
Alex tengah bersiap untuk kembali kekantor,
"Nggak pulang mansion aja? aku anter dulu." tawar Alex yang langsung mendapatkan gelengan dari Ella.
"Aku masih mau kerumah budhe, kasian budhe, nggak apa apa kan mas?" tanya Ella.
"Hmm, ya udah nggak apa apa, ayo aku anter kesana sekalian mau jenguk pakde kamu, soalnya kemarin belum sempat masuk." jelas Alex yang langsung diangguki oleh Ella.
"Bibik jaga rumah aja ya Non, mau bersih bersih dulu tapi nanti kalau udah selesai, Bibik nyusul." kata Bik Sumi dibelakang Alex dan Ella.
"Iya udah Bik, lagian kan kemarin juga habis dibersihin mbok Nah kok."
"Mau ngerapiin halaman belakang Non, rumputnya udah pada tinggi."
"Oke deh Bik."
Ella dan Alex pun memasuki mobil yang sudah ada Sandi didepan sana.
"Anter kerumah pakde dulu baru kekantor." Kata Alex pada Sandi.
"Baik pak."
"Aku nggak tau kalau mas nyuruh orang buat bersih bersih rumah." kata Ella.
"Ya, itu kan rumah kenangan masa kecil kamu, biar terawat aja." jelas Alex.
"Makasih ya mas."
"Kamu itu udah menjadi kewajiban aku sekarang, jadi sudah seharusnya aku melakukan ini semua." kata Alex membuat Ella terharu.
Bahagia, itulah yang dirasakan Ella saat ini. Tak hanya menjadi istri satu satunya tapi juga mendapatkan segala bentuk perhatian Alex yang membuatnya merasa sangat nyaman dan bahagia.
"Makasih mas," Ella menjatuhkan diri didada bidang milik Alex, keduanya menikmati romansa didalam mobil tanpa peduli didepan mereka masih ada Sandi yang sedari tadi melirik ke arah keduanya, ya memang sudah jadi keseharian Sandi melihat majikannya itu bermesraan tanpa memikirkan dirinya yang masih ada disana.
"Ekheem, sudah sampai Tuan, Nona." kata Sandi yang langsung membuat Alex dan Ella terkejut dan melepas pelukan.
"Kamu ganggu aja sih, puterin lagi kan juga bisa!" ketus Alex.
"Ya udah Tuan, saya puter balik lagi."
"Eee, jangan! mas ini apa sih ntar telat ngantornya." protes Ella.
"Nggak apa apa, asal bisa berduaan sama kamu terus." kekeh Alex yang hanya digelengi kepala Ella.
Ketiganya turun dari mobil dan memasuki rumah, kecuali Sandi yang menunggu diluar.
"Lho, Budhe kira kamu udah balik ke mansion?" kata Budhe saat melihat kedatangan Ella dan Alex.
"Masih mau disini Budhe, gimana keadaan pakde?" tanya Ella sambil mencium tangan Budhe diikuti Ella.
__ADS_1
"Ya udah lumayan lah, tadi juga udah jalan jalan keluar." jelas Budhe.
"Nak Alex nggak ngantor emangnya" tanya Budhe melihat Alex ikut dengan Ella.
"Ngantor kok tapi masih nanti jam 10." balas Ella sementara Alex hanya Tersenyum.
"Saya boleh nengokin Pakde didalem?" tanya Alex sedikit sungkan.
"Boleh Nak, masuk aja." kata Budhe menyuruh Alex memasuki kamar Pakde.
Alex memasuki kamar Pakde, karena memang niatnya kesini untuk menjeguk Pakde. Alex melihat Pakde tengah berbaring sambil melihat ke layar televisi yang ada dikamar.
"Lho ada Nak Alex?" Pakde terkejut melihat Alex memasuki kamarnya dan tersenyum ke arahnya.
"Gimana keadaannya pak? sudah baikan?" tanya Alex duduk dikursi dekat ranjang.
"Alhamdulilah sudah lumayan," balas Pakde terlihat senang karena seorang Alex yang dulunya terkenal dingin dan kejam begitu memperhatinkannya.
"Kenapa tidak dibawa kerumah sakit saja kemarin?" tanya Alex.
"Nggak apa apa Nak, lagian juga nggak parah kok."
