
Pagi harinya, mansion dibuat geger oleh beberapa polisi yang datang kesana. Terlihat para Maid panik begitu juga Sandi yang ada diluar mansion berniat menjemput Tuannya malah dibuat binggung oleh kedatangan 4 orang polisi.
"Selamat pagi, apa benar ini rumah milik Alexander Kenandra?" tanya salah satu polisi pada maid yang sedang membersihkan depan mansion.
"Be-benar pak," maid itu terlihat takut.
Sandi berjalan mendekati para polisi itu, "Maaf sebenarnya ada apa ini?" tanya Sandi pada salah satu polisi.
"Kami kesini untuk menangkap Alexander Kenandra."
"Memangnya salah apa sampai harus ditangkap seperti ini?" heran Sandi. seingat Sandi Tuannya itu tak pernah melakukan kesalahan yang melanggar hukum.
"Atas kasus penganiayaan Tuan Reyhan."
Sandi cukup terkejut, sedikit heran kenapa bisa Tuan nya seceroboh ini. biasanya Ia akan meminta anak buahnya untuk menghabisi lalu mengancam mereka dan kenapa malah sekarang Ia yang menghabisi nya sendiri.
Maid itu pun segera berlari memasuki mansion dimana Alex dan Ella tengah sarapan dimeja makan.
"Ada apa? kenapa kamu berlari seperti itu?" tanya Ella heran.
"Tu-tuan dicari polisi diluar." kata Maid itu dengan nafas tersenggal.
"Polisi??" Alex dan Ella terkejut bersamaan dan maid itu langsung mengangguk.
"Aku akan keluar, kamu disini saja." kata Alex.
"Tidak, aku ikut!"
Alex hanya mengangguk saja, toh jika Ia melarang pun Ella pasti akan membuntutinya.
Alex keluar dan melihat ada 4 orang polisi dan juga Sandi yang sepertinya menunggunya.
"Ada apa ini?" tanya Alex bersama Ella dibelakangnya.
"Apa benar anda yang bernama Alexander Kenandra?"
"Ya benar, ada masalah apa?"
"Anda harus ikut kami ke kantor polisi sekarang atas dugaan kasus penganiayaan saudara Reyhan." jelas polisi itu yang langsung saja membuat Ella terkejut dan panik.
"Mas..." Ella hendak mengenggam lengan suaminya namun terlambat karena salah satu polisi itu sudah memborgol tangan Alex.
"Kamu tenang ya dirumah, aku baik baik saja." kata Alex sebelum dipaksa memasuki mobil.
"Lakukan seperti biasa." kata Alex pada Sandi.
"Pak jangan tangkap suami saya," teriak Ella hendak mengejar Alex namun ditahan oleh Sandi.
"Sudahlah Non, semua akan baik baik saja." kata Sandi.
"Tapi mas Alex..." Ella terlihat sedih.
"Tuan akan baik baik saja, kalau begitu saya permisi karena harus mengurus Tuan Alex." kata Sandi hendak pergi namun Ia menghentikan langkahnya.
"Nona menunggu dimansion saja dan jangan melakukan apapun diluar. percaya sama saya semua akan baik baik saja." kata Sandi yang hanya diangguki Ella.
__ADS_1
Ella memasuki mansion dengan perasaan sedih, baru saja mereka diberikan kebahagiaan karena kelahiran Baby Liu namun sekarang sudah ada saja cobaannya.
"Non tenang saja, semua akan baik baik saja." kata Bik Sumi yang tengah mengendong Baby Liu.
Ella kemudian mengambil Baby Liu dan membawa ke dalam dekapannya, "Gimana bisa tenang sih Bik, baru aja ngerasain bahagia malah udah kayak gini lagi. gimana kalau sampai mas Alex dipenjara?"
"Nggak Non, itu nggak akan mungkin terjadi. Non Ella percaya saja sama Bibik. lagian pasti mereka itu polisi baru yang nggak tau siapa Tuan Alex itu." jelas Bik Sumi.
"Ya semoga aja ya Bik."
Siang hari setelah menidurkan Baby Liu, Ella hendak berbaring diranjang karena kepalanya pusing dan Ia sedikit meriang, hingga suara ponsel membuatnya bangkit dan segera menjawab panggilan dari nomer baru itu.
"Halo Nona cantik." sapa pemilik suara itu.
Ella hanya diam mengingat suara yang tak asing untuknya itu, "Apa kau masih mengingatku cantik?" suara itu terdengar lagi hingga Ella benar benar ingat jika itu suara Rey, ya itu suara Rey.
