ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
147


__ADS_3

Setelah kejadian di kamar mandi itu, baik Vano maupun Riska sama sama gugup jika bertemu satu sama lain. Bahkan tak jarang mereka hanya diam saja dan berbicara jika memang ada yang penting.


Dan setelah 6 hari terlewati akhirnya hari ini adalah hari dimana Riska dan Vano menikah.


Ya pagi ini mereka akan melakukan ijab kabul di rumah Riska setelah itu mereka akan diboyong ke tempat diadakan resepsi. Dikampung Riska memang tidak diadakan resepsi hanya pengajian sehari sebelum hai H.


Para keluarga sudah berkumpul diruangan dimana akan diadakan ijab kabul. Nampak mama Wina serta kelurga Vano sudah disana tak ketinggalan Ella bersama Baby Liu yang tertidur di gendongan Ella serta disampingnya ada suaminya Alex. Tak hanya keluarga Vano bahkan keluarga Riska juga sudah lengkap, Pakde yang akan menjadi wali pun sudah duduk didepan Vano yang tengah menunggu Riska mempelai Wanita.


"Mempelai wanita datang.." teriak seseorang membuat Vano langsung saja menatap ke arah dimana Riska yang terbalut gaun penuh broklat serta hijab yang menutupi kepalanya memasuki ruangan dan tersenyum malu ke arah semua orang yang sudah ada disana menatapnya.



Tak terkecuali Vano yang menatap Riska dari ujung pintu hingga kini sudah duduk disampingnya pun Vano enggan berpaling menatap ke arah lain.


Tak menyangka jika wanita yang sebentar lagi akan Ia nikahi secantik ini bahkan dengan balutan hijab membuat Vano semakin jatuh cinta dibuatnya.


"Ekhem, bisa kita mulai sekarang nak? nanti malam kalau sudah sah kamu bisa pandangi putri saya tanpa perlu ijin saya lagi." kata Pakde yang langsung saja menimbulkan gelak tawa semua orang yang hadir disana.


Sementara Vano hanya tersenyum kikkuk merasa malu karena dirinya menjadi bahan tertawaan semua keluarganya.


"Apa sudah siap?" tanya Pakde sebagai wali Riska.


Vano pun mengangguk mantap "Ya, saya sudah siap pak."


Bismillah, Saya nikahkan kamu Devano Herawan dengan putri saya Riska Andriani binti Hendra Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas murni 1000 gram dibayar tunai.


Dengan kemantapan hatinya Vano pun menjawab "Saya Terima nikah dan kawinnya Riska Adriani Binti Hendra wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana saksi?"


Sah...


Sah...


Sah...


Alhamdulilah... semua orang pun mengucap syukur kala ijab kabul berjalan dengan lancar.


Pak kyai pun segera membacakan doa selepas ijab kabul yang di amini oleh seluruh orang yang ada diruangan itu.

__ADS_1


Karena mereka sudah memasang cincin sewaktu acara lamaran kini Riska pun mengambil tangan Vano lalu mencium punggung tangan Vano.


Sementara Vano yang hendak mengecup kening Riska tiba tiba dikejutkan oleh suara,


Oeekkkk... oekkkk...


Baby Liu menangis keras membuat semua orang pun juga ikut terkejut lalu tertawa saat sadar Vano belum sempat mencium kening Riska.


"Maafkan telah menganggumu, aku akan membawanya keluar." kata Ella merasa tak enak apalagi saat Vano menatap ke arahnya dengan tatapan tak suka dan melihat Alex disampingnya sedang tertawa menertawakanya.


"Baiklah karena sudah selesai mari kita segera menuju ke tempat resepsi." kata Pakde yang bangkit diikuti yang lainnya.


"Ta-tapi Saya belum nyium keningnya Lo pak." protes Vano yang tak digubris semua orang sementara Riska disampingnya ikut tertawa geli.


"Ck, nggak usah ngetawain, liat aja ntar malem." goda Vano yang langsung membuat Riska diam seketika.


"Anak Lo masih bayi udah rese kayak bokapnya." kata Vano kala Alex menghampirinya.


