ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
193


__ADS_3

Dina mematikan panggilannya, sudah lebih dari 5x Ia menelepon Rangga namun tak kunjung mendapatkan jawaban, membuat Dina kesal saja.


Baru saja meletakan ponselnya dimeja, Dering ponsel brrbunyi, Dina pikir Rangga namun ternyata teman Dina.


"Kenapa?" tanya Dina setelah mengangkat teleponnya.


"Katanya Lo mau ngenalin cowok Lo kesini? kenapa nggak dateng dari tadi?"


"Oh sorry cowok gue tiba tiba meeting tadi jadi gue nggak bisa kesana." balas Dina ragu.


"Ck, ya udahlah kita mau balik kalau Lo nggak jadi kesini."


"IYa balik aja!" dan panggilan telepon pun dimatikan. Dina sedikit lega karena temannya itu tidak ngeyel dan percaya dengan alasannya.


Dina memang sudah pamer didepan temannya jika Ia memiliki kekasih tampan namun Dina tak mengatakan jika kekasihnya hanyalah seorang manager biasa.


Jujur Dina malu jika semua temannya tau kekasihnya hanyalah manager biasa karena selama ini semua mantan kekasih Dina bukan orang sembarangan, kebanyakan ceo seperti Alex kakaknya yang bisa selalu memberikan apapun yang Dina inginkan.


Dina juga heran kenapa pula kakaknya itu mengenalkan dirinya dengan pria miskin seperti Rangga ya meskipun Rangga tampan namun tetap saja Ia miskin.


Mungkin Dina juga tak ingin serius dengan Rangga, Ia hanya ingin bermain main pada Rangga saja. beruntung Rangga itu tampan jadi Ia tak malu jika pergi kemanapun dengan Rangga.


Mengacuhkan ponselnya, Dina bergegas tidur karena batal hangout dengan teman temannya.


...


Pagi ini Bianca terlihat bersemangat pergi ke kantor. meskipun gaya pakaiannya terlihat tomboy namun tak memudarkan kecantikan Bianca.


Bianca segera keluar dari kamar langsung menuju meja makan karena Alex dan Ella sudah menunggu disana.


"Pagi kakak kakak ku tersayang." sapa Bianca ceria. Alex hanya menatap Bianca saja sementara Ella tersenyum ke arah Bianca.


"Bi mau sarapan roti apa nasi goreng?" tanya Ella.


"Apa aja aku suka kok kak, nasi goreng boleh deh." pinta Bianca memberikan piringnya pada Ella. segera Ella mengambilkan nasi goreng untuk Bianca.


"Oh ya Bi, kakak ada rencana mau mindahin kamu ke bagian lain." kata Alex.


Uhuk... uhuk... baru saja nasi goreng Ia telan sudah membuatnya batuk karena ucapan Alex.


"Mas biarin Bi selesai makan dulu." kata Ella mengingatkan namun Alex terlihat acuh.

__ADS_1


"Ke-kenapa kak, aku betah kok dibagian itu?" tanya Bianca sedikit gugup. sebenarnya tak masalah jika Alex tau hubungannya dengan Rangga namun saat ini Bianca dan Rangga belum balikan, jika mereka sudah kembali mungkin Bianca tak masalah jika Alex tau malah bagus agar mereka segera menikah tanpa Alex harus mencarikan Bianca jodoh.


"Nggak tau kenapa Kakak ngerasa kamu nggak cocok aja dibagian itu." kata Alex mencari alasan padahal sebenaranya Alex hanya ingin mengulik hubungan Bianca dan Rangga.


"Cocok kok kak, aku bakal kerja keras dibagian itu jadi kakak jangan pindahin aku ya, please." pinta Bianca.


"Kenapa? apa ini karena ada sesuatu diantara kamu dan Rangga." selidik Alex.


Glek, sial.. kakaknya ini macam wartawan saja batin Bianca.


"Eng-enggak gitu kak. aku seneng aja partneran sama dia, nggak galak trus juga baik sama aku." Bianca mencari alasan.


"Tapi Bi, kakak itu niatnya mau-"


"Nggak mau tau, pokoknya Bi nggak mau dipindahin." kata Bianca lalu pergi begitu saja tanpa menghabiskan sarapannya.


"Dek sarapan kamu belum habis." teriak Ella yang tak digubris oleh Bianca.


