ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
183


__ADS_3

Ella memsuki kamar dan tersenyum melihat Alex asyik bercanda dengan Baby Liu. pemandangan yang jarang terjadi dihari sibuk seperti ini. Jika saja Alex tak pulang lebih awal mungkin juga tidak akan terlihat pemandangan seperti ini.


"Mas gimana? badan nya udah enakan?" tanya Ella yang kini duduk disamping Alex berbaring.


"Udah dong, berkat ramuan ajaib istriku tercinta badanku langsung enakan." kata Alex yang membuat Ella terkekeh.


"Apa sih mas, orang cuma dibikinin jahe instan juga, dasar gombal." kata Ella giliran Alex yang terkekeh.


Keduanya pun diam, sama sama asyik memandangi Baby Liu.


"Mas lagi ada masalah?" tanya Ella memberanikan diri.


Sebenarnya Ella ingin menanyakan nanti malam saja jika Alex terlihat sudah tenang namun Ia sudah tak sabar dan semakin penasaran.


"Keliatan banget ya?" Alex malah terkekeh.


"Masalah apa mas? biasanya juga nggak kayak gini kan sampai sakit gini?"


Alex menghela nafas berat, "Ya memang sedikit bikin aku shock banget." keluh Alex.


"Cerita mas."


Alex pun menceritakan semuanya pada Ella membuat Ella juga terkejut dan menggeleng tak percaya. Bagaimana bisa seorang ibu tega melakukan itu pada anaknya yang masih bayi, anak yang seharusnya disayangi dan dijaga. Apa mungkin depresi membuat seseorang lupa akan statusnya sebagai seorang ibu? begitulah yang dipikirkan Ella kala mendengar curahan Alex.


"Mas merasa bersalah ya?" tanya Ella.


"Awalnya aku memang merasa bersalah, namun setelah mendengar cerita Rey, aku sama sekali tidak merasa bersalah lagi. hanya saja aku masih shock dengan apa yang kulihat tadi pagi." jelas Alex.


Ella pun mengelusi punggung suaminya, membuat Alex sedikit tenang kala mendapatkan sentuhan dari Ella.


"Kamu ketemu Rey?"


"Ya aku hanya ingin mencari tau alasan Rey menyiksa Rhea selama ini dan memang Rhea lah yang bersalah."


"Kamu percaya gitu aja mas sama Rey?" tanya Ella heran melihat suaminya begitu mempercayai musuhnya sendiri.


Alex mengangguk "Rey itu dulu sahabatku, cuma gara gara kesalahpahaman aja dia jadi nganggep aku musuhnya." jelas Alex.


"Memang salah paham apa sih mas?"


Alex yang gemas mencubit hidung Ella, "Bawel banget sih istriku ini udah kayak wartawan aja tanya terus!" kata Alex membuat Ella malu.


"Ck, apa sih mas! aku kan cuma penasaran aja." kata Ella mencebikan bibirnya.

__ADS_1


Tanpa Alex dan Ella sadari, sedari tadi Baby Liu asyik memandangi Mommy dan Daddynya yang sedang bercerita.


"Tuh liatin si adek sampai melonggo gitu ngliatin kita." kata Alex membuat Ella terkekeh.


"Mau ***** ya nak?" tawar Ella.


"Daddy nya juga mau dong, nggak adil banget nggak ditawarin!" Alex pura pura kesal.


"Kamu tuh ya mas jangan suka mesum di depan anak." Ella memukul lengan Alex pelan.


Alex hanya terkekeh, Kini Ia melihat sang istri yang tengah menyusui Baby Liu yang terlihat semangat menyedot makannannya.


"Pelan pelan aja nak, Daddy nggak minta kok!" kata Alex sambil mengelusi pipi putranya itu membuat Baby Liu terusik.


"Mas jangan digangguin dulu." protes Ella.


"Tuh emak kamu galak banget sama Daddy!"


"Mas kamu tuh ya." kata Ella saat Alex masih saja menganggu Baby Liu.


"Aku nggak terima aja, gunung kembar kamu dikuasai sama Baby liu semua." kata Alex membuat Ella memutar bola mataya jengah.


