ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
145


__ADS_3

Riska mematikan panggilannya kala si penelepon sudah selesai berbicara dengannya.


Tante Wina, ya.. yang baru saja menelepon Riska adalah tante Wina mamanya Vano yang mengatakan jika besok Ia harus melakukan fitting baju pengantin bersama Vano.


Padahal Riska masih malas bertemu dengan Vano, tapi jika sudah seperti ini Riska tak bisa berbuat apapun lagi.


"Ck, ini juga kenapa nggak telepon sih tu dokter nyebelin!" gerutu Riska yang sedari tadi masih menunggu telepon dari Vano.


Sementara Ella yang sudah selesai menidurkan Baby Liu pun kini berjalan memasuki kamar, melihat Alex sudah menunggunya berbaring diranjang sambil menatapi ponselnya.


"Chat sama siapa sih mas kayaknya kok asyik banget?" tanya Ella yang kini sudah berada disamping suaminya.


Bukanya menjawab Alex tersenyum ke arah istrinya lalu memberikan ponselnya agar Ella bisa melihat apa yang membuat Alex sibuk dengan ponselnya.


"Ini tempatnya bagus banget mas.."


"Kamu suka?" tanya Alex.


"Iya, indah banget pemandangannya.. kok aku baru tau sih." kata Ella lalu mengembalikan ponsel Alex.


"Ini tempatnya agak jauh sih dari sini, jadi kamu nggak bakal tau." jelas Alex "Rencananya itu mau buat pesta pernikahan Vano sama Riska soalnya Tante Wina maunya outdoor jadi aku pilihin aja yang disitu." Imbuh Alex lagi.


"Hmm, kemarin aja bilangnya nggak mau bantuin." cibir Ella mengingat saat lamaran dirumah Riska memang Alex mengatakan tak akan membantu apapun.


"Ck, mana mungkin aku lepas tanggung jawab lagian yang bikin mereka nikah kan ak-" Alex tak melajutkan ucapannya karena dia merasa keceplosan. Jangan sampai Ella tau jika Ia menjebak Vano dan Riska agar mereka segera menikah, jika Ella tau bisa bisa Ella membocorkannya pada Riska.


"Kamu gimana maksudnya mas?" selidik Ella kala Alex tak melanjutkan ucapan nya.


"Enggak maksud aku kan aku ini kakaknya jadi ya harus tetep bantuin lagian aku kemarin juga cuma bercanda sayang." kata Alex mencari alasan.


"Masa sih, tapi tadi kayaknya kamu nggak bilang gitu deh mas."


"Ck, memangnya aku tadi mau bilang apa?" tanya Alex.


"Udahlah mas ngantuk, mas kalau ngomong suka muter muter bikin binggung." kesal Ella membuat Alex terkekeh.


"Sini tidurnya dipeluk biar pules." kata Alex membawa Ella ke dalam pelukannya.


"Oh iya mas besok udah mulai kerja?" tanya Ella mengingat besok adalah hari senin.

__ADS_1


"Kenapa? masih pengen aku libur?"


"Enggak mas, cuma nanya aja kok!"


"Ck, padahal aku berharap kamu minta aku libur lagi buat nemenin dirumah."


"Halah percuma juga aku minta libur lagi kalau besoknya lagi pulang malem gara gara kerjaan kamu numpuk." keluh Ella.


"Hahaha kok tau sih sayang, ya udah nggak libur lagi tapi besok pulang cepet kok."


"Nggak usah cepet cepet mas, kelarin aja dulu dari pada numpuk malah bikin kamu nggak pulang." kata Ella.


"Siap Ibu negara." balas Alex yang membuat Ella terkekeh geli.


"Gimana kalau besok kamu ikut kekantor aja sama Baby Liu, jadi kalau kangen kan nggak perlu langsung pulang." kata Alex.


"Ya ada malah kamu nya nggak jadi kerja mas malah asik ngeliatin aku sama Baby Liu trus." celetuk Ella yang membuat Alex lagi lagi tertawa.


...


Hari ini tepat pukul 9 pagi, Riska mendatangi sebuah boutique tempat Ia akan fitting baju pengantin dengan Vano.


