
"Jaga baik baik kandungan mu karena di usia mu yang masih muda sangat rentan dengan kehamilan." pesan Dokter Dina pada Ella sebelum Ella dan Alex meninggalkan rumah Dina.
"Tak perlu khawatir, tentu saja aku akan menjaganya." ketus Alex.
"Dan lagi satu yang harus selalu kau ingat Tuan Alex yang terhormat! kau harus mengurangi hubungan badan dengan istrimu sampai usia kandungan nya 4 bulan." kata Dina membuat Alex menghentikan langkahnya lalu menatap Dina tajam.
"Apa kau gila? kau ingin mengerjaiku?" kesal Alex.
"Memang seperti itu, tapi jika kamu ingin melakukannya ya terserah jika kau tak ingin segera dipanggil Daddy!" kata Dina santai.
"Wanita sialan!" kesal Alex.
"Kau yang sialan menganggu tidurku malam malam begini." kata Dina lalu menutup pintu rumahnya keras sekali membuat Alex dan Ella tersentak kaget.
Kini Alex dan Ella sudah berada didalam mobil, Alex tak berhenti untuk tersenyum sambil terus mengenggam tangan Ella.
Sandi yang melihat pemandangan ini sudah bisa menyangka jika terjadi sesuatu yang baik diantara mereka.
"Kau pulanglah lagi, aku tak akan menganggu istirahatmu lagi! dan untuk besok katakan pada Sita jika aku ingin membatalkan semua janji, aku akan libur 3 hari." kata Alex pada Sandi sebelum keluar dari mobil.
Sandi hanya mengangguk paham lalu melajukan mobilnya pergi dari rumah Ella. Dalam hati Sandi sangat senang karena dirinya akan libur selama 3 hari terbebas dari Alex.
"Mau ku gendong?" tawar Alex saat Ella dan Alex akan memasuki rumah.
Ella hanya menggeleng lemah.
Sesampainya dikamar Ella merebahkan tubuhnya tak lupa Alex menyelimuti tubuh Ella lalu mengecup kening Ella.
"Aku akan keluar sebentar." kata Alex yang hanya diangguki oleh Ella.
Alex berjalan keluar, "Bik... Bik Sumi." panggil Alex didepan kamar Bik Sumi. tak berapa lama Bik Sumi keluar dengan mata yang masih mengantuk, sepertinya Bik Sumi sudah tertidur.
"Maafkan Aku menganggu tidurmu Bik." kata Alex merasa tak enak.
"Tidak apa apa Den, salah Bibi sudah ketiduran."
"Bik bisakah buatkan teh hangat untuk Ella, aku tidak bisa membuatnya." kata Alex sambil menyengir karena memang Ia tak bisa membuat apapun didapur.
__ADS_1
"Oh tentu saja Den. Aden mau dibikinin sekalian?" tanya Bik Sumi.
"Boleh deh Bi... bawain masuk yaa." kata Alex.
"Aden udah tau kalau Non Ella hamil?" tanya Bik Sumi penasaran karena mendadak sikap Alex berubah ramah dan terlihat sangat bahagia seperti dulu, dulu sewaktu masih belum menikah dengan Hanna setelah menikah dengan Hanna jarak Alex dan Bik Sumi sedikit jauh karena Hanna tak menyukai Bik Sumi meskipun Bik Sumi yang merawat Alex sejak kecil. namun sekarang Bik Sumi sedikit senang karena Alex sudah berubah seperti dulu.
"Udah Bi... bantu aku buat jaga Ella ya Bi... soalnya Bibi tau sendiri aku nggak bisa setiap saat menjaga Ella disini." kata Alex.
"Den Alex tenang aja, pasti Bibi jagain Non Ella nya." kata Bik Sumi.
"Mulai besok aku juga bakal nyari orang buat jaga jaga disini, aku nggak mau kalau Ella sampai kenapa napa." kata Alex.
"Ya Den... Bibi setuju banget." kata Bik Sumi mengingat bagaimana brutalnya Hanna istri pertama Alex yang tak akan terima jika tau Ella hamil.
