
Sandi berjalan memasuki kamarnya dengan tersenyum puas, Ia bisa menjebak Hanna sebelum Hanna menjebaknya.
Memang Hanna pikir Sandi bodoh, melihat Hanna mengajaknya kekamar tentu ada rencana licik yang akan Hanna lakukan namun Sandi cukup paham itu, makanya Ia sengaja membuat rekaman diponselnya sebelum memasuki kamar Hanna untuk jaga jaga jika seperti ini.
Sandi memasuki kamarnya dan terkejut melihat Nisa duduk diranjang dengan wajah khawatir.
"Apa yang terjadi? apa Dia melakukan sesuatu padamu?" tanya Nisa melihat Sandi memasuki kamar.
"Ohh Aku sangat merindukanmu Sayang." kata Sandi memeluk Nisa kesal lalu mencubit pinggang Sandi.
"Aduhhh, sakit sayang." rintih Sandi dengan wajah kesal.
"Aku serius, apa yang terjadi mengapa Hanna memintamu kekamarnya?" tanya Nisa dengan wajah serius.
"Kau benar benar ingin tau?" Sandi malah balik bertanya.
"Tentu saja aku harus tau, apa masalah serius?" tanya Nisa.
"Ya sudah jika memang kau ingin tau, coba dengarkan ini." Sandi mengeluarkan ponselnya lalu memberikan rekaman pada Nisa.
Nisa awalnya penasaran tapi setelah mengetahui isi percakapan Hanna dan Sandi, Nisa terlihat marah.
"Apa dia gila!" teriak Nisa dengan kesal kemudian membanting ponsel Sandi di ranjang.
"Dia memang sudah gila." gumam Sandi membawa Nisa dalam pelukannya.
"Lepaskan aku." kesal Nisa melepaskan rengkuhan Sandi.
"Sayang, kenapa kau malah marah? bukankah aku menolak ajakan Hanna?" tanya Sandi heran.
"Tapi tetap saja, dia mengodamu dan menginginkanmu! sudahlah aku harus kembali bekerja." ketus Nisa meninggalkan Sandi yang masih heran.
Astaga, wanita memang sulit ditebak, terserahlah ... lebih baik aku tidur batin Sandi malah kesal sendiri.
...
Sepulang dari resort, Ella menjadi sangat pendiam. Bahkan Alex saja sampai binggung keheranan mengapa Ella menjadi sependiam ini, apakah Ella merindukan orangtuanya? batin Alex menerka nerka.
"Kau sudah akan tidur?" tanya Alex melihat Ella berbaring diranjang setelah makan malam.
"Hmm."
__ADS_1
"Ini baru pukul 7 malam, tumben sekali." celetuk Alex.
"Aku lelah." jawab Ella singkat.
"Itulah alasanku kenapa aku tak memperbolehkan mu pergi, aku tak ingin kau kelelahan seperti ini." jelas Alex, bukanya menjawab Ella malah memejamkan matanya.
"Bukan tubuhku yang lelah, tapi hatiku dasar pria brengsek!" batin Ella kesal melihat Alex tidak peka dengan nya.
Cukup lama Ella memejamkan mata namun tak kunjung tidur, Ella malah penasaran dengan apa yang dilakukan Alex, kenapa suasana kamarnya mendadak hening, mengapa Ella tak merasakan ada Alex disampingnya? tapi Ia juga tak merasa Alex keluar, sebenarnya kemana pria itu? batin Ella penasaran.
Ella akhirnya membuka matanya untuk melihat sebenarnya kemana Alex, namun betapa terkejutnya Ella melihat Alex berbaring disampingnya dan sedang menatapnya.
Seketika Ella menjadi salah tingkah sendiri, bahkan wajah mereka saling berdekatan tapi mengapa Ella tak bisa merasakan, Ella menjadi kesal dengan dirinya sendiri.
"Kau sedang marah?" tanya Alex menatap Ella dengan senyuman tengil.
"Ti-tidak..." jawaban Ella terdengar sangat gugup.
"Aku tau kau sedang kesal padaku, katakan apa yang membuatmu kesal?" tanya Alex pada Ella.
"Ti-tidak, aku tidak kesal." Ella semakin gugup.
Cup... Alex mengecup bibir Ella membuat Ella terlihat tak suka.
"Kau memang mengesalkan!" ketus Ella memukul dada bidang milik Alex.
"Maafkan aku, aku benar benar tak tau mengapa kau marah! pukul saja jika memang itu bisa membuatmu sedikit lega." perintah Alex.