"Biasanya kamu juga curi curi buat ngisep kan padahal udah aku larang." protes Ella membuat Alex terkekeh.


"Dibilang jangan mesum!"


..


Sementara Vano baru saja pulang kerja, terlihat letih dan lesu, padahal Riska sudah menyambutnya didepan pintu dan sudah merias dirinya secantik mungkin namun Vano sama sekali tak mengubrisnya membuat Riska berdecak kesal.


"Mas kamu tuh kenapa sih?" tanya Riska heran dengan sikap cuek suaminya itu. Riska hanya takut jika ternyata suaminya ada wanita lain hingga membuat Vano acuh padanya.


Vano yang tengah melepas kancing bajunya pun menatap ke arah istrinya yang bertanya "Capek, lelah, butuh vitamin!" Seketika Riska menempelkan tangannya di dahi Vano.


"Kamu sakit mas?" tanya Riska yang hanya mendapatkan helaan nafas Vano.


"Butuh vitamin yank, butuh banget!"


"Ya udah kamu tulis aja nama vitamin nya, biar aku beliin diapotik." kata Riska membuat Vano mengeleng tak percaya.


Ini Vano yang tak bisa mengungkapkan atau Riska yang terlalu polos.


"Udah ah mau mandi!" kesal Vano.

__ADS_1


"Ck, tulis dulu mas vitamin apaan." kata Riska memaksa.


Karena kesal, Vano pun menempelkan tangan Riska di otongnya "Nih si otong butuh Vitamin, puasa lama lama bikin nggak semangat kerja!" ungkap Vano yang membuat Riska mendelik tak percaya.


"Astaga mas, aku pikir apaan ternyata hanya kemesuman kamu saja." kata Riska lalu meninggalkan Vano begitu saja membuat Vano bertambah kesal.


"Sarang kamu tuh bener bener deh tong, nggak ada baiknya sama kamu padahal kalau kamu udah masuk juga keenakan tuh yang punya." gerutu Vano sambil menyentil otongnya.


Vano bergegas masuk ke kamar mandi, Ia ingin mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar hasratnya yang sudah Ia tahan beberapa hari ini hilang.


Selesai mandi, Vano keluar dan melihat istrinya sedang menyiapkan makan malam untuknya.


Vano pun mendekati istrinya lalu memeluknya dari belakang sambil menciumi leher Riska.


"Ck, jangan gini mas nanti kalau sup panas ini nyiram kamu gimana?" ancam Riska.


"Ampun deh, tega banget sih sama suami sendiri.''


Riska hanya terkekeh mendengar gerutuan Vano. Saat makan malam Vano kebanyakan diam, tidak secerewet biasanya.


Riska hanya menghela nafas saat melihat mode ngambek suaminya itu.


Hingga setelah makan malam pun, Vano malah sibuk bermain game sambil bersandar diranjangnya padahal Riska ingin bercerita banyak pada Vano, seharian hanya dirumah benar benar membuat Riska sangat bosan.


Akhirnya Riska pun mengeluarkan jurus andalan nya agar Vano kembali somplak seperti biasanya.


Riska keluar dari kamar mandi mengenakan dress satin tipis yang menerawang, kado dari temannnya yang sebenarnya tidak ingin Ia pakai namun karena mendesak Riska akhirnya memakai ini.


Masih saja tak digubris oleh Vano yang belum melihatnya, Riska pun duduk di paha Vano membuat Vano akhirnya melihatnya.


"Ck, apaan sih!" Vano pura pura jual mahal membuat Riska kesal sendiri.


"Yakin nih nggak mau?" goda Riska masih mengoda suaminya.


Vano yang tak tahan akhirnya menindih Riska, "Kamu tuh sukanya maksa deh, bikin aku terpaksa ngeluarin si otong."


Riska pun mencubit pinggang suaminya kesal, "Siapa yang ngambek gara gara nggak dikasih vitamin." kesal Riska yang hanya di kekehi oleh Vano.


Tak menyianyiakan kesempatan, Vano pun segera beraksi untuk memberikan vitamin si otong.


BERSAMBUNG...


like vote dan komen yaaa....

__ADS_1


__ADS_2