
Ella terlihat berlari menyusuri lorong rumah sakit bersama Bik Sumi diblakangnya setelah baru saja Ia mendapatkan kabar jika Alex baru mengalami kecelakaan dan sedang dirawat dirumah sakit.
Awalnya Ella sedang asik menonton televisi hingga tiba tiba pak Tulus supirnya mengajaknya untuk keluar dengan Bik Sumi dan mengantarkan sampai depan rumah sakit, membuat Ella penasaran dan bertanya namun jawaban pak Tulus mengejutkanya serta membuat Ella sangat Shock.
"Saya mendapatkan kabar jika Tuan Alex kecelakaan dan beliau dirawat dirumah sakit ini Nona." Jelas Pak Tulus.
Seketika tangis Ella runtuh firasatnya benar jika tadi Ia merasa tak enak saat Alex akan pergi ternyata inilah jawabannya, Suaminya mengalami kecelakaan.
"Non udah jangan lari terus kasian kandungan yang ada dalam perut Non Ella." Kata Bik Sumi merasa sangat khawatir.
Ella tak peduli apa yang Bik Sumi katakan karena Ia terlampau khawatir dan ingin segera melihat keadaan suaminya.
Hingga keduanya sampai didepan ruang IGD dimana Alex sedang ditangani oleh oleh dokter.
Sementara itu wajah panik juga terlihat sangat jelas pada Hanna. Setelah mendapatkan telepon dari nomor baru yang mengabarkan jika Alex kecelakaan membuat Hanna segera berlari keluar mall dan menuju rumah sakit tak peduli dengan semua pasang mata yang memandangnya aneh.
Hanna baru saja sampai dan melihat Ella istri kedua suaminya juga sudah berada disana, terlihat khawatir dan sehabis menangis "Cih dia pasti cari muka didepan Alex." Batin Hanna menatap Ella tak suka apalagi ada Bik Sumi yang terlihat menghibur Ella.
"Heh pelakor, ngapain Lo disini?" Tanya Hanna dengan nada tak suka sementara Ella terlihat kesal, bisa bisanya Hanna mengatakan itu disituasi seperti ini.
"Didalam suami kita sedang sakit, tak bisakah kau sedikit bersimpati?" Tanya Ella sedikit menyindir.
"Cih, nggak usah sok polos deh Lo, gue tau Lo kayak gini biar terlihat khawatir dan nyari perhatian Alex kan?" tuduh Hanna membuat Ella tak terima.
"Udahlah Non, nggak usah diladeni, mendingan kita berdoa aja supaya dokter segera keluar." Kata Bik Sumi kembali mengajak Ella duduk.
Ella hanya mengangguk menyetujui ucapan Bik Sumi yang memang ada benarnya, lebih baik Ia diam dan berdoa daripada harus meladeni debat dengan Hanna istrinya pertama suaminya itu.
"Dasar nenek tua, sok baik." Cibir Hanna pada Bik Sumi.
"Jika Non Hanna terus terusan menganggu Non Ella, saya tidak segan segan untuk mengatakan pada Den Alex tentang semua rahasia Non Hanna dulu dengan Tuan Ken." Ancam Bik Sumi yang membuat Gelak tawa Hanna.
"Dasar nenek peyot, udah tua bodoh lagi." Ejek Hanna "Alex udah tau semuanya kali, dan lihat saja aku masih baik baik saja, bahkan Alex tak menceraikanku." Pamer Hanna membuat Bik Sumi cukup terkejut,
"Jadi Den Alex sudah tau semuanya? Tapi sejak kapan?" Batin Bik Sumi.
__ADS_1
Tak berapa lama pintu Igd terbuka, namun bukan dokter yang keluar melainkan seorang suster.
"Keluarga Tuan Alex?" Tanya Suster itu.
"Saya istrinya." Baru saja Ella ingin mengatakan namun sudah kalah didahului oleh Hanna.
"Semua keluarga dipersilahkan masuk oleh dokter." Jelas Suster itu membuat Hanna dan Ella serta Bik Sumi ikut masuk.
Didalam ruang Igd tangis Ella pecah kala melihat dahi Alex diperban sementara Itu Alex malah terlihat santai mengobrol dengan dokter yang tak lain adalah dokter Vano.
"Sayang, aku sangat mengkhawatirkanmu." Kata Hanna langsung menghambur ke pelukan Alex membuat Vano terlihat jengah sedangkan Ella hanya menangis dipinggir ranjang suaminya.
"Bagaimana keadaanya?" Tanya Ella disela sela isaknya.
"Alex masih selamat tapi ada sesuatu penting yang perlu kalian tau." Jelas dokter Vano.
"Sesuatu apa?" Tanya Hanna tak sabar.
"Kecelakaan ini membuat Alex mengalami kelumpuhan." Jelas Dokter Vano yang membuat tangis Ella semakin menjadi sedangkan Hanna terlihat terkejut tak percaya.
"Jadi maksudmu Alex sudah cacat?" Tanya Hanna.
"Memang dimana salahku? Jika benar Lumpuh bukankah sama saja cacat." Balas Hanna tak kalah kesal.
"Ya kau benar sekali, bisa dikatakan Alex sudah cacat sekarang ini." Jelas Vano dengan nada ejekan membuat Alex mendelik kesal pada Vano.
Hanna diam membayangkan jika Alex sudah cacat berarti dia sudah tak bisa bekerja lagi, perusahaan pasti akan bangkrut dan mereka akan jatuh miskin sementara itu Ia harus merawat Alex yang cacat dan jatuh miskin, oh tidak dia tak ingin melakukan itu disisa umurnya bersama Alex lebih baik Ia mulai mencari sugar Daddy yang mungkin bisa memanjakan Ia dengan kemewahan seperti temannya.
"Aku akan pergi kepengadilan agama besok dan akan segera mengurus surat perceraian kita." Kata Hanna yang membuat semua orang menatap kearahnya tak percaya.
"Apa kau gila? Suami kita sedang sakit, bisa bisanya kamu mengatakan itu padanya!" Kesal Ella pada Hanna.
"Suami kita? Suami Lo aja kali! Gue nggak mau ya punya laki cacat apalagi penyakitan kayak gini." Jelas Hanna menatap Alex jijik.
Sedangkan Alex hanya diam, tak menyangka jika Hanna kembali melukainya nya.
__ADS_1
"Dan untuk harta gono gininya aku mau mansion beserta isinya jadi milik aku semua." Jelas Hanna lagi.
Baru Ella ingin protes namun suara Alex membuatnya Ella menyurutkan protesnya "Baiklah, jika memang itu yang kau inginkan, ambillah semuanya dan lakukan apapun yang kau mau." Kata Alex.
"Oke, aku mau keluar nggak betah lama lama disini, dan buat Lo cewek kampung selamat menikmati hari hari bersama suami cacat Lo itu." Kekeh Hanna lalu melenggang pergi meninggalkan ruang Igd.
Ella sangat geram dengan ucapan Hanna, jika saja Ia sedang tak berada dirumah sakit pasti Ella sudah mencabik cabik mulut Hanna itu. Selama ini Ella hanya diam bukan karena Ia takut, Ia hanya malas saja berdebat dengan Hanna.
"Aku akan meninggalkan kalian berdua," kata Dokter Vano mengajak Bik Sumi keluar.
Ella berjalan duduk dikursi pinggir ranjang suaminya.
"Kenapa kau terus menangis? Apa kau juga kecewa melihat suamimu yang sudah cacat ini?" Tanya Alex membuat Ella menggelengkan kepalanya pelan.
"Jangan berkata seperti itu, aku tidak akan meninggalkanmu bagaimana keadaanmu." Jelas Ella masih terisak.
"Tapi aku sudah cacat dan sebentar lagi jatuh miskin." Kata Alex dengan nada sedih.
"Kenapa memang jika cacat? Kenapa memang jika miskin? Aku bahkan dulu juga pernah mengalami hidup miskin sebelum bertemu denganmu, sudahlah jangan mengatakan itu, aku sedih mendengarnya." Jelas Ella.
"Aku juga sedih melihatmu menangis, jadi berhentilah menangis sayang." Kata Alex mengusap air mata Ella.
"Apapun yang terjadi kita harus bisa melewati ini, jangan terpuruk ataupun terluka, selama ada aku pasti aku akan selalu berada disampingmu." Kata Ella yang membuat Alex tersenyum lega melihat ketulusan dari mata istrinya itu, tak menyangka di umur yang masih sangat muda namun pemikiran Ella sangatlah luas.
"Kamu tenang saja untuk masalah uang ak-"
"Jangan memikirkan apapun, yang penting mas sembuh dan bisa keluar dari sini, untuk masalah biaya hidup biar aku yang akan memikirkanya." Jelas Ella membuat Alex tersenyum geli.
"Kenapa mas malah tersenyum?" Tanya Ella merasa tak ada yang lucu dengan ucapanya.
"Bahagia aja, disaat seperti ini istriku tidak meninggalkanku." Kata Alex mencium punggung tangan Ella.
Ella hanya tersenyum "Lalu bagaimana dengan keadaan Sandi?" Tanya Ella karena tak melihat keberadaan Sandi disini.
"Dia kabur."
__ADS_1
"Apa?
BERSAMBUNG...