"Ya udah Bi.. aku mau istirahat dulu, sini biar tehnya sekalian aku bawa." Kata Alex membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat yang baru saja dibuatkan oleh Bik Sumi.
Bik Sumi melihat punggung Alex yang melangkah memasuki kamar. Sedikit lega karena Alex anak asuhnya kini sudah kembali menjadi Alex nya yang dulu.
Alex memasuki kamar dan melihat Ella meringkuk diatas ranjangnya dengan mata terbuka, Ella masih belum tidur.
"Bik Sumi membuatkan Teh hangat untukmu, minumlah." kata Alex mengulurkan teh hangat untuk Ella.
"Apa masih terasa mual?" tanya Alex pada Ella yang sudah menghabiskan secangkir teh hangatnya, Ella hanya menggeleng saja.
"Kau marah padaku, hmm?" tanya Alex melihat Ella hanya diam saja sejak tadi. bukanya menjawab Ella hanya menunduk lalu menangis.
Melihat Ella yang menangis, segera Alex membawa Ella ke pelukan nya. "Maafkan aku, bukan nya aku tak mempercayaimu tadi, aku hanya tak percaya dengan Vano." kata Alex sambil mengelus punggung Ella yang masih saja terisak.
Ella sendiri juga tak tau mengapa Ia harus menangis, jujur Ella juga sakit saat tadi Alex seperti tak mempercayai ucapan nya.
"Sudah yaa jangan menangis lagi, maafkan aku.'' kata Alex yang kini mengusap bekas air mata yang jatuh dipipi Ella.
"Kau menginginkan Bayi ini?" tanya Ella.
"Tentu saja aku ingin, kau tak tau sudah lama aku menginginkan seorang anak, sekarang aku mendapatkan nya dari mu, aku bahagia sangat bahagia, terimakasih." kata Alex yang membuat Ella terkejut melihat betapa bahagianya Alex saat ini. Ella pikir Alex tak akan menyukai tentang kehamilan nya, apalagi saat Alex tadi tak mempercayainya.
Ella sudah salah sangka, tanpa Ella sadari ada lengkungan senyum dibibir Ella.
__ADS_1
"Kau tersenyum, apa sudah tak marah lagi sekarang?" tanya Alex yang membuat Ella merona malu.
"Aku tidak marah, memangnya siapa yang marah." sangkal Ella.
"Baiklah baiklah, sekarang ayo kita tidur, besok aku akan menemanimu selama 3 hari." kata Alex.
"Benarkah?" tanya Ella tampak sumringah.
"Tentu saja, sudah sekarang kita tidur." kata Alex yang sudah menyiapkan tangan kekarnya untuk bantalan Ella.
Keduanya sudah berbaring dan memeluk satu sama lain.
"Apa kau akan mengatakan tentang kehamilanku pada Hanna?" tanya Ella.
"Tentu saja tidak."
"Kenapa begitu?" tanya Ella penasaran.
"Lebih baik begitu, sudahlah tidur saja, aku sudah mengantuk." kata Alex.
"Kau tidak ingin meminta?" tanya Ella
"Kau tidak dengar? tadi Dina mengatakan kita harus berpuasa selama 4 bulan, sudahlah jangan mengodaku!" kata Alex dengan nada kesal.
Ella hanya terkekeh melihat kekesalan suaminya itu, pasti Alex sudah sangat menahan nya padahal biasanya baru bertemu 5 menit saja sudah tak tahan untuk tidak menelanjangi Ella.
...
Sandi terlihat masih asik berbaring diranjang mengingat ini adalah hari liburnya, karena Alex tidak berangkat kekantor jadi Ia bisa sedikit santai.
Baru saja memikirkan bagaimana senangnya Ia pagi ini tiba tiba ponselnya sudah berdering dan disana terdapat nama Tuan Alex yang menelepon nya.
Seketika runtuhlah harapan Sandi untuk bisa bersantai pagi ini.
"Segera kemari." kata Alex yang langsung mematikan panggilanya.
"Bagaimana bisa Tuan menyebutnya tidak akan mengangguku, baru 5 jam aku pulang saja sudah dihubungi lagi." desah Sandi, segera bangkit untuk mandi.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA..