
Hanna kini tengah mengumpulkan para maid dan juga para penjaga dimansionnya.
Hari ini Ia akan memecat seluruh maidnya karena setelah ini Hanna berencana menjual mansionnya lalu pergi dari tempat ini.
"Nyonya, ada apa mengumpulkan kami semua disini?" tanya Nisa salah satu maid kepercayaan Hanna selama ini.
"Aku telah bercerai dengan Tuan kalian." kata Hanna lantang membuat semua orang yang ada disana terkejut tak terkecuali Nisa yang tahu betapa Hanna sangat mencintai Tuan Alex lalu kenapa sekarang Ia bercerai? batin Nisa.
"Dan karena Mansion ini milik ku, aku berencana menjual mansion ini dan pergi dari sini." jelas Hanna lagi membuat semua orang semakin terkejut dan takut, bagaimana dengan nasib mereka.
"Lalu bagaimana dengan kami?" tanya Salah satu maid lainnya.
"Tentu saja kalian akan ku pecat, Alex sudah bangkrut dan dia sekarang cacat, jadi tidak akan mungkin bisa membayar kalian jika tetap bekerja disini!" kata Hanna.
"Apa benar Tuan Alex bangkrut? pantas saja nenek lampir ini mau bercerai, ternyata memang hanya mengincar hartanya saja sejak awal." batin Nisa.
Para Maid yang mendengar penjelasan Hanna terlihat sedih, bukan karena mereka dipecat melainkan sedih dengan nasib Tuan mereka yang diceraikan oleh Hanna padahal semasa jaya semua keinginan Hanna selalu dituruti oleh Alex tapi saat Alex terpuruk Hanna malah meninggalkan pikir para maid serta penjaga disana.
"Apa kami akan mendapatkan pesangon Nyonya?" tanya salah satu penjaga yang sudah bekerja disana sejak awal pernikahan Alex dan Hanna.
"Kalian pikir aku mendapatkan uang darimana bisa memberikan kalian pesangon, tentu saja aku tidak akan memberikan apapun karena aku sendiri juga sudah tak memiliki uang," ungkap Hanna yang membuat kecewa para maid dan penjaga mansion.
"Lalu bagaimana dengan gaji kami yang terakhir nyonya?" tanya Nisa.
"Aku juga tak yakin bisa memberi gaji terakhir kalian karena aku juga binggung harus mencari uang kemana." jelas Hanna yang menimbulkan protes para Maid dan penjaga.
"Cih, bisa bisanya Ia bilang tak memiliki uang padahal kemarin saja baru menjual salah satu mobil Tuan Alex." batin Nisa lagi sedikit kesal.
"Lalu bagaimana dengan nasib kami Nyonya, dipecat tanpa gaji terakhir! apa tak bisa Nyonya menjual salah satu aset milik Tuan Alex untuk gaji terakhir kami? setidaknya agar kami tidak pulang dengan tangan kosong!" kata salah satu maid pada Hanna.
"Kau pikir kau siapa menganturku seperti itu?" bentak Hanna dengan nada keras "Kalian bahkan tak tau jika semua aset milik Alex akan disita bank, jadi lebih baik terima saja seperti itu!" kata Hanna dengan nada keras.
Semua maid akhirnya bubar karena mereka sangat kecewa tak peduli dengan Hanna yang masih berteriak agar mereka tak bubar.
"Dasar tak tau di untung!" kesal Hanna lalu memasuki kamarnya.
Para maid mengemasi barang barang milik mereka untuk pergi dari sini. banyak Maid yang terlihat kesal dan mengerutu dengan keputusan Hanna, mereka masih tak menyangka Hanna bisa setega itu pada mereka.
"Bagaimana nasib kita?" tanya salah satu maid pada temannya.
__ADS_1
"Sudahlah lebih baik kita kembali ke agen, siapa tau ada yang membutuhkan tenaga kita lagi."
Maid itu mengangguk setuju.
..
Alex sedikit tersiksa karena Ella terlalu overprotektif dengannya. Apapun yang akan Ia lakukan selalu mendapatkan larangan dari Ella.
Hari ini tepat 2minggu Alex berada dirumah sakit dan sudah diijinkan pulang.
"Aku akan sering sering kesana untuk mengontrol kondisi suamimu." kata Dokter Vano pada Ella.
"Terimakasih banyak dokter, sudah membantu kami selama berada dirumah sakit." ucap Ella sedangkan Alex menatap Vano malas.
