ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
40


__ADS_3

Sekembalinya dari makam orangtua Alex keduanya sama sama diam, entah apa yang mereka pikirkan.


"Kok berhenti disini?" tanya Ella binggung melihat Alex memarkirkan mobilnya disebuah resort yang dulu pernah Ia kunjungi bersama Alex, Ella pikir Alex akan mengajaknya pulang.


"Kita makan dulu, bukankah kita juga belum makan siang?" kata Alex melepas seatbeltnya.


"Hmm ya sudah." Ella pasrah dan ikut melepas seatbelt nya.


Keduanya pun berjalan memasuki resort, tak lupa tangan Alex yang menggengam erat tangan Ella, seperti takut terjadi sesuatu pada Ella.


Keduanya duduk disalah satu meja yang menghadap pemandangan luar, memgingatkan momen pertama kali Alex mengajaknya kesini dan setelah itu Alex selalu memperlakukan Ella dengan sangat baik tidak seperti saat awal mereka menikah.


"Kau ingin makan apa?" tanya Alex yang sudah membuka menu makanan.


"Aku ingin makanan yang manis." jawab Ella yang hanya diangguki oleh Alex.


"Berikan beberapa dessert dan pasta." pinta Alex pada pelayan yang sudah berdiri disamping Alex hendak mencatat menu yang akan dipesan.


"Baiklah Tuan." kata Pelayan itu lalu pergi meninggalkan meja Alex.


"Kau menyukai tempat ini?" tanya Alex pada Ella melihat Ella terlihat senang menatap pemandangan luar resort yang memang bagus.


"Hmmm aku menyukainya, apa kau sering kesini?" tanya Ella.


"Ya dulu disini tempat favoritku bersama Hanna." jawab Alex santai.


Deg... entah mengapa saat Alex menyebut nama Hanna membuat jantung Ella berdenyut nyeri.


Alex kan memang sangat mencintai Hanna, lagipula dirinya hanya istri kedua Alex jadi untuk apa Ia berharap lebih pada Alex apalagi berharap Alex mencintainya? sepertinya tidak akan mungkin, karena sekarang ini Alex bersikap baik dengan nya hanya karena Ella sedang hamil, ya karena itu tidak lebih.


"Ohh.." hanya ohh saja karena Ella tak ingin Alex menceritakan tentang Hanna lagi, rasanya sangat menyakitkan untuknya.


Makanan pun sudah datang, Alex terlihat segera menyantap pasta miliknya, sedangkan Ella hanya mengaduk sambil sesekali menyuapkan dessert kemulutnya. entahlah Ella mendadak tidak ingin makan apapun.


"Kenapa makan mu seperti itu?" tanya Alex melihat Ella seperti tidak selera menikmati makanan nya.


"Entahlah, tiba tiba aku merasa sangat kenyang," jawab Ella terlihat lemas "Bolehkah aku kembali ke mobil lebih dulu?" tanya Ella.


"Kenapa? makanan nya tidak enak?" tanya Alex.


"Tidak, Aku hanya ingin istirahat dimobil," jawab Ella.


"Ya sudah, Aku akan segera menyusul." kata Alex memberikan kunci mobil pada Ella

__ADS_1


Segera Ella menyambar kunci mobil ditangan Alex dan berjalan keluar resort.


Saat sudah memasuki mobil Ella rasanya ingin menangis, ya Ella hanya ingin menangis namun Ella masih harus menahannya, karena tak ingin Alex curiga lalu menanyakan apa yang terjadi, tentu saja Ella tak mungkin menjawab Ia cemburu, memangnya Ella itu siapa? hanya mengingat saja membuat Ella bertambah kesal.


Brakkk..


Ella terkejut melihat Alex sudah memasuki mobil.


"Kenapa cepat sekali?" batin Ella.


"Kita langsung pulang saja ya?" tanya Alex mengelus rambut Ella sebentar lalu memasang seatbeltnya.


"Ya..." jawab Ella gugup takut Alex tau jika Ia sedang kesal.


Alex segera melajukan mobilnya menuju rumah Ella.


...


Mobil Sandi memasuki garasi mansion Alex, Setelah semua urusan nya selesai akhirnya Ia bisa pulang lebih awal. Sandi hanya berharap Alex tak akan memanggilnya lagi nanti karena Ia ingin melepas rindu dengan kekasihnya Nisa.


Sandi keluar mobil dan melihat Hanna si nenek lampir mendekatinya, Ahh sepertinya Sandi sedang dalam masalah kali ini.