"Lo ngatain gue rese mau gue hancurin tempat resepsi haa?" ancam Alex.


"Ampun brother, gue cuma bercanda, Baby Liu pinter banget kok serius kalau nggak karena dia mungkin si otong udah bangun gara gara gue nyium bini gue. " kata Vano mengingat Alex telah berjasa menyiapkan semua keperluan pernikahannya.


Akhirnya mereka pun berangkat ke tempat resepsi. Resepsi pernikahan Vano Dan Riska diadakan disebuah taman rekreasi yang bertemakan garden outdoor.


"Lho kok disini sih mas?" tanya Ella kala mobil yang Ia tumpangi bersama Alex sudah sampai di tujuan.


"Lah kan memang disini tempatnya sayang."


"Bukan ah, kemarin kayaknya kamu ngeliatin tempatnya bukan disini." protes Ella karena memang bukan disini tempat yang Alex tunjukan kemarin.


"Disini sayang, yuk ah keluar udah pada sampai tuh." ajak Alex yang langsung diangguki Ella.


"Tapi aku yakin bukan disini." gumam Ella.


Acara resepsi pun berjalan sangat meriah, Mengenakan gaun yang kemarin membuat Riska bak Ratu sehari.


Banyak tamu yang yang hadir merasa puas dan senang dengan hiburan yang disediakan namun tak jarang juga para tamu menatap iri ke arah Riska yang merasa beruntung karena bisa memiliki suami setampan dan sekaya Vano.


Hingga malam hari, Acara sudah selesai namun masih ada beberapa teman dekat Vano yang masih berbincang dengan Vano disana sementara Riska sudah mulai lelah dan bosan menemani Vano yang masih asyik berbincang dengan teman temannya.

__ADS_1


"Aku antar ke kamar jika sudah lelah dan istirahatlah lebih dulu." kata Vano yang langsung saja diangguki Riska.


"Kenapa nggak dari tadi sih." batin Riska.


Vano mengantar Riska sampai depan pintu kamar lalu Ia kembali menemui teman temannya yang masih ada disana.


Sebenarnya Vano ingin segera berduaan


dengan Riska namun Ia juga merasa tak enak dengan para temannya yang rela datang jauh dari luar negeri agar bisa menghadiri acara resepsi pernikahanya.


Hingga tengah malam akhirnya para teman Vano pun pulang membuat Vano berjalan penuh semangat memasuki kamarnya.


Vano terkejut kala melihat Riska masih belum tidur, duduk di pinggir ranjang mengenakan jubah mandi dengan wajah yang sudah bersih tanpa riasanan make up.


"Ahh apa dia juga tak sabar untuk malam pertamanya hingga harus menungguku seperti ini." batin Vano tersenyum girang.


"Aku pikir kamu sudah tidur." kata Vano membuat Riska menatapnya dengan tatapan resah.


"Tamunya udah pulang?" tanya Riska.


''Iya sekarang aku mau mandi habis itu kita baru bisa-"


"Mas kayaknya aku nggak bisa malam ini." kata Riska dengan suara takut membuat Vano terkejut.


"Kenapa? kamu belum siap trus nyuruh aku nunggu kamu siap dulu kayak cerita cerita di novel gitu? ck nggak ya, aku nggak mau pokoknya aku mau hak aku sekarang!" kata Vano terdengar kesal.


"Bu-Bukannya aku nggak siap mas? ak-aku..''


"Trus kenapa? kamu masih takut? tenang aja aku bakalan pelan pelan lagipula ini pertama kalinya buat aku jadi aku nggak akan main kasar!"


"Ck, bukan itu juga mas, aku tu la-''


"Terserah, aku nggak mau tau alesan kamu! aku maunya kamu ngasih hak aku sekarang! aku udah lama nunggu momen ini dan aku nggak bisa nunggu lebih lama lagi." protes Vano masih tak terima.


"Dengerin aku dulu mas! aku lagi datang bulan makanya nggak bisa ngasih hak kamu." kata Riska yang membuat Vano bungkam seketika.


Astaga, kenapa aku harus menunggu lagi! batin Vano kesal lalu memasuki kamar mandi tanpa menghiraukan panggilan Riska.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2