
Rey menghentikan laju mobilnya, Ia menatap.ke arah Dina yang juga menatap ke arahnya.
"Jangan bercanda Din, kalau Alex tau bisa di bunuh gue."
Tentu saja Alex mungkin akan membunuhnya karena masa lalu dirinya yang sangat kelam akan menjadi mustahil jika Dia menikahi Dina.
"Aku nggak bercanda kak. serius!" kata Dina menatap Rey penuh keseriusan.
Rey membalikan badan nya hingga kini mereka berhadapan, "Gini ya Din, Masa lalu gue tuh buruk banget. Gue sekarang juga udah miskin lagi merintis lagi dan yang terakhir Elo itu adiknya Alex, nggak mungkin lah kita nikah."
"Kenapa nggak mungkin? kenapa kalau aku adiknya Kak Alex? aku juga bukan adik kandungnya." protes Dina membuat Rey benar benar pusing dibuatnya.
"Bukan gitu, aku cuma..."
"Apa Kak Rey tau alasan aku dulu suka mbuntutin Kak Rey itu karena aku naksir sama kakak."
Rey kembali terkejut menatap Dina, Dulu Dina adalah gadis manis yang memang suka membuntiti dirinya kemanapun Rey berjalan saat dirumah Alex.
"Aku sudah Tua Dina, kamu bisa cari yang lebih muda dari aku."
"aku nggak peduli kak, aku maunya sama Kak Rey."
"Kalau kak Rey takut ngomong sama Kak Alex biar nanti aku yang ngomong."
"Astaga Din, bukan takut tapi memang aku nggak bisa."
__ADS_1
"Apa alasan kak Rey nggak mau sama aku. aku tau kok Kak Rey juga suka sama aku."
Damn it, darimana dia tau batin Rey.
Sejak pertemuan mereka 3bulan lalu di kantor polisi, Reyhan memang menjadi sering memikirkan Dina.
Ya gadis kecil yang kini menjadi wanita cantik dan dokter sukses, siapa yang tidak akan jatuh cinta.
"Bukan itu masalahnya."
"Apa masalahnya kak?" Dina terus saja memaksa.
Ya ampun, kenapa bisa aku berada di posisi ini batin Rey.
"Aku mandul." bukan nya Dina terkejut Ia malah menatap Rey biasa saja.
"Ya aku mandul, kamu nggak akan bisa mendapatkan keturunan jika menikah dengan ku."
Dina hanya tersenyum, "Tapi aku tetap akan menikah dengan Kak Rey."
"Kami gila Din? kamu bisa dapet yang lebih baik dari aku."
"Ya aku memang sudah lama mengilaimu kak." kata Dina membuat Rey menjambak rambutnya Sendiri frustasi.
...
__ADS_1
Dina memasuki ruangan Alex, dimana pria yang Ia anggap kakak kandungnya itu sedang fokus menatap layar laptop bahkan saking fokusnya sampai tak tau jika Dina memasuki ruangannya.
"Lho, sejak kapan kamu di situ?" tanya Alex setelah sadar Dina berada diruangan nya bahkan duduk didepan nya.
"Bahkan aku masuk saja kakak sampai nggak tau." Dina menepuk jidatnya membuat Alex terkekeh.
"Ada apa kesini? mau minta apa lagi?" tanya Alex to the point.
"Apa setiap aku kesini selalu ingin meminta sesuatu sampai kakak mengatakan itu?"
"Bukan nya memang seperti itu?"
Dina terkekeh, Ia sadar mendatangi Alex hanya saat membutuhkan sesuatu saja.
"Dan kali ini apa yang kamu inginkan?" tanya Alex sekali lagi.
"Aku ingin menikah kak."
Tentu saja wajah Alex langsung berbinar mendengar keinginan Adiknya itu.
Setelah gagal menjodohkan Dina dengan Rangga karena Rangga nyatanya lebih memilih Bianca, Alex merasa tak enak dengan Dina. Berkali kali Alex menawarkan pernikahan dengan Dina namun selalu ditolak dan sekarang tentu saja Alex senang karena Dina memintanya sendiri.
"Akhirnya.... siapa yang sudah membuat adik kakak ini jatuh cinta?" tanya Alex.
"Kakak kenal kok orangnya."
__ADS_1
Alex mengerutkan keningnya , "Siapa?"
"Rey, kak Reyhan."