ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
Bonchap


__ADS_3

Alex mengetuk ketukan pulpen di meja hingga menimbulkan bunyi nyaring. Dirinya memang berada dikantor saat ini namun pikirannya melayang memikirkan ucapan Ella semalam.


3Bulan berlalu setelah operasi pengangkatan rahim, Ella masih saja terus dilanda kesedihan karena sudah tak bisa memberikan adik untuk Liu. padahal Alex sama sekali tak mempermasalahkan itu. Bagi Alex memiliki Ella dan Liu didalam hidupnya saat ini sudah sangatlah cukup.


Namun ucapan Ella semalam membuat pikiran nya saat ini salah kaprah.


"Apa ini hukuman untuk kita mas? terutama untuk ku?"


Alex langsung mendekap tubuh Ella lebih erat. sejujurnya Alex tak ingin mendengar apapun dari mulut Ella karena setiap perkataan yang keluar dari mulut Ella terdengar sangat menyakitkan dan menyedihkan.


"Apa yang kau katakan sayang? sudahlah jangan terlalu memikirkan ini lagi. semuanya sudah takdir dan kita harus ikhlas."


"Tapi aku bahkan tidak bisa memberikan adik unt-"


Hussttt... Alex menempelkan jarinya di bibir Ella. "Jangan katakan itu lagi, Kamu dan Baby Liu sudah sangat cukup untuk ku." jelas Alex kembali mendekap Ella yang kini menangis.


"Aku merasa seperti mendapatkan hukuman dari Tuhan mas."


"Istriku ini orang baik, sangat baik bahkan aku sangat menyanyangi nya, bagaimana mungkin Tuhan menghukum wanita sebaik istriku." ucapan Alex membuat Ella tersenyum lalu memukul dada bidang Alex.


"Gombal."


Alex ikut tersenyum, rasanya sudah lama sekali tak melihat Ella tersenyum seperti ini.


"Jika aku meminta sesuatu apa mas akan mengabulkan nya?" tanya Ella.


"Tentu saja, apapun yang di inginkan istri ku pasti akan ku turuti."


Ella mengenggam tangan Alex "Aku ingin mas menjenguk mbak Hanna dipenjara."


Ucapan Ella membuat Alex tercengang. Hanna? bahkan Alex sudah tak pernah mengingat wanita itu apalagi memikirkannya dan sekarang Ella ingin dirinya menemui Hanna, untuk apa?


"Kenapa? kenapa aku harus menemuinya?" Alex terdengar malas.


"Kau harus meminta maaf padanya mas!"


"Dia yang salah, kenapa aku harus!"


"Mas..." Ella kembali mengenggam tangan Alex lembut "Setelah mas menikah dengan ku, bukankah mas lebih sering menghabiskan waktu denganku? mungkin itulah yang membuat Mbak Hanna mempunyai niat jahat. aku merasa mas tidak cukup adil." jelas Ella.


"Tapi Ella, dia selalu memikirkan dirinya sendiri dan bahkan dia yang sudah membunuh Papa!"


"Karena tak ada wanita yang mau berbagi suami mas, mungkin itu penyebab Mbak Hanna melakukan tindakan jahat. Mbak Hanna tak mampu menolak namun juga tak ingin berbagi." Jelas Ella yang membuat Alex menghembuskan nafas lelah.


"Mungkin ini teguran untuk kita mas, jadi aku harap mas mau menemuinya. sekedar menanyakan kabar. karena dia sudah tak memiliki siapapun di dunia ini mas."


Alex mendegus sebal lalu mencium bibir Ella kasar sebagai protes jika Ia tidak ingin melakukannya.


"Kamu tuh manusia apa malaikat sih, kenapa bisa sebaik ini bahkan memikirkan orang lain yang pernah berniat jahat padamu." ucap Alex setelah mencium bibir Ella.

__ADS_1


"Kita harus sering sering intropeksi diri mas, apapun yang kita alami sekarang siapa tau itu adalah buah dari apa yang kita tanam dulu."


"Jadi mas mau kan?" tanya Ella menatap Alex penuh harap.


Alex menganggukan kepalanya, "Terpaksa."


Ella kembali tersenyum,


"Kamu nggak takut nanti kalau aku diambil lagi sama Hanna gimana?"


