ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
174


__ADS_3

Tepat pukul 2 dini hari, Alex memasuki mobil setelah urusannya dikantor polisi selesai.


Meski Ia dilaporkan atas kasus kekerasan pada Rey namun tidak membuat Alex masuk bui, justru malam inilah Rey yang masuk bui.


Seharian ini dikantor polisi, Alex sama sekali tidak di introgasi, Ia malah sibuk mengumpulkan data kejahatan Rey yang ternyata selain jadi pengusaha Rey juga seorang pengedar narkoba dalam jumlah besar, membuat para polisi bukannya memasukan Alex ke bui namun Rey lah yang masuk ke bui.


Didalam mobil, Alex tersenyum lega, mengingat tadi Ia sempat melihat Rey diseret oleh 2 orang polisi dan Rey juga sempat mengumpat padanya.


Sebenarnya Alex sudah tau sejak lama jika Rey pengedar narkoba namun selama ini Ia hanya diam karena memang tak ingin berurusan dengan Rey lagi namun malah Rey yang membuat masalah padanya hingga akhirnya Alex melakukan semua ini.


Alex membantu membongkar semua kejahatan Rey hingga akhirnya Rey lah yang masuk penjara bukan dirinya.


"Nona Ella pasti senang melihat Tuan pulang." kata Sandi saat menyetir mobil.


"Ya semoga saja dia tidak memecat semua maid lagi kali ini, jika dia memecat lagi kamu yang akan repot lagi harus mencari mereka satu persatu seperti dulu." kata Alex lalu tertawa membuat Sandi ikut tertawa.


Teringat waktu Alex pura pura lumpuh dan Ella langsung memecat semua orang yang bekerja disana, beruntung waktu itu Sandi mengetahui dan langsung menampung mereka sementara waktu hingga jadilah sekarang mereka bisa kembali.


Sesampainya dimansion, Alex segera keluar dan memasuki mansion. Tak sabar ingin memeluk Ella dan mengatakan jika semua baik baik saja.


"Den Alex pulang?" tanya Bik Sumi senang.


"Iya dong bik, mereka polisi sialan yang nggak tau siapa Alexander Kenandra itu, main tangkap tangkap aja!" kesal Alex mengingat tadi pagi Ia harus diborgol.


"Syukurlah Den, non Ella sedih terus sampai nggak mau makan seharian."


Alex terlihat cemberut "Ck, kenapa sampai segitunya sih!"


"Khawatir dong Den, suaminya dipenjara."


"Alex pikir Bibik udah dipecat lagi!" kekeh Alex yang membuat Bik Sumi juga ikut terkekeh.


"Jangan seperti itu Den nanti Non Ella ngambek lho." Kata Bik Sumi yang membuat Alex semakin terbahak. Entah kenapa jika mengingat Ella waktu itu selalu membuatnya terkekeh geli.


"Tapi Den, tadi siang Non Ella pergi dan Bibik nggak tau Non Ella pergi kemana," jelas Bik Sumi "Pas pulang raut wajah Non Ella keliatan sedih banget." imbuh Bik Sumi.


"Pergi kemana Bik?"


"Nggak tau Den, bibik kira habis dari kantor polisi."


"Tapi nggak kesana tuh!" Alex mulai penasaran kemana Ella pergi "Sama siapa?"


"Sama pak Tulus kok Den."

__ADS_1


"Oh oke bik biar nanti aku tanya pak Tulus kalau Ella nggak ngaku!"


"Siap den."


Alex segera naik ke atas, setelah cukup berbincang dengan Bik Sumi. Alex membuka pintu kamar pelan dan melihat Ella tengah tidur meringkuk tanpa selimut.


Alex membersihkan dirinya lebih dulu sebelum Ia mendekati Ella lalu memeluknya dari belakang.


Ella sendiri yang baru saja terpejam merasakan ada yang memeluknya dari belakang dan harum tubuhnya seperti harum Alex.


"Hanya mimpi." gumam Ella.


"Mimpi apa sayang?" bisik Alex ditelingga Ella.


Seketika Ella langsung membuka matanya kala mendengar suara Alex, Ia melihat pinggangnya ada tangan Alex lalu berbalik dan melihat Alex sudah memakai piyama sedang tersenyum padanya.


