggak gampang emosian kayak dulu."
Alex terkekeh lalu mengelus rambut Bianca "Kakak udah tua sekarang Bi, harus banyak berubah apalagi udah mau punya anak juga." kata Alex.
"Kayaknya bukan karena itu deh Kak."
__ADS_1
"Trus apa?".
"Pasti karena mbak Ella? ya kan?" tebak Bianca yang membuat Alex tersenyum.
"Ya itu juga salah satunya."
"Syukur deh, Aku bahagia kalau liat Kakak juga bahagia."
"Kamu juga harus bahagia nggak boleh sedih lagi ya." Bianca hanya mengangguk.
"Aku balik ke LA besok kak." kata Bianca membuat Alex terkejut menatap Bianca.
"Bukannya masih 3 hari lagi?" tanya Alex.
"Aku emang ajuin kak, biar cepet kelar trus pulang lagi kesini."
"Trus nikah ya habis kelar s2 nya?" goda Alex.
Bianca hanya memutar bola matanya malas, nggak kakak, nggak Mama sama aja nyuruh nikah terus.
"Kakak aja yang nyariin suami buat Bi."
"Serius ? kamu bakal mau ya?" Alex tampak bersemangat.
Bianca mengangguk malas "Iya deh kak."
Alex tersenyum lega, Ia bahkan sudah memikirkan siapa yang akan mendampingi adiknya kelak.
...
Pagi nya Ella terlihat sedih melihat Bianca sudah menyeret kopernya, padahal baru sehari menginap Bianca malah memajukan kembali ke La.
"Kamu nggak betah ya tinggal disini sama Mbak?" tanya Ella memeluk Bianca.
"Betah banget mbak, mbak aja sayang gini sama aku." balas Bianca "Tapi aku pengen segera nyelesain kuliah biar bisa cepet pulang."
"Trus nikah deh." celetuk Alex yang juga ada disana.
"Kakak mah gitu orangnya." sebal Bianca.
Alex dan Ella terkekeh bersamaaan, "Memangnya kamu udah punya calon Bi?" tanya Ella.
Bianca hanya menggeleng "Belum mbak, tuh suami kamu yang mau nyariin." kata Bianca sambil menatap tak suka ke arah Alex yang masih saja menertawakanya.
"Oh ya, memang siapa mas? aku kenal nggak?" tanya Ella penasaran.
"Rahasia dong,"
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAA...