
Riska dan Vano baru saja tiba dirumah, Selesai mandi Vano tampak duduk bersantai didepan televisi. Sedikit ragu Riska pun ikut duduk disamping Vano.
"Mas mau teh?" tawar Riska.
Vano menggeleng pelan, "Nggak lah, lagi nggak mood."
"Mas, masih pengen banget ya kok sampai dari tadi marah marah trus."
Vano hanya diam, didalam hatinya ada sedikit penyesalan karena dia sepertinya sudah keterlaluan. Vano pun mendekati istrinya lalu membawa ke dalam pelukannya membuat Riska gugup tiba tiba dipeluk oleh Vano.
"Maaf ya kalau aku marah marah terus dari tadi, aku masih nggak bisa kontrol diri aku." kata Vano sambil mengelus rambut istrinya.
Riska tersenyum merasa terharu dengan perlakuan suaminya.
Setelah kejadian didepan televisi membuat Vano sedikit membaik, sudah tak marah marah lagi. seperti malam ini Vano membantu Riska mengeluarkan bajunya dikoper lalu memasukan ke dalam lemari.
"Ck kemarin aja pas dihotel nggak bantuin kenapa sekarang tiba tiba mau bantuin ya." sindir Riska membuat Vano sedikit tak enak lalu memeluk Riska dari belakang.
"Lagian siapa suruh cuma diem aja nggak minta tolong."bisik Vano ditelingga Riska membuat Riska sangat gugup.
"Mas, jangan gini lah nanti nggak kelar kelar." protes Riska.
"Ck, pelit banget sih, cuma dipeluk doang padahal." kata Vano lalu melepaskan pelukannya.
"Apa gue coba praktekin aja ya? kali aja bikin doi seneng." batin Riska.
Selesai memasukan baju ke dalam lemari, Riska menghampiri Vano yang sedang duduk di sofa. Langsung saja Riska duduk dipangkuan Vano membuat Vano terkejut dan mengeryit heran. Begitu juga dengan Riska yang sebenarnya sangat gugup sekali.
"Ngapain sih? turun ah kamu berat." kata Vano yang membuat Riska malu setengah mati. Niatnya ingin menyenangkan suaminya namun memang dasar suaminya itu menyebalkan sekali malah membuat mood Riska buruk.
Karena kesal Riska pun meninggalkan Vano lalu berbaring diranjang menyelimuti wajahnya saking malunya.
Vano lalu menghampiri istrinya dan masih terkekeh, Ia hanya bercanda mengatakan itu namun berhasil membuat istrinya kesal.
"Sayang... marah nih?" tanya Vano yang entah mengapa membuat Riska berdegup kala Vano memanggilnya sayang.
Vano pun membuka selimut Riska dan tersenyum melihat wajah Riska yang cemberut. terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
Cup... Vano mencium bibir Riska saking gemasnya.
"Apa sih nyium nyium!" kata Riska kesal.
"Suka suka aku dong, kan kamu sekarang istri aku." balas Vano yang membuat Riska mencebikan bibirnya.
"Aku tu tadi kaget tiba tiba kamu duduk di pangkuan ku, nanti kalau si otong bangun gimana?"
__ADS_1
"Hmm, ak-aku cuma mau.." Riska terlihat gugup. Ia ingin menawarkan diri pada Vano tapi masih malu.
Karena gemas Vano pun mendekatkan wajahnya pada Riska membuat Riska semakin gugup. Vano menarik dagu Riska dengan tangannya lalu menyatukan bibir mereka.
Pertama kali nya untuk mereka, awalnya Riska hanya diam saja karena memang tak tau apa yang harus Ia lakukan namun saat Vano mengigit bibirnya sedikit membuat Riska membuka mulutnya membiarkan lidah Vano masuk.
Awalnya ciuman mereka masih biasa namun semakin lama semakin panas hingga tangan Vano kini sudah menjelajahi lekuk tubuh Riska.
"Ehhmmm.." desahan Riska keluar kala Vano mengelus dua bukit kembar milik Riska.
Cukup lama Vano pun melepaskan ciumannya, Ia sudah merasa gairahnya memuncak.
"Aku mau ke kamar mandi dulu." kata Vano segera saja ke kamar mandi membuat Riska heran.
Cukup lama Vano di kamar mandi hingga membuat Riska benar benar penasaran apa yang Vano lakukan karena Vano tadi sudah mandi, dan jika Vano sedang Bab rasanya tak mungkin selama ini.
Riska pun memberanikan diri memasuki kamar mandi yang tak dikunci. betapa terkejutnya Riska saat melihat Vano duduk di closet sambil memaju mundurkan otongnya dengan tangan dan matanya terpejam.
jadi ini yang Ia lakukan sejak kemarin batin Riska merasa bersalah.
"Astaga, kamu ngapain disini?" tanya Vano terkejut kala melihat Riska berdiri dihadapannya. Malu ya Vano benar benar malu kala istrinya mengetahui apa yang baru saja Ia lakukan.
Tanpa mengucap sepatah katapun Riska menghampiri Vano lalu segera mempraktekan apa yang Riska liat kemarin di ponselnya.
Setelah berhasil menuntaskan hasratnya, Vano menarik istrinya dan membawanya ke dalam pangkuannya.
Ia kembali mencium bibir istrinya,
"Kamu udah pernah ngelakuin ini sebelumnya?" tanya Vano setelah melepaskan ciumannya.
Riska hanya menggeleng pelan,
"Kok paham banget masalah kayak gini?" tanya Vano heran.
"Aku kemarin liat di google, habis liat kamu marah marah terus bikin aku ngerasa bersalah." jelas Riska membuat Vano tersenyum lalu memeluk Riska.
"Maafin aku ya sayang, aku nggak maksud buat marah marah aku cuma agak kecewa aja kemarin."
"Kalau sekarang udah nggak kan?" goda Riska.
"Enggak dong, istriku pinter gini kok." balas Vano kembali mencium Riska.
"Lagian kenapa mas nggak minta tolong aja sih tadi?" protes Riska.
"Aku takut kamu nolak ntar malah bikin kesel."
__ADS_1
"Ck, belum dicoba aja udah negatif thingking duluan." cibir Riska membuat Vano terkekeh.
Setelah kejadian malam ini, selama seminggu ini mereka hanya melakukan itu dan Vano sudah tak pernah marah marah lagi karena merasa hasratnya sedikit tersalurkan.
Hingga malam ini saat Vano pulang dari bekerja, Ia melihat ada yang berbeda dari istrinya.
Riska memakai riasan membuatnya terlihat bertambah cantik.
"Tumben banget kamu dandan?" tanya Vano.
"Nggak bagus ya mas?"
"Bagus kok, kamu keliatan makin cantik." kata Vano jujur.
"Ck, ngombal."
"Beneran sayang," Vano gemas lalu menarik istrinya ke dalam pelukannya.
Selama seminggu terakhir mereka memang cukup dekat. Kini Riska tak gugup lagi jika tiba tiba Vano memeluknya, menciumnya seperti ini.
"Mandi dulu sana mas, habis itu kita makan malam."
"Iya sayang." kata Vano menurut lalu langsung saja memasuki kamar mandi.
Riska tersenyum senang, sepertinya sureprise malam ini akan berhasil karena Vano lupa jika dirinya sudah selesai kedatangan Tamu.
Selesai makan malam, Vano yang tengah asyik bermain game pun terganggu dengan kedatangan istrinya yang hanya memakai lingerie dan tak memakai dalaman hingga membuat seluruh tubuh Riska terlihat jelas..
"Hmm kamu mau godain aku, dasar nakal." kata Vano tersenyum senang ke arah istrinya. Vano segera saja membuang ponselnya karena istrinya lebih penting dari pada gamenya.
Vano mengendong tubuh Riska dan membawanya ke ranjang. Sebenarnya Riska sedikit gugup melakukan ini namun demi menyenangkan suaminya, kenapa tidak?.
"Kamu lupa ya mas kan udah seminggu." kata Riska membuat Vano terkejut.
Sepertinya Vano benar benar lupa.
Vano pun tersenyum nakal ke arahnya,
"Jangan harap kamu bisa tidur nyenyak malam ini sayang."
BERSAMBUNG...
AKHIRNYA SI VANO BISA BELAH DUREN JUGAA 😁
jangan lupa like vote dan komen yaaa
__ADS_1