Ella terus memukuli dada Alex, bukanya kesakitan Alex malah tersenyum geli karena pukulan Ella tak menimbulkan reaksi sakit namun malah terasa geli, tangan Ella yang kecil itu taakan menyakiti Alex.
"Apakah semarah itu sampai memukulku sebanyak ini?" tanya Alex setelah Ella berhenti.
"Apakah sakit?" tanya Ella terlihat khawatir, membuat Alex gemas saja, sebenaranya apa maunya gadis ini sih.
"Hmmm menyakitkan sekali jika kau tak mengatakan mengapa kau bisa semarah itu?" kata Alex yang membuat Ella hanya menunduk, bersembunyi didada bidang Alex yang tadi Ella pukuli.
"Apa kau merasa aku menganggu rumah tanggamu dengan Hanna?" tanya Ella yang membuat Alex terkejut.
"Tentu saja tidak! kenapa kau bisa berbicara seperti itu?" kata Alex penasaran.
"Apa kau bahagia bersamaku?" tanya Ella lagi.
__ADS_1
"Tentu saja aku bahagia." jawab Alex "Bahkan aku selalu menantikan saat aku bisa mengunjungimu seperti saat ini." batin Alex.
"Kenapa kau mengajak ku makan ditempat favorit kalian? rasanya aku seperti penganggu dihubungan kalian." jelas Ella menunduk tak berani menatap Alex.
Sepertinya sekarang Alex tau apa yang membuat Ella marah, tadi memang Alex membawa nama Hanna saat makan siang, Ahh kenapa dia tak menyadari itu.
"Kau tau tempat itu favoritku sejak kecil, sebelum Mama meninggal, Mama sering mengajak ku kesana." jelas Alex "Dan aku selalu mengajak wanita yang kucintai kesana, maaf jika memang menyinggungmu tapi bukan hanya Hanna saja yang ku ajak kesana, " jelas Alex.
"Kau bilang itu tempat favoritmu bersama Hanna." protes Ella.
"Memang aku tadi mengatakan seperti itu?" tanya Alex binggung karena memang Alex tak sadar telah menyebut nama Hanna.
"Mungkin kau sedang merindukannya, jadi kau menyebut namanya tanpa kau sadari." kesal Ella.
"Tidak! aku tidak sedang meridukannya!" balas Alex acuh.
"Dasar pembual." kata Ella lalu membalikan tubuhnya memunggungi Alex.
"Sayang. . aku serius." kekeh Alex memeluk tubuh Ella "Aku tak tahu jika istriku ini sangat cemburu sekali." kata Alex.
"Aku tidak cemburu!" kesal Ella.
"Iya iya sayang, maafkan aku." kata Alex memeluk tubuh Ella semakin erat.
"Kau tau, aku sangat bersyukur sekali memiki wanita sepertimu." kata Alex yang tanpa Alex sadari Ella tersipu malu.
"Terimakasih sayang, kau wanita pertama yang sudah mengajakku ke makam Mama dan Papa." kata Alex lagi.
"Apa kau tak pernah kesana?" tanya Ella yang kini sudah membalikan tubuhnya menghadap Alex.
Alex hanya menggelengkan kepalanya "Setelah Mama meninggal aku memang marah dengan Mama kenapa Ia meninggalkanku disaat aku masih butuh kasih sayangnya, saat itu umurku baru 8 tahun." jelas Alex "Dan tadi baru pertama kalinya aku kesana, rasanya menyesal sekali kenapa setelah sekian tahun aku baru bisa datang." kata Alex terlihat sekali raut penyesalan diwajahnya.
"Sudahlah, setidaknya sekarang kita bisa memperbaiki itu semua." kata Ella menggengam tangan Alex.
"Dan kau yang berhasil membawaku kesana, terkadang aku menyesal, kenapa baru sekarang aku dipertemukan wanita sepertimu, kenapa tidak sejak dulu."
"Tentu saja tidak mungkin kau akan menikah dengan anak sekolahan, bisa bisa kau dianggap pedofil," Kekeh Ella " apa kau tidak tau jarak umur kita saja terpaut 10 tahun, aku 18 tahun dan kau sudah 28 tahun." jelas Ella sambil terkekeh.
"Astaga ... aku tak menyangka jika aku menikahi anak bau kencur." kata Alex yang kembali membuat Ella kesal dan memukul dada bidang Alex lagi.
"Apapun itu aku bahagia memilikimu, jangan pernah mencoba untuk pergi dari ku, karena kau taakan membiarkan itu semua terjadi." kata Alex sambil memeluk Ella sangat erat.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...