ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
184


__ADS_3

Rangga berjalan menuju ruangan Alex, entah apa kesalahannya hingga Ia dipanggil ke ruangan Alex seperti ini.


Setelah mengetuk pintu dan mendekati Alex, Rangga pun menanyakan maksud panggilan Alex.


"Bapak memanggil saya?"


Bukannya menjawab Alex malah terkekeh geli, "Ck, jangan memanggilku bapak, aku ini adik iparmu." kata Alex.


"Tapi kan kita sedang dikantor?"


"Ah ya terserah saja, ada yang ingin ku tanyakan padamu."


"Tanya apa?"


"Apa kau sudah memiliki kekasih?" tanya Alex yang membuat Rangga melonggo, Rangga pikir Alex akan menanyakan sesuatu tentang pekerjaan ee malah kehidupan pribadi Rangga.


"Ti-tidak, ada apa memangnya?" tanya Rangga heran.


"Bagus sekali, apa kau ingin ku kenalkan dengan seorang gadis?" tanya Alex yang kembali membuat Rangga melonggo.


"Haaa?"


"Sudahlah lupakan saja perkataanku, aku hanya bercanda." kekeh Alex membuat Rangga sedikit lega. Entah mengapa jika ditanyakan masalah hubungan pribadi membuat Rangga sedikit tak nyaman meskipun yang menanyakan itu bos sekaligus adik iparnya.


"Aku ingin kau mengantikan ku menemui klien penting malam ini." jelas Alex membuat Rangga terkejut.


"Sa-saya pak? tapi saya tak pernah menemui klien seperti itu?"


"Ya, aku tau ... tapi kau harus mencoba nya mulai sekarang." jelas Alex membuat Rangga menghela nafas tak bisa membantah.


"Baiklah pak, saya akan mencobanya." Rangga terdengar pasrah.


"Bagus sekali, aku juga sudah menyiapkan baju untuk kau pakai malam ini beserta mobil jika kau membutuhkan." kata Alex menunjuk sebuah paper bag yang ada di kursi.


"Untuk bajunya saya terima pak, tapi untuk mobil sepertinya tidak perlu karena motor saya baik baik saja dan masih bisa digunakan." kata Rangga. Memang selama ini Rangga kesana kemari masih menggunakan motor buntut milik ayahnya meskipun sebenarnya gajinya cukup untuk membeli motor baru, namun nyatanya Rangga malah menabung uang gajinya, entah untuk membeli apa.


"Apa kau yakin?" tanya Alex heran. berkali kali Alex menawarkan mobil pada Rangga namun hasilnya masih saja ditolak oleh Rangga jika saja yang Ia tawari itu bukan Rangga pasti sudah diterima mobilnya.

__ADS_1


Rangga mengangguk mantap "Jika bertemunya disebuah restoran, tidak akan memalukan jika saya menaiki motor kan motornya juga tidak dibawa masuk."


Alex mengangguk paham "Ya sudah senyaman kamu saja. ah ya pertemuannya direstoran richi meja nomer 34 nanti pukul 8 malam, pihak Klien yang memesankan tempatnya."


"Baiklah pak."


"Jangan datang terlambat dan pastikan penampilanmu tampan malam ini." kekeh Alex membuat Rangga mengerutkan keningnya.


"Klien kita adalaah seorang wanita, dia memang cukup genit, jadi aku mengajukan mu agar dia menyetujui perjanjian kami." jelas Alex membuat Rangga kembali melonggo.


"Kau kan tampan jadi dia pasti akan senang melihatmu." kekeh Alex lagi.


Sejujurnya Rangga sedikit kesal, karena merasa dijadikan tumbal oleh Alex namun mau bagaimana lagi, Alex adalah bosnya tentu saja Ia harus menuruti apapun yang diperintahkan Alex.


"Ya sudah, siapkan dirimu untuk nanti malam. kau boleh beristirahat hari ini."


"Apa ada yang harus saya pelajari pak?" tanya Rangga mengingat Ia belum pernah bertemu dengan klien, jika tak Ia pelajari dari sekarag biss mati kutu nanti Rangga disana.


"Tidak perlu, dia tidak akan menanyakan masalah perusahaan padamu." kekeh Alex lagi yang membuat Rangga curiga, sebenarnya siapa yang akan Ia temui itu.


