
Alex dikejutkan oleh kedatangan Dina dikantornya. Jika di ingat ingat ini pertama kalinya Dina datang dengan wajah masam.
Alex sudah menduga ini pasti masalah Ragga dan Bianca. Cinta segitiga mereka.
"Tumben kamu kesini?" tanya Alex.
"Pasti kamu sudah tau kenapa aku kesini!" balas Dina terdengar kesal.
"Kenapa memangnya?".
"Nggak usah pura pura deh, kenapa kamu jodohin aku sama Rangga padahal Rangga itu suka sama Bianca!" kesal Dina melampiaskan pada Alex. Sebenarnya Dina tak merasa tersakiti karena memang sejak awal Ia tak menyukai Rangga, hanya memanfaatkan saja namun sekarang yang Ia rasakan harga dirinya terluka karena harus kalah saing dengan wanita tomboy macam Bianca. Padahal jika dipikir pikir Rangga seharusnya memilihnya yang lebih cantik, elegant dan tentu saja memiliki segalanya namun nyatanya semua itu tak membuat Rangga tertarik padanya dan lebih memilih menyusul Bianca keluar dari pada menemaninya makan siang, mungkin itu penyebab sekarang Bianca datang dan marah marah pada Alex.
Alex hanya mendesah pelan, Ia sudah menduga cepat atau lambat Dina pasti akan datang menemuinya dan tentu saja marah padanya seperti saat ini.
"Aku tak tau jika Rangga dan Bianca saling mengenal." balas Alex mencoba santai "Jika ingin marah, marah saja pada Sandi yang tak becus mengulik masa lalu Rangga." balas Alex yang membuat Dina tambah kesal saja.
"Kenapa aku harus marah dengan Sandi? ini semua kan rencanamu!"
"Ya aku tau, lalu sekarang apa mau mu? kau mau aku memisahkan Rangga dan Bi?" tanya Alex.
"Tidak, aku bahkan tidak mau lagi bertemu dengan pria miskin seperti dia lagi."
"Miskin?" Alex mengerutkan keningnya kala Dina mengatakan status sosial seseorang begitu jelas.
"Iya, Rangga hanya manager dan tak memiliki apapun! ck bukankah kau tau jika aku menyukai pria berkelas?" kata Dina.
Lagi lagi Alex kembali menghembuskan nafasnya dalam dalam, Ia benar benar lupa jika Dina ini mirip sekali dengan Mamanya, Gila harta dan jabatan.
"Baiklah, aku akan mencarikan pria yang sesuai denganmu!" balas Alex.
__ADS_1
"Tidak! jangan lagi! aku akan mencari sendiri." kata Dina dengan tatapan tajam.
Alex hanya mengangguk, sedikit lega karena semua tak seburuk yang Ia pikirkan. tadinya Alex pikir akan terjadi keributan hebat antara Bianca dan Dina mengingat Bianca terlihat sangat sensitif jika sudah berhubungan dengan Rangga membuat Alex paham jika memang ada sesuatu diantara Bianca dan Rangga.
Dan kali ini yang membuat Alex bersyukur karena Dina nyatanya tak menyukai Rangga, Yap, Alex pikir Dina akan tertarik pada Rangga karena Rangga tampan tentunya, namun siapa sangka kriteria Dina bukan hanya soal tampan saja namun juga ber ua ng, satu poin yang harus selalu Alex ingat jika tentang Dina harus ber ua ng.
"Ya sudah jika memang itu mau mu! carilah pria yang baik dan jangan menyukai pria buaya seperti mantan kekasihmu kemarin!" jelas Alex yang tentu saja langsung membuat Dina melotot tak percaya.
"Kamu... sering membuntutiku!" kesal Dina tak percaya jika Alex mengetahui masa lalunya.
"Yap, tentu saja. kau dan Bianca adalah adik perempuanku, setelah ibu kalian tidak ada tentu saja aku bertanggung jawab dengan apapun yang akan kalian lakukan." jelas Alex.