"Aku percaya kok sama suamiku." ucap Ella lalu mengecup bibir Alex.


Alex menatap Ella nakal "Udah berani ya sekarang!"


Ella kembali terkekeh.


Dan di sini lah Alex sekarang, didepan sebuah kantor polisi dimana Hanna dipenjara.


"Bagaimana?" tanya Alex kala Sandi baru saja keluar dari ruangan petugas.


"Tuan sudah boleh masuk,"


Alex mengangguk paham lalu memasuki sebuah ruangan dimana sudah ada Hanna duduk disana.


Wanita yang dulu pernah Ia cintai, wanita yang dulu selalu bermake up tebal dan selalu terlihat cantik dimatanya kini terlihat sangat mengenaskan. mengenakan kaos penjara berwarna orange dan celana pendek serta tubuh yang terlihat kurus dan rambut lepek tak terawat.


Tanpa menunggu, Hanna membuka bungkusan itu dan melihat isinya lalu tersenyum ke arah Alex.


"Spaghetti carbonara? kau masih ingat itu?"


Alex mengangguk, "Apa kau masih menyukainya?"


"Ya tentu saja aku selalu menyukainya." kata Hanna langsung saja menyantap spaghetti carbonara kesukaannya itu.


"Rasanya masih sama, apa kau membeli di restoran biasanya?" tanya Hanna disela sela kunyahan spaghettinya.


Alex mengangguk sambil memandangi Hanna menyantap spaghettinya dengan lahap.


"Kau terlihat tak baik baik saja?"


Hanna menghentikan makan nya, "Tentu saja aku tak akan baik baik saja. Tuhan sedang menghukum ku."


"Maafkan aku." ucap Alex yang entah mengapa terasa berat terucap.


Hanna tersenyum tulus, "Aku yang salah di sini."


"Aku yang tak adil untukmu."


"Kau pantas mendapatkan yang terbaik." ucap Hanna sambil tersenyum namun matanya sudah memerah ingin menangis.

__ADS_1


Alex menatap Hanna iba, sejujurnya Ia sangat kasihan dengan Hanna namun Hanna memang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.


"Bagaimana kabar Ella? berapa umur bayimu? apa dia cantik seperti Ella atau tampan sepertimu?" sederet pertanyaan yang Hanna lontarkan dengan penuh keingintahuan.


"Dia tampan seperti ku." kekeh Alex.


Hanna terdiam sebentar sebelum akhirnya tersenyum dan mengatakan "Sampaikan maaf ku padanya, terakhir dia kesini aku tidak memperlakukan dirinya dengan baik dan aku sudah sangat menyesali perbuatanku."


Alex tersenyum "Dia selalu memikirkan keadaanmu."


"Ya dia harus melakukan itu, karena dia telah merebut suamiku!"


Ucapan Hanna tentu saja membuat Alex terdiam,


"Aku hanya bercanda," kekeh Hanna.


"Aku tidak tahu kau suka bercanda sekarang."


"Ya, di sini sangat nyaman dan aku memiliki banyak teman untuk diajak bercanda rasanya aku mendapatkan kedamaian di sini." jelas Hanna.


"Apa itu artinya kau tidak ingin bebas?"


"Tentu saja aku ingin, tapi jangan membebaskan ku sekarang. aku masih ingin di sini." jelas Hanna membuat Alex tersenyum.


Alex mengenggam tangan Hanna,


"Kau terlihat kurus di sini."


"Tentu saja, aku diet di disini jadi nanti jika keluar dari sini aku masih tetap cantik dan bisa mendapatkan pria yang lebih baik darimu!" ucap Hanna yang langsung membuat Alex terkekeh.


"Ya kau harus mendapatkan nya,"


Mereka terdiam sejenak,


"Jadi apa kita sudah bisa berteman sekarang?" tanya Alex masih mengenggam tangan Hanna.


"Tentu saja kita akan berteman, aku tak ingin kembali pada pria yang sudah beristri." balas Hanna yang membuat keduanya terkekeh bersamaan.


Leganya.... Batin Alex.


Entah mengapa bertemu dengan Hanna sedikit membuatnya lega.


.....


Bonchap yeyeyeye...


ada yang kangen Alex Ella kah? 😁😁😁


Mau bonchap lagi nggak nih?

__ADS_1


__ADS_2