ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
123


__ADS_3

Bianca menoleh ke arah suara, suara yang tak asing untuknya, dia Rhea mantan sahabat Bianca.


Mantan, ya memang mantan sahabat Bianca.


"Oh hay," balas Bianca ramah. Tak sengaja Bianca melirik kearah perut Rhea yang membuncit.


"Lagi nyari perlengkapan baby juga Bi? dia siapa?" tanya Rhea menunjuk Ella.


"Aku Ella, kakak Bianca." kata Ella mengulurkan tangannya pada Rhea.


Rhea menerima uluran tangan Ella dan membalas "Rhea," Namun sebentar saja Ia mengerutkan alisnya "Kakak yang mana Bi? bukan nya kamu nggak punya Kakak ya?" tanya Rhea.


Sebenarnya Bianca malas menanggapi Rhea namun mau bagaimana lagi, sudah terlanjur bertemu begini.


"Mbak Ella istrinya Kak Alex." balas Bianca yang membuat Rhea membuka mulutnya seolah tak percaya ucapan Bianca.


Namun seketika wajah Rhea berubah tenang, "Oh, nikah lagi toh," kata Rhea dengan nada mengejek.


"Iya, dan yang jelas mbak Ella lebih baik dari yang sebelum sebelumnya!" balas Bianca ketus "Aku ambil pesenan dulu ya kayaknya udah ada, bye Rhe." kata Bianca menarik tangan Ella dan membawanya jauh dari Rhea yang tersenyum sinis.


"Ada apa Bi? memangnya dia siapa?" tanya Ella penasaran. Sejak bertemu dengan Rhea sepertinya mood Bianca jadi jelek.


"Nanti deh mbak aku ceritain, yang penting sekarang kita keluar dulu dari sini, nggak apa apa kan kalau kita cari di toko lain aja?" tanya Bianca yang langsung diangguki Ella.


Setelah membayar selusin baju mungil itu, Ella dan Bianca pun keluar meninggalkan toko.


Kini keduanya tengah berada disebuah kafe yang masih ada didalam mall.


Bianca tampak menyeruput Es coklatnya hingga habis sementara Ella hanya mengaduk aduk coklat hangatnya sambil menunggu Bianca cerita.


"Ketemu dia bikin mood ku jelek mbak!" kesal Bianca, setelah menghabiskan satu gelas es coklat.


"Memang Rhea itu siapa Bi, kayaknya kamu terpaksa ramah tadi sama dia ya?" tanya Ella penasaran.


"Dia itu mantan sahabat aku mbak, aku binggung mau cerita apa nggak."


"Kenapa binggung?"


"Masalahnya ada Kak Alex juga,"


"Lho? memangnya kenapa sih Bi?" tanya Ella semakin penasaran setelah mendengar nama suaminya disebut.


"Dia itu mantan nya kak Alex mbak, sebelum nikah sama Hanna." jelas Bianca dan entah mengapa membuat hati Ella sedikit berdenyut.


"Oh gitu, tapi kenapa tadi kamu nyebutnya mantan sahabat?" tanya Ella belum puas dengan jawaban Bianca.

__ADS_1


"Dia cinta pertamanya kak Alex, dia juga yang udah buat Kak Alex frustasi waktu itu."


"Frustasi?"


"Iya kak, aku pikir dia dulu cinta beneran sama Kak Alex makanya aku comblangin aja soalnya Kak Alex juga keliatan suka tapi ternyata dia cuma mau mainin Kak Alex." kesal Bianca mengingat kejadian yang sudah sangat lama itu.


"Mainin gimana Bi?"


"Jadi dia itu pacarnya musuh Kak Alex namanya Ray, dia sengaja buat kak Alex sakit biar perusahaannya kak Alex bangkrut dan Rhea berhasil melakukan itu semua, kak Alex bangkrut dan Rhea ninggalin Kak Alex gitu aja trus nikah sama Ray," Jelas Bianca "Jahat banget nggak sih mbak?"


"Aku nggak nyangka mas Alex punya masa lalu buruk seperti itu." balas Ella.


"Butuh waktu setahun buat kak Alex bangkit dan akhirnya bisa sukses lagi, ee udah sukses malah ketemunya nenek lampir,"


"Siapa nenek lampir?" tanya Ella yang sebenarnya sudah tau siapa yang di maksud Biaca namun Ia pura pura tak tau.


"Hanna itu lo mbak." balas Bianca lantang "Aku juga dulu mikir kok apes banget sih Kak Alex dapetnya bukan wanita baik baik tapi sekarang sama mbak Ella aku seneng banget apalagi ngeliat Kak Alex bahagia." ungkap Bianca.


"Ujung ujungnya cuma bikin mbak besar kepala kamu tuh." kata Ella sambil terkekeh.


Setelah meredamkan amarahnya sebentar, Kini Ella dan Bianca kembali berjalan memasuki baby shop yang Bianca yakini Rhee sudah tak ada didalam.


Mereka pun membeli beberapa keperluan bayi seperti bedong, selimut, kaus kaki dan masih banyak lagi.


Setelah puas berjalan jalan hingga tak terasa sudah sore hari.


Sesampainya dirumah beruntung Alex belum pulang, membuat Bianca bernafas lega.


"Aku masuk kamar dulu ya mbak," kata Bianca yang hanya diangguki Ella.


Ella cukup mengerti jika Bianca masih kesal dengan kejadian tadi maka dari itu Ella membiarkan Bianca menenang kan dirinya sendiri.


Ella memasuki kamar, Ia meletakan belanjaanya di sofa yang ada dikamarnya.


Tak sabar, Ella pun mulai mengeluarkan satu persatu barang barang milik Baby.


"Lucu banget." Kata Ella tengah memeganggi sepasang sepatu rajut berwarna coklat.


"Apannya yang lucu sayang?" tanya Alex yang tiba tiba sudah duduk disamping Ella.


"Mas sudah pulang? kapan masuknya?" tanya Ella heran karena dirinya tidak mendengar pintu terbuka.


"Saking fokusnya kamu, sampai nggak denger suaminya pulang." keluh Alex.


"Maaf deh mas, liat deh mas lucu ya sepatunya?" Ella memperlihatkan sepatu dari benang rajut pada Alex.

__ADS_1


"Ini bukannya kaos kaki ya?"


"Ih, kalau masih bayi ya pakenya sepatu kayak gini mas." protes Ella.


"Iya deh iya, ngalah aja."


"Udah ah, mas nggak seru! aku mau kebawah nganter ini biar dicuci dulu." ucap Ella jutek lalu pergi begitu saja meningalkan Alex yang terkekeh.


"Dih ngambek sayang?" teriak Alex saat Ella keluar dari kamar.


Setelah meletakan baju di tempat laundry, Ella bergegas naik sambil membawakan sscangkir teh madu untuk suaminya.


Meski sedikit kesal namun tak melunturkan kewajiban Ella sebagai seorang istri.


Ella pikir suaminya sudah pergi mandi namun Alex malah berbaring diranjang dan masih mengenakan baju kantornya.


"Mas, kok malah tidur sih? nggak mandi dulu?" tanya Ella sambil mengoyang goyangkan tubuh Alex.


"Hmm, bentar lagi sayang, ngantuk aku tuh semalem nggak tidur." balas Alex dengan mata terpejam.


Ella hanya menggelengkan kepalanya, Ia kemudian melepaskan kaus kaki yang masih melekat di kaki Alex, menyelimuti tubuh Alex lalu beranjak keluar kamar untuk membantu menyiapkan makan malam.


Setelah makan malam siap, Ella mengetuk pintu kamar Bianca, "Bi, makan dulu yukk udah siap nih."


"Iya mbak, bentar." teriak Bianca dari dalam kamar.


Selesai di tempat Bianca, Ella menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya, Ella memasuki kamar dan melihat Alex baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kirain mas masih tidur, mau aku bangunin buat makan malam."


"Iya sayang, tunggu sebentar, aku pakai baju dulu." balas Alex yang diangguki Ella.


Makan malam kali ini terasa hening, hanya detingan sendok yang terdengar. Alex menaruh curiga pada sikap Bianca yang terlihat murung.


"Apa bianca masih sedih ya?" tanya Alex pada Ella saat keduanya sudah memasuki kamar.


"Bukan itu kok mas, paling ini masalah yang tadi siang."


"Memang ada apa?" tanya Alex penasaran.


"Bi tadi ketemu sama temennya, namanya Rhea, trus jadi murung gitu," jelas Ella


"Apa mas kenal Rhea?" tanya Ella menatap suaminya yang terlihat datar.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


tenang nggak bakal ada pelakor kok 😁


jangan lupa like vote dan komen ya..


__ADS_2