
Mencekam... itulah yang terjadi dimobil kali ini, melihat wajah kesal Alex membuat Ella sedikit enggan untuk mengajak berbicara atau bisa dibilang takut.
Ya siapapun pasti takut jika melihat wajah dingin yang dipancarkan oleh Alex.
Ella hanya mendesah pasrah...
"*Ella..." panggil seorang pria saat Ella dan Alex hendak memasuki mobil.
"Danu?" Ella terlihat mengingat dan memastikan jika pria itu adalah Danu mantan kekasih Ella saat sekolah.
"Kamu ingat ya? aku pikir udah lupa." kata Danu yang kini sudah ada didepan Ella sedangkan Alex melihat kedua orang itu dari pintu mobilnya.
"Hmm iyaa.."
"Oh ya, kata anak anak kamu udah nikah?" tanya Danu.
"Saya suaaminya." kata Alex yang entah sejak kapan sudah berada disamping Ella.
"Oh, aku awalnya masih nggak percaya kamu udah nikah, berarti kamu udah ingkarin janji kamu yang katanya mau nunggu sampai aku sarjana." kata Danu tersenyum miris.
"Maaf.." kata Ella menunduk.
Kesal, itulah yang dirasakan Alex sekarang melihat istrinya begitu menyesal telah mengkhianati pria didepan nya itu.
Segera Alex memasuki mobilnya dan menghidupkan mobilnya tanpa mengajak Ella. Ella pun segera memasuki mobil tak peduli dengan Danu yang masih berdiri disana*.
....
Keduanya sudah sampai didepan klinik milik Dokter Dina. Alex keluar dari mobil diikuti oleh Ella dibelakangnya.
"Kau tidak lihat papan didepan, klinik sudah tutup." kata Dina melihat Alex yang memaksa masuk keruangan Dina padahal didepan memang sudah ada tulisan tutup.
"Lebih baik periksa istriku atau kau ingin aku mengusur klinik kecilmu ini." Kata Alex dengan suara kesal, membuat Ella sedikit panik mengetahui Alex sedang kesal dengannya dan melampiaskan pada dokter Dina.
"Hey bung ada apa denganmu? aku hanya bercanda." kekeh Dina melihat wajah kesal Alex membuat Dina paham mungkin Alex sedang bertengkar dengan istri kecilnya yang sedari tadi hanya menunduk.
"Sudahlah, aku tak butuh candaanmu! lebih baik kau periksa sekarang!" kata Alex ketus.
__ADS_1
"Oh baiklah tuan pemarah." kekeh Dina yang langsung dihadiahi tatapan tajam Alex.
Dina mulai memeriksa Ella yang sudah berbaring diranjang, disampingnya ada Alex yang melihat dan mendengarkan apa yang Dina katakan.
"Berat badanmu naik satu kilo, bagus sekali pertahankan agar setiap bulannya naik, tekanan darah juga normal, apa masih merasakan mual tiap pagi?" tanya Dina pada Ella.
"Sudah jarang mual sekarang dok."
"Bagus sekali jika sudah jarang mual dan porsi makan bertambah itu artinya janinnya sudah mulai kuat, jangan banyak pikiran dan jangan melakukan pekerjaan berat selama kehamilan ini." jelas Dina yang sudah selesai memeriksa Ella.
Ella tersenyum lega melihat calon buah hatinya sehat, begitu juga dengan Alex yang ikut tersenyum, mengelus rambut Ella lalu mencium kening Ella.
"Apa sudah tak marah?" batin Ella.
"Jadi apa jenis kelamin nya?" tanya Alex yang langsung dibalas kekehan oleh Dina.
"Apa kau ingin membuat lelucon, hey bung bahkan janinnya saja masih berumur 3 bulan mana bisa kita melihat jenis kelaminnya." kekeh Dina membuat Alex mendengus kesal.
"Ingat pesanku Nona Ella, jangan stress dan melakukan pekerjaan berat." kata Dina sambil menuliskan sesuatu dikertas "Ini resep vitamin yang harus ditebus dan diminum setiap hari." Dina menyerahkan sebuah kertas pada Alex.
Ella tersenyum senang melihat Alex mengandeng tangan nya membuat Ella berpikir jika Alex sudah memaafkannya namun semua tak berlangsung lama karena keluar dari ruangan dokter Dina, Alex segera melepaskan tangan Ella dan berjalan mendahului Ella.
"Aku pikir dia sudah memaafkan ku." gerutu Ella melihat Alex berjalan cepat dan meninggalkan nya begitu saja.
....
"Kau ingin langsung tidur? tidak makan malam dulu?" tanya Ella melihat Alex yang langsung berbaring setelah mandi.
"hmmm."
"Mau kuambilkan makanan kesini?" tawar Ella.
"Tidak perlu, aku sudah mengantuk dan ingin tidur."
"Baiklah jika memang seperti itu."kata Ella langsung keluar meninggalkan Alex yang bertambah kesal padanya.
"Dasar istri tidak peka." gerutu Alex.
__ADS_1
krucuk... krucukk....
"Perut sialan! ngapain sih pake laper segala." kesal Alex sambil menyentil perutnya.
Alex memejamkan mata berharap dia bisa segera tidur agar tidak merasa kelaparan lagi namun sudah lama memejamkan matanya, bukan nya tidur malah semakin lapar hingga Ia mencium bau wangi nasi goreng hangat.
"Kalau laper suka halu gini ya?" batin Alex yang semakin mencium aroma nasi goreng secara lebih dekat.
"Mas, mau makan nggak? aku bikinin nasi goreng lo, makan dulu yukk." Terdengar suara Ella beserta bau nasi goreng yang nyatanya bukan haluan Alex semata.
"Apaan sih dibilang nggak laper." balas Alex pura pura kesal dengan mata terpejam.
"Tapi kan kamu belum makan mas, yuk dimakan dikit aja." kata Ella belum menyerah.
"Mamang peka banget dah istri gua." batin Alex senang.
"Aku bilang nggak laper sukanya maksa." gerutu Alex yang kini sudah bangun.
Sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi yang dibawa Ella memang membuat perut Alex berdemo didalam sana.
"Dikit aja mas, yang penting ke isi perutnya " kata Ella "Apa mau aku suapi?" tanya Ella.
"Nggak usah, kamu istirahat aja." kata Alex mulai menyantap nasi goreng hangat buatan Ella.
"Katanya nggak laper tapi kok abis." ejek Ella melihat piringnya sudah bersih tak tersisa sebiji nasi pun.
"Sayang aja kalau dibuang.".
"Ya udah mas, nih tehnya diminum." Ella mengulurkan secangkir teh hangat.
"Makasih sayang.".
"Cieee udah nggak ngambek." goda Ella membuat Alex sadar jika dia sedang mode ngambek pada Ella.
BERSAMBUNG...
JNGN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENNN
__ADS_1