"Ya sudah, kau boleh istirahat hari ini." kata Alex yang langsung diangguki Rangga.


Rangga keluar membawa papper bag yang berisi setelan kemeja pemberian Alex. Ia padangi Paper bag lalu menghela nafas, "Ya sudahlah tak apa, itung itung makan gratis direstoran mahal." batin Rangga.


Sementara ditempat lain seorang wanita terlihat sibuk merias dirinya. setelah berendam agar dirinya terlihat segar kini wanita itu merias wajahnya agar terlihat cantik.


Cukup dengan polesan make up nya, wanita itu berajak dan mengambil sebuah paper bag berisi dress yang baru dikirim sore ini kerumahnya.


Wanita yang tak lain adalah Dina itu tersenyum sumringah melihat dress pemberian Alex yang cantik dan tentunya sangat mahal.


"Ck, emang bener bener dah kakak gue kalau milihin baju cocok banget, sesuai selera." puji Dina pada Alex.


Entah ada angin dari mana, Sore ini Sandi asisten pribadi Alex datang menemuinya dan memberitahunya untuk menutup klinik lebih awal karena Alex dan istrinya ingin mengajak makan malam Dina. sebagai tanda terimakasih karena telah membantu proses persalinan Ella.


Memang sedikit mengejutkan untuk Dina, pasalnya baru pertama kali Alex mengajak makan malam seperti ini padahal biasanya Alex hanya mengirim uang saja jika Dina telah membantunya namun kali ini sedkit berbeda dan tentu saja Dina menyetujuinya.


Bagi Dina ini momen langka, Alex belum pernah mengajaknya seperti ini apalagi direstoran yang mahal. lagi pula sudah lama juga Dina tak dinner sekaligus melihat dunia luar setelah putus dari sang kekasih beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Setelah memakai Dress yang pas di tubuhnya, Dina segera mengambil slingbag dan bergegas berangkat karena ini sudah pukul 7 lebih 30 menit. Ia tak ingin terlambat dan membuat Alex membatalkan makan malamnya karena Alex sangat tak menyukai orang yang tak disiplin. padahal Dina sudah menutup kliniknya pukul 4 sore namun ya kebiasaan wanita jika berdandan pasti akan menghabiskan waktu berjam jam.


Dina sampai direstoran, dan waktunya masih tersisa seperempat jam. sedikit lega karena Ia datang lebih awal tidak terlambat. jarak rumah dan restoran yang tidak terlalu jauh membuat Dina cepat sampai.


Dina segera turun dari mobilnya dan memasuki restoran.


"Sudah memiliki reservasi Nona?" tanya Pelayan resto yang meyambut kedatangan Dina.


"Ya, atas nama Tuan Alexander Kenandra."


"Silahkan ikuti saya Nona, saya akan menunjukan mejanya." kata Pelayan itu yang langsung dituruti Dina.


Dina cukup senang karena Alex memesan meja dilantai atas hingga membuat Ia bisa melihat pemandangan malam yang sangat indah.


"Kenapa sepi sekali?" tanya Dina heran tempat seluas ini hanya ada dirinya saja.


"Ya Nona, karena Tuan Alex memang memesan resto dilantai ini." jelas Pelayan itu yang membuat Dina mengangguk paham.


"Ck, dasar horang kaya." gerutu Dina.


Dina melirik jam, kurang 10 menit namun kenapa Alex belum datang juga.


Hingga Ia terkejut dengan kedatangan seorang pria tampan yang sudah rapi dengan setelan kemejanya. tiba tiba duduk didepannya dan tersenyum pada Dina, namun senyum itu segera memudar bergantian dengan kerutan alis heran.


Sementara didalam mobil


"Apa kau yakin rencanamu akan berhasil?" tanya Alex pada Sandi.


"Tentu saja Tuan, anda tenang saja semua sudah sesuai rencana." balas Sandi.


Alex hanya terkekeh "Sepertinya kita harus membuka biro jodoh setelah ini."


Bersambung...


Ada yang mau dicariin jodoh nggak tuh sama babang Alex? tapi siap siap dikerjain sama babang Sandi dulu ya gaesss🤣


jangan lupa like vote dan komen.

__ADS_1


__ADS_2