
"Kemana Bik?" tanya Alex kesal karena Bik Sumi tak segera menjawab.
"Katanya Non Ella kerumah pakde nya Den soalnya.-"
Belum selesai mengatakan, Alex sudah berlari keluar memasuki mobilnya lagi, Bik Sumi menatap kepergian Alex dengan perasaan cemas. tentu saja cemas melihat Alex yang terlihat kesal takut jika Alex memarahi Ella nantinya.
"Lho kita mau kema-."
"Cepat kerumah pakde Ella."
"Ba-baik Tuan." Sandi segera melajukan mobilnya, melihat raut wajah Alex yang sangat kesal membuat Sandi sedikit khawatir.
Mereka sampai, Alex melihat mobil Ella dan pak Tulus didalam mobil.
Pak Tulus segera keluar kala melihat Alex datang.
"Tu tuan..."
"Ella didalam?" tanya Alex dingin.
"Ti tidak Tuan, Non Ella se-"
"Kemana lagi sekarang!" gertak Alex sebelum pak Tulus menyelesaikan ucapannya.
"Non Ella tadi ke makam namun belum pulang." jelas Pak Tulus sedikit takut.
"Lho nak, kamu kesini?" tanya Budhe yang keluar dari rumah mendengar suara ribut diluar.
Alex menghampiri Budhe lalu mencium punggung tangan Budhe nya Ella.
"Apa Ella ke makam sendiri?" tanya Ella.
"Tidak, tadinya Budhe antar tapi sekarang kayaknya mampir kerumah Dedy tapi paling sekarang udah ke rumah nya Ella." jelas Budhe.
"Dedy?"
"Iya Dedy kakaknya Ella, kamu kenal kan?"
"Ah iya Dedy." Alex mengangguk ingat siapa yang dimaksud Budhe.
"Kakak palsunya Ella." batin Alex tersenyum sinis.
"Mau masuk dulu?" tawar Budhe.
"Makasih Budhe, saya mau menyusul Ella saja." kata Alex yang hanya diangguki Budhe.
Alex pun kembali memasuki mobilnya meninggalkan rumah pakde Ella, setelah bertemu dengan Budhe Ella membuat Alex sedikit meredam kekesalannya.
....
__ADS_1
Ella yang masih menjelajah ke alam mimpi mendadak ada bibir yang menggesek ke hidungnya lalu turun ke bibir.
Terkejut, Ella segera bangun dan memukul orang cabul yang menciumnya saat tengah tidur itu.
"Mas.." Ella terkejut saat mengetahui pria cabul itu adalah suaminya sendiri.
"Kamu itu badan kecil gini tapi kalau mukul sakit banget!" keluh Alex memeganggi dadanya yang baru saja dipukul Ella.
"Maaf mas, kaget aku pikir siapa!" kata Ella yang hanya didengusi oleh Alex.
"Mas kok bisa disini?" tanya Ella.
"Harusnya aku yang tanya, kamu kenapa pulang kesini sendiri? kenapa nggak ngajak aku?" tanya Alex dengan nada kesal.
"Maaf mas, tadi pagi aku dapet telepon mas Dedy kalau pakde sakit jatuh dari motor makanya aku langsung kesini." jelas Ella.
"Jatuh dari motor?" tanya Alex mengingat tadi saat kesana Ia tak ditemui oleh pakde hanya budhe saja.
"Iya, aku khawatir jadi langsung kesini, lagian aku juga udah telepon mas tapi kan mas nggak angkat."
"Iya maaf tadi mas lagi diluar pas kamu telepon."
"Mas pasti khawatir ya sampai dibela belain kesini?" tanya Ella mengingat ini masih siang.
"Iyalah, tadinya mau marah, kesel aku pulang mau makan siang bareng malah nggak ada." kata Alex dengan nada kesal.
"Maaf sayang, lagian kok tumben makan siang pulang, biasanya enggak." cibir Ella.
"Mas mau kemana?" tanya Ella dengan raut wajah khawatir.
"Mas keluar kota, ada pertemuan penting. kalau aja kamu lagi nggak hamil pasti udah mas ajak." jelas Alex sambil mengelus rambut Ella penuh sayang.