"Mas.. ini bukan mimpi kan?" tanya Ella memeganggi tubuh Alex hingga menoel noel pipi Alex membuat Alex langsung saja terkekeh.


Alex langsung saja mencium bibir Ella dan mengatakan "Kamu nggak mimpi sayang, aku beneran udah pulang ini."


Seketika saja Ella memeluk suaminya dan menangis disana. "Ya ampun mas, aku pikir kamu bakalan dipenjara."


"Ck, kan tadi pagi aku udah bilang kalau semua baik baik saja." kata Alex gemas lalu mencubit hidung Ella.


"Aku pikir semua maid disino udah dipecat semua!" goda Alex membuat Ella malu lalu memukul dada bidang Alex.


"Ck, mas mah sukanya gitu." balas Ella sedikit malu "Aku dulu kan masih polos nggak tau kalau ternyata suamiku miliyarder." balas Ella Lagi yang membuat Alex tertawa kencang.


"Jadi sekarang udah tau nih kalau suaminya miliyarder?"


"Ck, udah ah mas, kamu gitu sukanya. sombongnya kumat." gerutu Ella membuat Alex kembali tertawa lalu memeluk Ella.


"Yuk makan dulu, kata Bik Sumi kamu nggak makan seharian ya?"


"Males mas, udah malem gini nanti aku gendut gimana?"


"Mau gendut kayak gimana pun aku tetep cinta kok."


"Huh gombal!"


Alex terkekeh "Udah yuk makan, kasian adek masa minum asi nggak ada nutrisinya." seketika Ella ingat jika sedang mengasihi.


"Ya udah deh mas." Ella pun menurut.

__ADS_1


Keduanya turun untuk makan malam.


"Akhirnya Non Ella mau makan juga, bentar ya biar Bibik Siapin lagi." kata Bik Sumi yang langsung diangguki keduanya.


Selesai makan malam, keduanya pun kembali ke kamar, Ella sudah berada diposisi ternyamannya. Tidur dilengan Alex dan memeluk Alex.


"Aku mau tanya deh yank."


"Tanya apa?"


"Katanya tadi siang kamu pergi ya? kemana?" tanya Alex yang sebenarnya sudah penasaran sejak tadi.


"Oh itu, tadi .. em tapi mas jangan marah ya kalau aku cerita." kata Ella sedikit takut.


Alex mengangguk, "Janji nggak bakal marah ."


"Iya memang tadi aku pergi buat nemuin Rey." jujur Ella membuat Darah Alex seketika mendidih kala Ella menyebut nama Rey.


"Ngapain? kamu nggak diapa apain kan sama Rey?" khawatir Alex.


"Enggaklah mas kan ketemunya dikafe, tempat rame mana berani dia macem macem! kalau nggak percaya tanya sama pak Tulus aku ketemu dimana?" jelas Ella takut jika Alex tak percaya.


Alex kembali terkekeh "Aku percaya sayang, aku cuma penasaran aja sama apa yang dia omongin sama kamu." kata Alex.


Ella sebenarnya takut mengatakan jujur pada Alex karena takut Alex salah paham namun sepertinya Ia memang harus menceritakan pada Alex.


"Tapi mas janji nggak bakal marah sama percaya sama aku kan? aku takut nanti mas malah mikir macem macem!"


"Iya sayang, aku percaya sama kamu." kata Alex mengenggam tangan Ella.


Ella pun menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal membuat Alex geram lalu menggepalkan tangannya.


"Sial, seharusnya aku merobek mulut kotornya sebelum memasukan ke penjara!" umpat Alex.


"Mas, janganlah! aku nggak mau kamu ditangkap polisi lagi." kata Ella khawatir.


Alex memeluk Ella posesif, "Makasih sayang, sudah menjaga kesetiaan kamu buat aku."


"Apapun yang aku punya ini milik kamu mas, dan aku nggak akan biarin orang lain ikut merasakan." kata Ella yang entah mengapa membuat Alex sangat bahagia. Tak menyangka Ella benar benar menjaga martabat seorang istri untuk melindungi rumah tangganya.


Papa memang tak salah mencarikan Alex pendamping hidup.


Bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen yaa...


__ADS_2