
Ella berlari keluar dengan wajah panik, hingga Ia berpapasan dengan seorang suster.
"Sus apa suster tau pasien yang ada diruang Igd?" tanya Ella dengan wajah panik.
"Oh, tuan Alex?" tanya suster itu membuat Ella mengangguk cepat.
"Tuan Alex sudah dipindahkan diruangan nomer 75B bu." jelas Suster itu.
"Oh ya sudah makasih sus." kata Ella segera berlari menuju ruangan yang baru saja disebutkan oleh Suster tadi.
Ella membuka pintu ruangan dengan wajah panik, saat memasuki ruangan Ia melihat ada dokter Vano disana sedang berbicara dengan Alex.
"Ada apa? kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Alex heran.
"Aku terkejut melihat kamu tidak ada diruang Igd." jelas Ella yang sudah mendekat dan meletakan bungkusan plastik yang Ia bawa.
"Aku baru saja dipindahkan, lagipula kamu habis darimana sayang?" tanya Alex.
"Aku hanya keluar membeli makanan, aku pikir kamu lapar saat bangun." jelas Ella yang membuat Alex tersenyum.
"Apa kau begitu mencintai suamimu ini Nona? kau tak akan meninggalkanya pria cacat ini? aku siap jadi pengganti pria cacat ini jika kau mau bercerai seperti Hanna." goda Vano yang sedari tadi merasa diabaikan membuat Ella dan Alex menatap Vano tajam secara bersamaan.
"Oh astaga, apa aku salah bicara?" kata Vano lagi.
"Aku tak akan meninggalkan suami ku apapun yang terjadi padanya, aku akan selalu disampingnya!" jelas Ella penuh penekanan dan Alex tersenyum mengejek ke arah Vano.
"Astaga, aku rasanya ingin juga memiliki istri sepertimu." goda Vano lagi.
"Sudahlah! tutup mulutmu dan pergilah!" kesal Alex mendengar candaan Vano.
"Kau kasar sekali tuan denganku! apa kau tak ingat siapa yang menolongmu disaat kau berdarah darah tadi?" protes Vano yang hanya membuat Alex mendengus kesal.
Vano keluar dari ruangan Alex setelah berhasil mengoda pasangan suami istri itu.
"Mas lapar? kita makan sekarang ya?" tawar Ella.
"Apa yang kau belikan?" tanya Alex.
"Aku membelikanmu bubur ayam, masih hangat biar aku suapi." Ella mulai membuka steofom yang isinya bubur lengkap dengan topping ayam dan kuah kuning.
"Kenapa membelikanku bubur ayam? harusnya belikan aku nasi saja." gerutu Alex.
__ADS_1
"Mas kan lagi sakit jadi lebih baik makan bubur." kata Ella mulai menyendokan buburnya dan menyuapkan ke mulut Alex.
Alex hanya menurut saja, toh dia juga lapar ini. selesai menyuapi Alex, kini Ella membuka bungkusan kertas minyak yang berisi nasi padang untuk dirinya.
"Loh, kok beda? aku pikir kamu juga beli bubur?" tanya Alex melihat Ella membuka nasi padang yang terlibat menggiurkan dan kembali membuatnya lapar.
"Enggak lah mas, kan aku nggak sakit jadi makan nya nasi aja." jelas Ella mulai menyuapkan makanan ke mulutnya didepan Alex.
"Kok curang banget sih!" kesal Alex.
"Mas pengen? mau disuapi lagi?" tanya Ella.
"Mau lah."
Ella akhirnya menyuapi suaminya lagi dengan nasi padang miliknya hingga habis tak tersisa padahal Ella baru menyuapkan 3 suapan untuknya sisanya dimakan Alex semua.
"Kamu laper apa doyan sih mas?" tanya Ella heran melihat suaminya menghabiskan makanananya.
"Dua duanya, salah sendiri beli makanan nggak disaamain."
"Ya kan kamu lagi sakit, mana bisa makan nya sama."