"Beneran mas cuma pertemuan? Nggak ada yang lain?" selidik Ella.
Alex hanya terkekeh "Apa istriku yang cantik ini sudah mulai protektif sekarang?"
"Mas apa sih, seriusan ini." kesal Ella.
"Enggak sayang, kalau udah selesai mas langsung pulang." kata Alex.
"Ya udahlah mas, aku bikinin makan siang dulu gimana?" tawar Ella.
Alex melihat jam yang melingkar ditangannya lalu menggeleng.
"Aku makan dijalan aja nggak apa apa ya? waktunya udah mepet banget." kata Alex.
"Ya udahlah mas." Ella terlihat sangat kecewa.
"Kalau udah selesai, aku segera pulang! jangan kesel gitu ya." kata Alex mengecup bibir Ella.
__ADS_1
"Iya mas maaf, jangan nakal disana." ingat Ella.
Alex kembali terkekeh "Nggak bakal nakal lah orang udah punya istri secantik ini."
Ella hanya tersenyum menananggapi godaan Alex. Ella khawatir sangat khawatir jika saja suaminya tergoda dengan wanita lain pasti rasanya sangat menyakitkan karena sekarang posisi Ella sedang hamil dan dirinya juga sangat mencintai Alex. terkadang Ella merasa bersalah dengan Hanna karena dirinya telah merebut cinta Alex untuk Hanna namun Ia juga tak bisa menyalahkan dirinya karena sekali lagi takdirlah yang memaksa Ella harus bersama Alex.
"Jangan sedih," kata Alex nelihat Ella hanya diam saja.
"Enggak sedih mas, kalau mas nggak pulang berarti aku boleh kan tidur disini?" tanya Ella dengan raut wajah memohon.
Alex tampak diam berpikir, "Boleh ya mas?" pinta Ella lagi.
"Iya udah, nanti aku suruh bik Sumi biar nyusul kesini." kata Alex.
"Makasih mas." Ella memeluk Alex dengan girang.
"Dan ada satu hal lagi, aku nggak suka kamu terlalu deket sama Dedy itu." kata Alex dengan nada tak suka.
"Lho, kenapa mas? mas Dedy orang baik kok."
"Pokoknya mas nggak suka, kamu bilang mau nurutin omongan suami kamu." kata Alex membuat Ella heran.
"Mas cemburu kalau aku deket sama mas Dedy?" tanya Ella.
"Ck, bukan masalah cemburu sayang, udah lah pokoknya mas nggak suka." kata Alex.
"Iya mas." balas Ella lesu. mana bisa Ella menjauhi Dedy yang dulu selalu ada untuknya disaat dirinya susah.
"Ya udah mas berangkat dulu, kalau ada apa apa langsung kabarin aku." kata Alex mengecup kening Ella.
"Iya mas, " Ella segera mengambil punggung tangan Alex lalu menciumnya.
Ella mengantar Alex sampai memasuki mobil, lalu melambaikan tangan kala mobil Alex keluar dari pekarangan rumah Ella.
Ella menghela nafas, entah mengapa sekarang perasaannya berbeda, jika dulu sewaktu menjadi istri kedua Alex, Ella Biasa saja jika Alex tak bermalam dengannya namun sekarang semuanya berbeda, Ia merasa sangat hampa.
Mungkin karena dirinya sudah terbiasa dengan kehadiran Alex jadi merasa berbeda saat Alex tak ada.
Dan lagi kenapa pula Alex melarangnya dekat dengan mas Dedy? bahkan Alex saja tidak mengenal mas Dedy jadi untuk apa Alex melarangnya. bahkan Alex menyangkal jika Ia cemburu lalu kenapa Alex melarangnya? apa ada yang tak diketahui oleh Ella tentang mas Dedy tapi bukankah mas Dedy orang yang sangat baik bahkan dulu selalu membantunya saat Ia susah?" batin Ella merass pusing sendiri memikirkan semua ini.
"Ella...." panggilan seorang pria membuyarkan lamunan Ella.
"Mas Dedy?"
Baru saja dipikirkan orangnya sudah ada didepan mata batin Ella.
Dan bagaimana sekarang, Ella lebih baik menghindar atau berbincang bincang dengan pria yang sudah Ia anggap kakak itu?
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...