Sebenarnya sejak semalam Riska sudah menunggu Vano menghubunginya dan mengajaknya berangkat bersama namun nyatanya Vano sama sekali tak menghubunginya hingga pagi.


Sampai di boutique Mama Wina dan Vano ternyata sudah sampai disana. Mama Wina yang melihat Riska memasuki Boutique pun langsung memeluk Riska sementara Vano? Ia malah duduk sambil memainkan ponselnya.


Kenapa sih tuh orang batin Riska menatapi Vano yang sama sekali tak menatapnya padahal tau jika Riska datang.


"Maaf ya tante, Riska telat soalnya tadi jalanan macet." kata Riska kala Wina melepaskan pelukannya.


"Nggak apa apa, mama juga baru dateng. jangan manggil tante lagi dong kan bentar lahi bakal jadi mama kamu." pinta Wina yang membuat Riska tersenyum malu. Memang sejak acara lamaran kemarin Wina sudah meminta Riska untuk memanggilnya mama namun Riska masih saja lupa dan memanggilnya tante.


"Eh Iya Ma..." balas Riska malu malu.


"Mama pikir kalian itu tadi berangkat berdua ee ternyata sendiri sendiri." kata Wina.


Riska hanya diam tak membalas ucapan Wina karena dia juga binggung harus menjawab apa, sementara Vano langsung saja bangkit dan memasukan ponselnya di saku celana.


"Ayo Ma, fitting sekarang aja. aku ada praktek habis ini." kata Vano tanpa mengubris Riska yang ada disana.

__ADS_1


"Ck, lagian kamu ini lagi sibuk kenapa juga nggak minta libur dulu." gerutu Wina.


Ketiganya memasuki ruangan dimana banyak baju pengantin disana.


"Jadi ini sis, calon menantunya? cantik banget yaa." puji Wika desainer langganan keluarga Wina.


"Iya, carikan baju yang cocok dan bagus biar tambah cantik nanti pas hari H." pinta Wina yang langsung diangguki Wika.


"Ayo cantik kita kedalam." ajak Wika yang diikuti oleh Riska.


Vano dan Wina pun menunggu diluar, tak berapa lama Riska pun keluar sudah mengenakan gaun pengantin pilihan Wika.


"Gimana sis, cocok nggak?" tanya Wika yang membuat Vano dan Wina menatap Riska secara bersamaan.



Gaun pengantin warna putih tulang yang sangat cocok dengan kulit Riska, serta broklat dan mutiara yang hampir memenuhi gaun Riska menambahkan kesan mewah dan elegan tak lupa bagian tengah yang terbelah hingga memperlihatkan sedikit belahan dada Riska membuat Vano yang melihat langsung menelan ludahnya tak percaya.


Cantik sekali, belum memakai riasan saja sudah secantik ini apalagi sudah memakai riasan batin Vano.


"Nggak usah mikir yang *** ***, ditahan dulu masih seminggu lagi." bisik Wina ditelingga Vano melihat Vano menatap Riska tanpa berkedip.


"Ck, apa sih ma, ganggu suasana aja." kesal Vano.


"Ma apa ini nggak kemewahan ya, Riska nggak pede makenya." kata Riska dengan malu malu.


"Enggak dong sayang, kamu cantik banget make ini." kata Wina menghampiri Riska.


"Tapi nggak pede Ma, apalagi ini kebuka gini." kata Riska memperlihatkan belahan dadanya yang terlihat.


Wina tersenyum mengerti, Calon menantunya ini memang beda dari yang lain. Riska bukanlah wanita yang suka mengumbar tubuhnya dengan pakaian seksi. padahal jika wanita lain pasti akan suka memakai gaun seperti ini.


"Ada yang lain nggak sih?" tanya Wina pada Wika.


"Ada sih, tapi kayaknya nggak bakal suka, tapi ya udah kita coba aja." kata Wika mengajak Riska kembali memasuki sebuah ruangan.


Tak berapa Lama Riska keluar lagi dan membuat Vano kembali menelan ludahnya karena tak cuma belahan dada yang terlihat namun juga punggung mulus milik Riska yang benar benar membuat Vano tak berkedip.


__ADS_1


"Tambah parah ma..." keluh Riska.


BERSAMBUNG...


__ADS_2