"Kamu, kenapa kamu melakukan itu semua? kenapa kamu melaporkan mas Alex?" tanya Ella dengan nada marah.
"Ayolah Nona, jangan marah karena itu membuatmu terlihat semakin cantik!"
"Sial, apa mau mu sebenarnya!" kesal Ella,
"Jika kau ingin tau, temui aku di kafe mawar nanti jam 1. aku akan membebaskan suamimu.'" kata Rey.
"Apa ucapanmu bisa dipercaya?"
"Tentu saja, aku akan membebaskan suamimu jika kau mau memenuhi keinginanku."
"Keinginan apa?" tanya Ella mengeryit penasaran.
"Apa yang harus ku lakukan sekarang." gumam Ella terlihat sedih.
Ella melihat jam dinding sudah pukul 12, tinggal 1 jam lagi jika ingin menemui Rey.
"Apa dia bersama istrinya?" batin Ella.
"Semoga saja Ia bersama istrinya."
Ella segera bergegas , bersiap untuk menemui Rey. Ia hanya ingin tau apa yang Rey inginkan agar suaminya bisa bebas.
"Non Ella mau kemana?" tanya Bik Sumi yang baru saja memasuki kamar.
"Aku ingin keluar sebentar Bik." balas Ella yang saat ini tengah memilah baju untuk Ia pakai.
"Kemana? diantar pak tulus?"
"Iya bik, aku minta diantar pak Tulus," balas Ella yang berjaga jaga, jika sesuatu terjadi padanya Ia bisa meminta tolong pada Pak Tulus.
"Ya udah Non." Bik Sumi sendiri pun lega jika Ella pergi diantar Pak Tulus jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Ella sudah siap dan akan berangkat,
"Aku pergi dulu ya Bik, nitip Adek sebentar." kata Ella yang langsung di acungi jempol oleh Bik Sumi.
"Siap Non."
__ADS_1
Sesampainya dibawah, Ella segera memanggil Pak Tulus.
"Anter saya ke kefe mawar ya pak."
"Siap Non."
Elle segera memasuki mobil, menghirup nafas dalam dalam, Ia harus kuat dan berani. Ia tak boleh lemah sekarang karena tak ada Alex disampingnya jadi Ia harus lebih kuat agar Rey tak semakin menganggu keluarganya.
25 menit mereka sampai didepan kafe mawar.
"Pak Tulus tunggu disini aja ya, nanti kalau ada apa apa Ella panggil."
"Siap Non"
Ella segera keluar dari mobil dan memasuki kafe yang cukup besar namun sepi pengunjung itu.
Ella menoleh ke kanan dan ke kiri hingga Ia melihat Rey melambaikan tangan padanya dengan wajah liciknya.
Ella segera menghampiri Rey yang terlihat hanya sendiri tanpa Rhea.
"Kau selalu terlihat cantik, pantas saja Alex memilihmu." kata Rey pada Ella.
Jujur Ella memang sedikit takut namun Ia harus lebih kuat dan tidak boleh terlihat lemah dimata Rey.
"Langsung saja bicara ke intinya mau kamu apa?" tanya Ella dengan tangan gemetar.
"Hmm, tentu tidak secepat itu baby, kita lebih baik makan siang dulu dan aku akan mengatakannya."
"Tidak perlu, aku sudah makan siang!" kata Ella ketus.
"Baiklah, jika memang seperti itu aku akan langsung mengatakan padamu." kata Rey "Kamu ingin aku membebaskan suamimu?"
Ella hanya mengangguk,
"Aku akan membebaskan suamimu tapi dengan satu syarat!"
"Apa?" tanya Ella yang sudah penasaran sejak tadi.
"Jadilah wanitaku satu malam dan aku akan membebaskan suamimu."
Bersambung...
Dari kemarin banyak yang protes Ella kok lemah banget?
jadi gini gengs...
Sebelum Alex cinta sama Ella, memang karakter Ella aku bikin kuat karena dia udah nggak punya siapa siapa lagi dan Sekarang Ella sedikit lemah karena sudah ada yang menjaganya dan melindungnya yaitu suaminya Alex makanya jadi agak lemah dan cengeng..
kenapa harus gitu? ya karena itu sifat wanita banget menurut aku.. kalau ada suami aja manja kebangetan padahal kalau nggak ada mah angkat galon sendiri aja bisa.. misalnya gitu...
aku jelasin ini karena nggak ingin kalian salah paham😁
tapi tetep thankyou banget buat yang masih setia sama cerita ini...
Jangan lupa like vote dan komen...
__ADS_1