"Yang sakit kan kaki sama kepala sayang, perutnya kan sehat wal afiat." jelas Alex membuat Ella tersenyum geli.
"Oh ya mas, habis ini aku pulang lagi ya, mau ambil pakaian ganti buat kita." kata Ella.
"Kenapa harus kamu? nggak minta tolong aja sama Bik Sumi?" tanya Alex membuat Ella menggeleng pelan.
"Nggak ah mas, lagian bik Sumi pasti nggak tau pakaian mana aja yang mau dipake." jelas Ella yang masih belum berani mengatakan perihal Bik Sumi yang Ia pecat.
"Iya udah tapi kamu hati hati dan jangan lama lama, minta pak Tulus buat nganter kamu." jelas Alex.
"Siap bos!" Alex terkekeh mendengar jawaban Ella.
Ella turun dari taksi dan langsung memasuki gerbang rumahnya,
"Lho, non Ella kok nggak bilang sih kalau mau pulang, kan bisa saya jemput." kata Pak Tulus.
"Nggak apa apa pak, tadi biar cepet aja makanya naik taksi." jelas Ella.
"Padahal saya bisa jemput." jelas pak Tulus lagi.
__ADS_1
"Oh ya pak, bik Sumi pergi?" tanya Ella.
"Udah Non, baru aja pergi bawa tas gede, pas saya tanyain cuma diem bae."
Ella tersenyum miris, pasti sedih sekali untuk bik Sumi sama seperti dirinya yang juga sedih harus membuat mereka kehilangan pekerjaanya.
"Ada yang mau saya omongin sama pak Tulus dan mas Roni, bisa kita ngomong didalam rumah?" tanya Ella.
"Tentu aja Non," Roni dan Pak Tulus mengikuti Ella masuk rumah dan duduk diruang tamu.
"Jadi gini pak , mas, karena keadaan mas Alex yang sudah tidak memungkinkan untuk bekerja lagi jadi saya juga ingin memberhentikan bapak dan Mas untuk bekerja disini karena keadaanya yang tidak memungkinkan saya bisa memberi gaji pak Tulus dan Mas Roni." Jelas Ella membuat kedua orang didepannya itu terkejut.
"Tapi Non, kita nggak ada salah kan? kenapa tiba tiba dipecat gini?" tanya Roni.
"Nggak kok mas Roni, mas Roni sama pak Tulus udah bekerja dengan baik selama ini jadi saya harap kalian bisa mengerti posisi saya dan mas Alex." jelas Ella lagi.
"Ya sudah Non, jika memang seperti ini keputusanya, saya dan Roni terima dengan baik, terimakasih juga karena Non Ella sudah menjadi majikan yang baik untuk kita." kata Pak Tulus.
"Malahan saya yang makasih pak, selama ini sudah dibantuin dan dijagain," jelas Ella.
"Kan memang sudah kewajiban kami Non." jelas Pak Tulus.
"Saya juga sudah mentransfer gaji serta pesangon bapak sama mas."
"'Makasih Non, makasih banyak."
Setelah selesai, Roni dan pak Tulus pamit.
Ella segera memasuki kamar dan mengemasi baju baju yang akan Ia kenakan dan juga Alex.
Ella duduk dipinggir ranjang, merenung sebentar mengingat setelah ini Ia harus kuat demi anak dan suaminya.
"Semoga kamu nggam rewel ya nak selama kita sedang prihatin." kata Ella sambil mengelus perutnya.
Ella mengecek sisa saldo dibuku tabunganya, cukup lega karena nominalnya masih cukup untuk biaya rumah sakit dan juga untuk biaya hidupnya setelah ini selama beberapa bulan kedepan.
Ella merasa sedikit lega karena selama ini ia tidak terlalu boros jadi masih memiliki uang tabungan dari sisa uang bulanan yang Alex kirimkan setiap bulan, jika saja Ia boros mungkin akan kebingungan saat seperti ini.
Ella bangkit untuk kembali kerumah sakit sebelum Alex mengomel karena dirinya lama.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
.