"Nggak parah apa takut kena biaya rumah sakit?" tebak Alex.
Pakde tersenyum "Saya hanya tak ingin merepotkan anak anak."
"Saya hanya tak ingin merepotkan Nak Alex dan Ella."
"Tentu tidak merepotkan kami, Ella sudah menjadi tanggung jawab saya, dan tentu saja keluarganya juga ikut menjadi tanggung jawab saya." jelas Alex.
"Terima kasih Nak." Pakde terlihat terharu mendengar ucapan Alex.
"Mulai besok jangan sungkan ya Pak, jika memang ada kesulitan bilang saja ke saya, nanti biar asisten saya meninggalkan nomer saya agar bisa menghubungi saya sewaktu waktu." kata Alex.
"Baiklah, sekali lagi terima kasih." kata Pakde terlihat bersyukur sekali.
Dua bulan yang lalu semenjak anak anaknya tak lagi mengirim uang tanpa alasan dan tanpa kabar membuat Pakde harus bekerja sebagai tukang ojek, begitu juga dengan istrinya yang ikut membantu menjadi buruh cuci baju para tetangga. Pakde juga sama sekali tak ada niat mengabari atau sampai merepotkan Ella, namun nyatanya Ella dan suaminya justru datang menawarkan bantuann untuknya, membuat pakde merasa sangat bersyukur memiliki Ella. Dan untuk anak anaknya, Pakde tak terlalu ambil pusing jika memang mereka sudah tak akan membiayai hidup kedua orangtuanya ini, yang penting selama ini Dia sudah berusaha mencukupi kebutuhan anak anaknya, jadi jika sekarang anak anaknya melupakan dirinya, Pakde sudah tak peduli lagi. Toh Dia juga masih mempunyai Ella yang begitu menyanyangginya dan mengangapnya sebagai orangtua.
"Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu karena harus segera kekantor." kata Alex bangkit dari duduknya tak lupa menyalami tangan Pakde.
"Ya, hati hati Nak."
Alex mengangguk lalu keluar dari kamar. Alex melihat Ella dan Budhe tengah berbincang diruang tamu.
"Mas, udah mau berangkat?" tanya Ella berjalan mendekati Alex.
"Iya, kamu masih mau disini?" tanya Alex yang hanya diangguki Ella.
"Ya sudah, saya pamit dulu bu." kata Alex sambil mencium tangan Budhe.
__ADS_1
"Hati hati Nak." kata Budhe.
Ella pun mengantar Alex sampai didepan rumah.
"Nanti biar dijemput pak Tulus, hari ini pulang mansion kan?" tanya Alex.
"Yah mas, aku masih pengen disini." keluh Ella.
"Kemarin kan udah, nanti pulang mansion ya sayang." bujuk Alex sambil mengelus rambut Ella.
"Ya udah deh, iya." jawab Ella dengan malas.
"Gitu dong, besok kapan kapan kita kesini lagi."
"Iya mas."
Alex mengecup kening Ella lalu memasuki mobil dan mobil melaju meninggalkan pekarangan rumah Pakde.
Ella kembali memasuki rumah,
"Udah berangkat suami mu?" tanya Budhe yang masih duduk diruang tamu.
"Udah kok Budhe," jawab Ella lalu duduk disamping Budhe.
"Suami mu sekarang tambah perhatian ya sama kamu dan juga pakde budhe."
"Alhamdulilah Budhe, sekarang memang sudah banyak, semakin sayang juga sama Ella." jelas Ella sambil tersenyum.
"Budhe bahagia liat kamu juga bahagia." kata budhe.
Ella membawa kedua tangan Budhe, lalu mengenggamnya,
"Tangan Budhe kok sekarang kasar sih?" tanya Ella "Padahal dulu kan halus banget."
Budhe terlihat panik lalu menarik tangannya dari genggamam Ella.
"Budhe kan semakin Tua, jadi tangan nya udah nggak sehalus dulu." jelas Budhe sedikit gugup.
Ella menghela nafas panjang kala Budhe masih belum jujur padanya,
"Budhe kenapa nggak cerita sama Ella?"
Budhe menatap Ella, terlihat sangat panik.
Jangan.. jangan sampai Ella tau.
BERSAMBUNG....
YUKKK VOTEE YANG BANYAK BIAR RANGKING 1 WKKEKE 😁
__ADS_1