
Bianca memasuki kamarnya dan langsung saja membanting tubuhnya ke ranjang. dengan perasan kesal dan akhirnya tumpahlah air mata Bianca.
"Kenapa sih kak Alex bisa se egois itu!" gumam Bianca disela air matanya.
Perlahan kantuk menyerang Bianca dan akhirnya terlelap karena kelelahan seharian jalan jalan keluar.
Sementara Alex memasuki kamar dengan perasaan sedikit kacau. Untuk pertama kalinya Bianca semarah itu padanya padahal biasanya Bianca hanya mengerutu dan ngambek jika kesal dengan nya tidak seperti malam ini yang meluapkan amarahnya pada Alex.
Alex duduk dipinggiran ranjang, memandang Ella yang sudah terlelap sejak tadi, menenangkan batin Alex.
Disaat perasaan kacau seperti ini siapa sangka hanya dengan melihat wajah istrinya bisa membuat perasaan sedikit tenang.
Alex membungkuk untuk mengecup kening istrinya dam gerakan itu yang mengusik tidur Ella,
"Lho mas belum tidur?" tanya Ella yang lalu melihat jam dinding sudah pukul 12 malam, "Aku pikir kamu tadi langsung ikut tidur." kata Ella lagi, mengingat selesai makan malam Ella pamit tidur lebih dulu.
"Aku baru aja dari ruang kerja." balas Alex dengan suara berat.
Ella bangkit dan duduk mendekat suaminya "Kamu lagi ada masalah mas?" tanya Ella melihat wajah Alex yang berbeda.
Alex menggeleng pelan "Entahlah aku sendiri juga binggung."
Ella tersenyum "Mau cerita?"
Alex pun ikut tersenyum "Bianca marah sama aku." Ella sama sekali tak terkejut.
"Masih marah? lagian kamu tadi pagi usil banget sih mas!"
"Ck, aku hanya bercanda sayang, lagian kenapa juga Bianca nggak ngaku aja kalau pacaran sama Rangga." kata Alex membuat Ella terkejut.
"Bi pacaran sama mas Rangga?" Ella terlihat tak percaya.
"Iya, barusan aku lihat sendiri mereka ciuman didepan." ungkap Alex dengan nada kesal.
Ella terlihat masih saja tak percaya dengan cerita Alex.
"Jadi yang dimaksud Acca sama mbak Riska selama ini itu Bianca?"
"Acca?" Alex mengerutkan keningnya.
"Iya, dulu kan mas Rangga katanya pacaran yang namanya Acca trus putus dan sampai sekarang belum punya pacar lagi, kata Mbak Riska karena Mas Rangga nggak bisa move on dari Acca." jelas Ella.
"Aku khawatir kalau yang dimaksud Acca itu bukan Bianca tapi wanita lain." kata Alex.
"Aku kenal mas Rangga kok mas, dia orang baik nggak mungkin nyakitin cewek, apalagi ceweknya secantik Bianca." kata Ella lembut.
Alex menghela nafas "Jadi kita restuin nih?"
"Ck, sekalipun nggak direstuin palingan kamu udah siapin semua buat pernikahan mereka." gerutu Ella yang langsung saja memancing gelak tawa Alex.
__ADS_1
"Tau aja sayang ku nih." kata Alex merangkul Ella lalu mengecup bibirnya.
"Jadi kapan mas?" tanya Ella.
"besok Rangga mau ngelamar Bi, kalau diterima yang palingan seminggu lagi!"
"Apa nggak terlalu cepat mas? apa mereka juga sudah siap?" tanya Ella memastikan suaminya tak salah langkah.
"Siap nggak siap ya harus siap dong! lagian mereka belum nikah aja udah berani ciuman didepan mansion, gimana kalau ditempat sepi? pasti lebih dari ciuman." ucap Alex terlihat khawatir.
Ella hanya terkekeh, Ella cukup mengerti Suaminya ini begitu protektif dengan adiknya.
"Ya udahlah mas terserah kamu aja baiknya gimana." kata Ella pasrah.
Alex hanya tersenyum lalu memeluk Ella, mengecup kening Ella lalu turun dibibir, mengecup Bibir cukup lama dan akhirnya menindih Ella, saling mengecup hingga keduanya sudah dirundung nafsu, namun saat ingin membuka baju....
Oekk.... oekk....
Tangisan Baby Liu terdengar dari kamar sebelah membuat keduanya terkejut lalu tertawa.
"Ck, ganggu aja sih Boy." gerutu Alex.