"Tak perlu sungkan Nona cantik, sudah kewajibanku sebagai seorang dokter sekaligus saudara untuk merawat suamimu."
kata Vano sambil terkekeh.
"Cih, berhentilah bersikap sok manis didepan istriku." gerutu Alex yang tengah berada dikursi roda.
"Jangan seperti itu," Ella memperingatkan Alex sedangkan Alex hanya mendegus sebal.
"Aku belum benar benar bangkrut sayang, kita masih bisa mengaji sopir ataupun penjaga rumah." kata Alex yang sudah mengetahui jika Ella memecat semua orang dan kini Ia harus mencari taksi untuk pulang.
"Aku tau, tapi tetap saja kita harus berhemat." balas Ella.
"Meskipun aku lumpuh tapi aku juga masih bisa bekerja, jangan berpikiran sama seperti Hanna." kesal Alex mengingat Hanna meninggalkannya juga karena takut Ia jatuh miskin.
"Astaga, aku tak pernah berpikiran seperti itu! aku hanya ingin kau beristirahat dulu dirumah jangan memikirkan pekerjaan untuk sementara, itu saja, kenapa harus semarah itu." balas Ella.
Merasa istrinya tersinggung dengan ucapannya, Alex pun memilih diam takut menambah panas suasana.
Taksi online yang Ella pesan sudah berhenti tepat didepan Alex dan Ella berdiri.
"Pak bisa bantu suami saya masuk mobil?" tanya Ella yang langsung direspon baik oleh sopir taksi online.
Sopir taksi pun membantu Alex agar bisa memasuki mobil lalu meletakan kursi roda di bagasi mobil.
Mobil melaju menuju rumah Ella, didalam mobil baik Ella ataupun Alex sama sama diam. Alex yang merasa tak enak dengan ucapannnya tadi sedangkan Ella yang merasa kesal dengan pemikiran Alex yang menyamakan dirinya dengan Hanna, istri pertama Alex.
__ADS_1
Sesampainya dirumah, Ella segera mendorong kursi roda memasuki rumah.
Suasana rumah terasa sepi karena memang semua orang sudah pergi.
Ella membawa Alex memasuki kamar dan membantu Alex berbaring diranjang.
"Aku akan membuatkan teh hangat." kata Ella hendak keluar namun tangannya ditahan oleh Alex.
"Tidak perlu, aku tidak haus! duduklah disini dan istirahatlah, apa kau tidak kasian dengan anak kita yang ada diperutmu?" tanya Alex membuat Ella menghela nafas lalu duduk disamping Alex berbaring.
"Kau marah padaku?" tanya Alex yang kini membawa Ella berbaring dilengannya.
"Tidak, kenapa aku harus marah!" balas Ella ketus.
"Aku tak tau jika istriku ini sangatlah pemarah." goda Alex membuat Ella mendengus kesal.
"Aku tidak marah, hanya kesal saja!"
"Lalu apa bedanya?" balas Alex sambil terkekeh.
Ella yang merass diejek oleh Alex hanya diam saja meskipun sebenarnya Ia bertambah kesal.
"Maafkan aku sayang, aku tak bermaksud menyakitimu dengan ucapanku, aku hanya tak ingin kau mencemaskan apapun tentang keuangan kita, apa kau lupa jika suamimu ini memiliki banyak perusahaan, dan meskipun kondisiku seperti ini aku masih bisa tetap bekerja." jelas Alex.
"Aku tau, aku memecat para pembantu juga karena ingin menghemat pengeluaran kita agar mas juga jangan memaksakan diri untuk bekerja." kata Ella lirih.
Alex memeluk istrinya, merasa terharu dengan Ella yang begitu mengkhawatirkannya.
"Terimakasih sayang, terimakasih masih tetap disini menemani mas." kata Alex mengecup kening Ella lama.
Bersambung....
Haloo semua ... maaf jika up nya sangat lemot... karena authornya udah kerja jadi nggak bisa setiap hari update..
tapi jadwal update yang pasti hari jumat atau sabtu dan updatenya lebih dari 1 eps..
kalau selain hari jumat sabtu, mungkin sesekali ada up karena tiap hari aku juga nyicil nulis...
Pokoknya terimakasih banyak buat kalian yang masih setia nungguin cerita ini...
__ADS_1
lope you para readerskuuhh😘