Memang selama ini Alex masih sering memantau kedua adiknya itu namun yang sangat Alex sayangkan karena Ia sampai tak mengetahui hubungan Bianca dengan Rangga membuat Alex kecewa pada anak buahnya yang membuntuti Bianca tidak sedetail anak buahnya yang membuntuti Dina.
"Ck, menyebalkan sekali." gerutu Dina.
Alex terlihat menilik jam tangan yang melingkar ditangannya, "Aku belum makan siang, apa kau ingin makan siang bersamaku?"
"Ck, aku baru tau jika orang marah masih mau makan juga." ejek Alex yang membuat Dina memukul lengan Alex kesal membuat Alex terkekeh.
Sementara di ruangannya, Bianca kesal sendiri. Sudah perutnya lapar karena belum makan siang, dan sekarang Rangga masih belum memasuki ruangan semenjak tadi semakin kesal saja Bianca. Setelah Bianca menolak ajakan Rangga, memang Rangga hanya mengantar Bianca sampai depan kantor dan Ia pergi begitu saja entah kemana hingga 30 menit juga belum kembali.
"Ck, coba aja aku yang telat sedikit pasti langsung kenal omel, nah dia malah dari tadi belum masuk juga padahal sudah lewat 30 menit. mentang mentang bos suka seenaknya sendiri." gerutu Bianca.
Hingga suara pintu terbuka membuat Bianca terkejut dan segera mengambil posisi duduk seacuh mungkin.
Bianca sempat melirik, Rangga tengah meletakan bungkusan plastik dimeja dimana ada sofa disana, setelah itu Ia menghampiri Bianca.
"Aku udah beliin nasi padang, tambahan lauknya telur dadar, perkedel sama cumi. kamu masih suka itu kan?" tanya Rangga dan entah mengapa membuat Bianca sedikit luluh dan langsung saja mengangguk.
__ADS_1
Rangga memang selalu mengerti dirinya batin Bianca.
Keduanya pun duduk disofa dan menikamati dua bungkus nasi padang dan juga es jeruk.
Bianca dengan lahap mulai menyuapkan nasi padang ke mulutnya membuat Rangga mencibir "Katanya nggak laper, tapi doyan ya neng."
Seketika Bianca menghentikan makanan nya dan menatap tajam ke arah Rangga "Ikhlas nggak sih." cemberut Bianca membuat Rangga terkekeh lalu mengelus rambut Bianca.
"Udah dihabisin dulu." kata Rangga.
Keduanya pun fokus dengan makanan mereka masing masing hingga habis, Bianca pun segera membereskan meja dan membuangnya ke tempat sampah.
"Makasih buat makanannya." kata Bianca yang langsung diangguki oleh Rangga.
"Udah nggak marah lagi kan?" goda Rangga membuat Bianca melotot ke arahnya.
"Siapa yang marah?" sewot Bianca membuat Rangga terkekeh.
"Ya aku pikir kamu marah gara gara cemburu sama Dina." kata Rangga.
Bianca tidak menjawab ataupun menyangkal karena sejujurnya Ia memang cemburu ternyata Dina dan Rangga saling mengenal, sedikit ada rasa takut jika Rangga sampai berpaling pada Dina, namun Ia juga tak akan menyerah untuk mendapatkan Rangga lagi.
Bianca kembali mengacuhkan Rangga, karena memang masih kesal. tadinya Ia bahkan lupa tentang Dina saat Rangga membelikan nasi padang dengan menu favoritnya namun saat Rangga kembali membahas Dina, Ia kembali kesal lagi.
"Ck, ngambek lagi kan." keluh Rangga yang masih bisa didengar oleh Bianca.
Sementara Bianca mulai fokus bekerja tak mengubris Rangga, biar saja biar Rangga tahu jika Ia sedang kesal.
Bersambung...
__ADS_1
Maafkeun 2hari nggak update kayak biasanya, karena dikerjaan lagi riweuh bgt bikin mood buruk ... maksih buat kalian yang masih setia nunggu😘
Jangan lupa like vote dan komen...