"Kenapa jam segini kau sudah pulang?" tanya Hanna menyelidik.


"Apa Alex pulang kantor lebih awal?" tanya Hanna penasaran.


Sandi hanya diam saja, jujur saja Sandi sedikit binggung harus menjawab apa karena Dirinya takut salah bicara.


"Kau ikut denganku!" ajak Hanna berjalan lebih dulu, dengan sangat terpaksa Sandi mengikuti Hanna.


Ternyata Hanna mengajak Sandi memasuki kamar Hanna yang juga kamar Alex.


Astaga, seumur umur Sandi baru pertama kali akan memasuki kamar Tuan nya itu, lagipula untuk apa Hanna memintanya memasuki kamar batin Sandi.


"Kau keluarlah dulu." perintah Hanna saat melihat Nisa sedang membersihkan kamarnya.


"Baik Nyonya." Nisa hendak melangkah keluar namun terkejut kala melihat Sandi yang baru saja masuk kekamar Tuan nya itu.


"Kenapa dia bisa disini?" batin Nisa sedikit termenung.


"Kenapa kau masih disitu? apa kau mau menguping pembicaraanku?" tanya Hanna sinis melihat Nisa malah termenung didepan pintu.


"Maafkan Saya Nyonya." kata Nisa membungkuk lalu keluar dari kamar Hanna. Sandi yang melihat perlakuan Hanna hanya bisa mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Andai saja Nisa bekerja pada Ella pasti Ia tak akan diperlakukan seperti itu." batin Sandi.


"Masuklah! kenapa kau masih berdiri disitu, dan tutup pintunya." perintah Hanna yang hanya dituruti oleh Sandi.


"Duduklah." perintah Hanna.


Sandi duduk disofa yang ada dikamar Tuan nya itu "Apa yang mau Nyonya tanyakan?" tanya Sandi yang ingin segera keluar dari tempat ini.


"Kau tau sekali jika aku ingin bertanya padamu." kekeh Hanna yang terlihat duduk disamping Sandi.


"Tentu saja tau, lagipula untuk apa dia mengajak ku kesini jika tak akan menanyakan masalah Alex." batin Sandi kesal.


"Kau pasti tau kan dimana Ella tinggal?" tanya Hanna terlihat mendekat pada Sandi bahkan menempel pada Sandi.


"Maaf Nyonya, jika Nyonya menanyakan itu lebih baik tanyakan langsung pada Tuan Alex." jawab Sandi.


"Hahaha, tapi aku ingin bertanya padamu." kata Hanna lagi, terlihat mengambil tangan Sandi lalu menempelkan pada pahanya yang terexspos setengah "Aku akan memberikan hadiah spesial untukmu jika kau mau menjawab apapun yang kutanyakan." kata Hanna dengan nada mengoda.


"Maaf Nyonya, tapi Saya benar benar tak bisa menjawabnya." kata Sandi yang mulai risih dengan Hanna yang mulai meraba raba dadanya.


"Kau begitu setia atau kau begitu takut dengan Alex?" tanya Hanna.


"Maaf Nyonya tapi Saya benar benar tak bisa menjawabnya." kata Sandi lagi.


"Kau bisa menemani ku tidur semalaman jika kau mau menjawab semua yang kutanyakan." kata Hanna dengan nada menggoda.


"Maaf Nyonya Saya tidak mau." jawab Sandi tegas. Sandi benar benar kesal kali ini, lagipula siapa juga yang ingin tidur dengan nenek lampir seperti dirinya batin Sandi kesal.


"Kau!!! berani berani nya kau menolak ku! lihat saja aku akan membuat mu dipecat oleh Alex!" kata Hanna terlihat emosi.


"Silahkan saja Nyonya, tapi jika Nyonya berani menfitnah Saya, Saya sudah memiliki ini." kata Sandi mengeluarkan ponselnya dan ternyata sedari tadi Sandi merekam percakapan dengan Hanna.


"Kira kira apa Tuan Alex masih percaya dengan Nyonya jika mendengar ini semua?" tanya Sandi menyerigai.


"Sialan kau Sandi!! Keluar dari kamarku! awas saja jika sampai kau mengadu pada Alex." ancam Hanna.


"Semua tergantung Nyonya, jika Nyonya tak melakukan apapun, Saya juga tidak akan memberikan ini pada Tuan Alex." kata Sandi.


"Saya permisi Nyonya." kata Sandi tersenyum lalu keluar dari kamar Hanna.


Sialan.... Hanna terlihat menggepal kesal.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAA...


__ADS_2