"Kamu sih mas!" Ella menyalahkan Alex.


"Ya kan aku cuma mau tau aja sejauh apa hubungan mereka itu jadi biar aku tau nanti jodohin Rangga sama Bi apa Dina."


Ella geleng geleng kepala tak percaya "Stop deh mas jadi biro jodoh buat mereka!"


"Tapi kan nggak harus dijodohin juga kali mas." kesal Ella.


Alex hanya terkekeh, "Ya biar mereka nggak salah cari jodoh aja kayak aku dulu." jelas Alex yang ingat saat Ia menikah dengan Hanna wanita pilihannya nyatanya tak membuatnya bahagia dan setelah menikah dengan Ella wanita pilihan papanya hidupnya sangat bahagia.


"Ya udah deh mas, terserah kamu aja, saran aku jangan paksa mereka kalau nggak mau!" kata Ella.


"Siap istriku sayang."


Sementara Bianca keluar mansion dengan perasaan kesal, Ia sangat kesal dengan Alex. Baru juga kemarin Ia bahagia karena kembali dekat dengan Rangga sekarang Kakaknya itu ingin memisahkan lagi.


Tidak, Bianca tidak akan mau jika harus pindah, Bianca maunya bekerja dengan Rangga titik.


"Lho non Bi nggak bareng sama Tuan Alex?" tanya Sandi saat Bianca melewatinya begitu saja.


"Nggak! aku mau naik ojol aja!" balas Bianca galak membuat Sandi heran.


"Apa mereka sedang bertengkar?" batin Sandi.

__ADS_1


Bianca segera memesan ojol dan beragkat sebelum Alex keluar.


Sementara Alex keluar mansion dan terlihat lesu. Sandi membuka kan pintu untuk Alex lalu segera memasuki mobil dan melajukan mobilnya.


"Bianca mana?" tanya Alex setelah sadar tak ada Bianca disampingnya.


"Naik ojol katanya Tuan." balas Sandi.


Alex terlihat menghela nafas, dia ngambek begitulah pikir Alex.


"Apa terjadi sesuatu Tuan?" tanya Sandi melihat Tuannya tak bersemangat.


"Ya, untuk kali ini sepertinya rencana kita aka gagal." jelas Alex membuat Sandi terkejut.


"Maaf Tuan, rencana kita yang mana?" Sandi terlihat binggung karena memang dirinya dan Alex memiliki banyak rencana.


"Perjodohan Dina dan Rangga, sepertinya tak akan berjalan sesuai rencana." jelas Alex menghela nafas lelah.


"Kenapa seperti itu Tuan?" tanya Sandi heran.


"Ya karena aku melihat ada sesuaatu diantara Bianca dan Rangga." jelas Alex yang tentu saja membuat Sandi terkejut.


"Terjadi sesuatu? apa mereka terlihat sebagai sepasang kekasih?"


"Entahlah, tapi aku merasa mereka saling mengenal dan cukup dekat." jelas Alex "Tadi saja aku hanya bilang jika akan memindahkan Bianca dibagian lagi langsung ngambek dia." jelas Alex lagi membuat Sandi paham alasan Bianca galak tadi saat Ia bertanya.


"Lalu apa rencana Tuan?" tanya Sandi.


"Ck seharusnya aku yang bertanya padamu! kepala ku pusing sekali jika sampai ada cinta segitiga diantara Rangga, Dina dan Bianca." kata Alex sambil memeganggi kepalanya.


"Sepertinya Itu memang akan terjadi Tuan." kata Sandi menambah buruk suasana hati Alex saja.


"Jika itu semua terjadi aku serahkan semua padamu." kata Alex dengan santainya dan kali ini giliran Sandi yang kesal.


"Sudah ku duga semua akan jadi seperti ini." batin Sandi kesal.


BERSAMBUNG...


Horang kaya mah bebas yakkπŸ˜‚πŸ˜‚ kepala pusing tenang aja ada Sandi yang siap sedia menompang segala kepusingan karena polah Alex πŸ˜‚πŸ˜‚ Yang sabar yakk babang Sandi yang penting gajinya gede πŸ˜‚


Jangan lupa like vote dan komenn...

__ADS_1


jangan lupa juga follow akunku dan baca cerita aku yang lain.. Thank dear😘


__ADS_2