Ella hanya terkekeh lalu berjalan menuju kamar Baby Liu.
...
Paginya, Bianca merasa ada yang menggerak gerakan tubuhnya hingga tidurnya terusik. Bianca memaksakan bangun meskipun matanya masih lengket ingin terpejam.
"Eughhh... mbak Ella? kok tumben bangunin Bi?" kata Bianca lalu melirik jam dinding masih pukul 4 pagi. "Masih pagi banget, ada apa mbak?" tanya Bianca.
"Tuh dicariin Mas Rangga." kata Ella yang sontak membuat Bianca terkejut.
"Haa? mau ngapain kesini pagi gini." guman Bianca.
"Mbak juga nggak tau, sana kamu samperin coba." kata Ella yang langsung diangguki oleh Bianca.
Bianca bangkit dan segera keluar menemui Rangga, Ia masih mengenakan piyama dan belum mencuci muka.
Berjalan menuju ruang tamu dan benar saja sudah ada Rangga disana duduk diruang tamu menunggunya.
"Aku kaget, kirain mbak Ella bohong. kenapa kesini pagi banget?" tanya Bianca yang kini sudah duduk disamping Rangga.
"Ya ampun rambut kamu masih acak acakan gini." kekeh Rangga geli melihat wajah bangun tidur Bianca.
Bianca hanya tersenyum "Namanya juga baru bangun tidur."
"Ya udah sana kamu mandi siap siap." pinta Rangga.
"Memangnya mau kemana sih?"
__ADS_1
"Aku mau ngajak kamu liat sunrise di pantai, mau nggak?"
Ucapan Rangga seketika membuat girang Bianca "Seriusan mau ke pantai?"
"Iya sayang, udah sana buruan siap siap nanti keburu siang malah nggak jadi lihat sunrise." kata Rangga yang langsung membuat Bianca nyelonong masuk begitu saja.
Rangga hanya terkekeh melihat tingkah Bianca.
Hanya 15 menit, Bianca sudah keluar dan rapi mengenakan kemeja serta celana jeans dan rambut sudah terikat tinggi. memang style Bianca sekali. Jika wanita lain pasti mengenakan dress saat ke pantai berbeda dengan Bianca yang masih setia dengan style tomboy nya.
"Sudah siap Tuan putri?" tanya Rangga yang membuat Bianca tersipu malu.
"Ck, apa sih."
Rangga terkekeh lalu mengajak Bianca keluar.
Sepanjang perjalanan Bianca mengoceh, menceritakan banyak hal selama diluar negeri hingga tak terasa keduanya sampai di pantai yang dituju.
"Kok sepi banget sih." tanya Bianca heran.
"Iya lah kan masih pagi banget ini." kata Rangga.
Tiba tiba Rangga menutupi mata Bianca dengan kain panjang berwaran hitam.
"Lho mau apa sih?" tanya Bianca heran.
"Udah nurut aja." kata Rangga lalu mengandeng tangan Bianca dan berjalan ke suatu tempat yang tak bisa Bianca lihat.
Hingga Rangga berhenti, Bianca pun ikut berhenti.
"Coba buka sekarang." pinta Rangga yang kini suaranya terdengar dari depan Bianca.
Bianca menurut membuka kain yang menutup mata nya hingga Ia terkejut kala melihat Rangga sedang berlutut didepannya dan ditengah tengah mereka ada banyak bunga mawar merah bertaburan dan bertuliskan "Will you marry me Bianca?"
Seketika Bianca menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tak menyangka Rangga akan melamarnya dengan cara romantis seperti ini.
"Aku tau, aku buka pria kaya raya yang bisa memberikan kemewahan padamu, tapi aku janji akan selalu membuatmu bahagia, jadi maukah kau menikah denganku?" tanya Rangga masih berlutut dan membuka kotak bludru berwarna merah didalamnya terdapat sebuah cincin yang akan Ia kenakan di jari manis Bianca jika Bianca menerima cintanya.
Dengan tangis haru, Bianca pun mengangguk, Yes I will...
Seketika Rangga langsung memeluk Bianca, masih tak menyangka Bianca menerima lamarannya.
Sementara dari kejauhan, Alex dan Sandi sedang memperhatikan keduanya dari dalam mobil.
"Ck, apa pelukan juga bagian dari rencanamu?" tanya Alex kesal melihat Rangga memeluk Bianca.
"Tentu saja tidak Tuan," balas Sandi sedikit terkekeh mendengar betapa posesifnya Alex.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
MAAF GAES.. LG SIBUK JADI 1 BAB DULU YAA😁